SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

14 Mei 2015

BACAAN JUMAT AKHIR BULAN RAJAB 

Buletin online Fk-Pontren
Kamis. 14 mei 2015

Dari Kitab Kanzunnajaah Wassurruur Fil Ad’iyah Allatii Tasyrahushshuduur karya Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds halaman 43

وَمِنْ فَوَائِدِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ اَلْأَجْهُوْرِيِّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى كَمَا فِيْ تَرْجَمَتِهِ بِخُلَاصَةِ الْأَثَرِ أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِأَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ (خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً)لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ

Diantara FAWAA`ID Syeikh Ali Al-Ajhuri –rahimahullaahu Ta’ala- sebagaimana didalam terjemah (biografi) beliau dalam (kitab) KHULAASHATIL ATSAR
“Sesungguhnya barang siapa pada akhir Jumat bulan Rajab, saat Khatib berada diatas mimbar membaca:
AHMADU RASUULULLAAH MUHAMMADUN RASUULULLAAH 35 X
Maka tidak terputus dirham dari tangannya dalam setahun itu”.
Note:
قال المؤلف رحمه اللهفاعمل يا أخي بكل ما في هذا الكتاب [كنْز النجاح والسرور، من الأدعية التي تشرح الصدرو] فإنها
كثيرة الفوائد
Berkata pengarang kitab Kanzunnajaah (Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds)
Maka amalkanlah wahai saudaraku apa yang ada dalam kitab ini (Kitab Kanzunnajaah Wassurruur Fil Ad’iyah Allatii Tasyrahushshuduur)
karena apa yang ada dalam kitab ini banyak faedahnya

WALLAAHU A’LAM

13 Mei 2015

Arifin Nugroho Memalsukan Sejarah Imam Al-Ghazali dalam Program Khazanah di Trans 7

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: mosliminfo

Jakarta—Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa salah satu program keislaman di Trans 7 “Khalifah” menuai banyak kecaman dari masyarakat muslim, lantaran dianggap telah melakukan penghinaan yang sangat luar biasa terhadap sosok ulama besar dalam sejarah Islam, Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali. (baca: Hina Imam Ghazali, Program Trans 7 Ini Dikecam Umat Islam)

Dalam program tersebut ia menuturkan:

“….Hanya memang kalau kita lihat, beberapa pendapat ahli sejarah mengatakan, ada sedikit yang kurang dari beliau adalah, beliau kurang mendalami Al-Qur’an dan Hadits, maka subhanallah kalau lihat perjalanan beliau setelah dari damaskus, setelah dari Damaskus pulang ke kampung halaman beliau di Thus, beliau justru disini memperdalam dua kitab, shahihain, Bukhari dan Muslim.”

Setelah ditelusuri, pernyataan Arifin Nugroho yang mengaku sebagai pemerhati sirah Nabi SAW. ini tidak ditemukan dalam literatur Islam manapun. Tidak pernah ada dalam sejarah Islam ada ulama yang mengatakan bahwa Imam Al-Ghazali tidak mendalami “Al-Quran dan Hadis”. Bagi seorang ulama, tuduhan ini adalah penghinaan yang sangat luar biasa, seperti kita mengatakan kepada tukang sate bahwa ia tidak mendalami cara membuat sate.

Imam Al-Ghazali mendapatkan julukan sebagai pembela Islam yang argumentatif “Hujjatul Islam” justru lantaran beliau mampu membuktikan kebenaran Islam secara logis dengan berlandaskan Al-Quran dan Hadis kepada kaum Ateis dan kalangan muslim yang menyimpang.

Pakar sejarah manapun tidak ada yang mengatakan bahwa Imam Al-Ghazali tidak mendalami Al-Quran dan Hadis. Yang ada, segelintir ulama mengkritik beliau di sisi ilmu hadis saja, bukan Al-Quran. Menurut para ulama, di dalam ilmu hadis beliau memang tidak setingkat Imam Bukhari dan Muslim, namun juga tidak seawam yang dikatakan oleh orang-orang belakangan. Dan, adanya penggunaan beberapa hadis yang lemah (dhaif), menurut para ulama hal yang sama juga terjadi pada para ulama hadis yang lain. Kesalahan kecil semacam itu tidak lantas merobohkan semua kredibiltas keilmuan Al-Ghazali.

Bahkan, menurut sejumlah peneliti, Imam Al-Ghazali banyak memberikan sumbangsih dalam studi ilmu hadis. Setidaknya hal itu dapat dibaca di dalam kitab Ushul Fikih beliau “al-Mustashfa” dimana beliau memberikan beberapa analisa dan pandangan terkait ilmu hadis. Begitu berharganya sumbangsih ini, sehingga para ahli hadis setelah beliau banyak yang menukil hasil analisa beliau. Misalnya, Imam al-Zarkasyi dalam kitab “al-Nukat ‘ala Ibn al-Shalah” setidaknya mengambil tujuh belas pendapat dari Imam Al-Ghazali dalam ilmu hadis. Sementara itu Imam al-Syakhawi dalam kitabnya “Fath al-Mughits bi Syarh Alfiyah al-Hadits” mengambil pendapat Imam Al-Ghazali dalam ilmu hadis tidak kurang dari  dua puluh empat permasalahan. Sedangkan Imam Al-Iraqi berargumentasi dengan pendapat Imam Al-Ghazali dalam ilmu hadis di tiga tempat dalam kitab Alfiyah Hadis-nya.

Melihat fakta ilmiah itu, maka banyak netizen yang mempertanyakan kredibilitas ‘kepakaran’ Arifin Nugroho dalam bidang sejarah. Sebenarnya, dari buku sejarah apa ia mengambil pendapat itu? (mosleminfo/SI)

7 Mei 2015

Kuil-kuil di Nepal Hancur, Masjid-masjid Tetap Berdiri Utuh

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: merdeka.com

Gempa berkekuatan 7,8 yang mengguncang Nepal pada Sabtu, 25/4/2015 yang lalu telah menewaskan lebih dari 7000 orang dan meluluhlantakan bangunan, termasuk kuil-kuil bersejarah di Nepal.

Berbeda dengan kuil yang hancur, Alhamdulillah  Allohu akbar masjid-masjid di Nepal tidak hancur. Sebagaimana dilansir merdeka.com, Masjid Jami di Bag Bazaar, Ibu Kota Kathmandu, Nepal itu masih berdiri tegak. Tak ada dinding terkelupas atau bahkan retak. Aktivitas di sekitar area masjid sangat ramai. Pertokoan mulai buka, walau madrasah masih tutup.

"Kami bersyukur, ini semua karena kuasa Allah," kata, anggota takmir Masjid Jami Nepal Mohammad Rizwan kepada merdeka.com kemarin.

Rizwan menjelaskan Masjid Jami Nepal ini bangunan yang relatif lebih baru. Renovasi besar masjid ini terakhir dilakukan pada 1995.

Tapi hanya berjarak 600 meter, ada Masjid Khasmiri Taqiya yang dekat Universitas Tri Chandra. Masjid itupun tidak mengalami kerusakan apapun. Padahal tempat ibadah itu sudah dibangun sejak 1524 Masehi.

"Ada beberapa masjid di seputaran Kathmandu. Sebagian besar berusia lebih dari 100 tahun dan tidak ada yang rusak," kata Rizwan.

Di Lalitpur, masjid jami masih berdiri tegak. Demikian pula masjid di Kota Bharatpur, Distrik Chitwan.

Merujuk sensus terakhir, ada 1,1 juta penganut ajaran Islam di Nepal, urutan ketiga setelah Hindu dan Buddha. Itu mencakup sekitar 10 persen total populasi di negara lereng Pegunungan Himalaya tersebut. Kebanyakan adalah warga India keturunan etnis urdu.

Rizwan menyatakan setelah gempa 7,8 skala richter melanda pada 25 April lalu, takmir seluruh masjid langsung berkumpul. Mereka mencari info adakah warga muslim yang jadi korban. Ternyata di seputar Kathmandu hanya ada dua warga tewas dan belasan cedera. Tapi mayoritas keluarga muslim selamat.

Oleh sebab itu, kini Masjid Jami menjadi pusat pengiriman bantuan logistik untuk korban lindu. Mayoritas adalah beras, air bersih, dan makanan siap saji. Tiga truk hilir mudik mengangkut logistik sepanjang kunjungan merdeka.com.

"Ini bantuan yang datang dari komunitas muslim Nepal. Kami mengirim ke manapun warga membutuhkan," kata Rizwan.

Pria 40 tahun ini pun mengkritik derasnya bantuan gempa Nepal, tapi mengedepankan bendera lembaga masing-masing. Dia menyatakan bantuan masjid jami bahkan tidak ditempeli stiker.

"Kami tidak memotret bantuan, kami yakin Allah telah mencatatnya."

5 Mei 2015

AHLI TAHAJUD, JENAZAHNYA SEHAT BUGAR...

Buletin online Fk-Pontren
Kiriman: Fadol (alumni PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo)
5 mei 2015

Seorang pemuda berusia 17 th dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sdg menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-2 saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dgn kalimat tsb dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”

Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.
“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera stlh menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, spt posisi tasyahud dalam shalat.

Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”

Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dgn nyenyak.

Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.
“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Sll berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”

Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.

Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.

Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?”

Bagaimana dengan kita?????

Jika menurut sdr tausiah ini ada manfaatnya, SilaHkan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak sdgq kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin Ya rabbal 'alamiin

4 Mei 2015

Mengejutkan, bawang putih ampuh bunuh kanker tanpa efek samping!

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: merdeka.com
Layouter: Mochamad Khotib
4 Mei 2015

Merdeka.com - Selama berabad-abad bawang putih telah dikenal sebagai salah satu makanan yang memiliki banyak efek pengobatan. Dalam bawang putih terkandung banyak nutrisi dan zat yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit mulai dari demam hingga menurunkan tekanan darah.

Namun baru-baru ini peneliti dibuat terkejut dengan manfaat luar biasa yang disembunyikan oleh bawang putih. Bawang putih ternyata bisa membunuh sel kanker dengan sangat efektif. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Cancer Association ini juga mengungkap bahwa bawang putih tak memberikan efek samping saat membunuh sel kanker.

"Zat dalam bawang putih yang bernama diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfide (DADS) dan diallyl trisulfide (DATS) memberikan perlindungan terhadap karsinogen," ungkap peneliti, seperti dilansir oleh Daily Health Post (05/03).

Meski begitu, penelitian ini hanya dilakukan di laboratorium dan belum diaplikasikan langsung pada pasien. Namun peneliti optimis bahwa hasilnya akan baik dan sama dengan yang terjadi di laboratorium. Sebuah penelitian pada tahun 2001 sebelumnya juga menjelaskan bahwa zat sulfur dalam bawang putih baik untuk mencegah pertumbuhan kanker.

Bawang putih harus dikonsumsi secara mentah untuk mendapatkan manfaat maksimal di dalamnya. Meski bawang putih juga enak setelah dimasak, namun proses memasak akan menghancurkan enzim yang ada dalam bawang putih. Padahal enzim tersebut yang bekerja mencegah pertumbuhan sel kanker.

2 Mei 2015

Fakta, Umat Islam Tak Berdaya

Buletin online Fk-Pontren
Dari: (Nandang Burhanudin)
Editor: Ust. Imam Hanafi
Sabtu, 2 Mei 2015

Mari sejenak berpikir. Betapa kekufuran satu sama lain bahu membahu. Mereka menyingkirkan perbedaan, demi sebuah tujuan: penghancuran Islam dan penguasaan SDA yang ada di dunia Islam. Setidaknya, ada tiga koalisi besar yang saat ini terus menerus menghancurkan apa yang tersisa dari umat Islam. Koalisi AS-Israel untuk penguasaan politik. Koalisi AS-Iran untuk penyebaran paham dan pengkerdilan Sunni. Koalisi China-AS untuk penguasaan ekonomi. Sementara Uni Soviet-Inggris-Perancis berperan sebagai penerima royalty.

Jujur kita akui. Negara-negara kecil saat ini dampak dari kekalahan Khilafah Ustsmaniyah dan pemberontakan kabilah-kabilah Arab yang didorong penjajah AS-Inggris-Perancis-Uni Soviet. Namun mereka pun tidak rela, jika umat Islam yang terpecah ke dalam negara-negara kecil itu pun tetap berjaya.

Maka umat Islam dibuat tak berkutik, dengan isu-isu dan konflik berkepanjangan. Di saat umat Islam disibukkan dengan isu khilafah dan khilafiyah, Syiah bersama AS memperkuat persenjataan. Di saat umat Islam sibuk dengan isu terorisme, Israel dan AS sibuk memperluas wilayah dan penguasaan ekonomi. Di saat umat Islam sibuk dengan candaan poligami, China membanjiri dunia Islam dengan produk-produk rumah tangga.

Contoh: Rakyat Sudan disibukkan dengan isu penangkapan Presiden Bashir. Tanpa sadar, 2 tahun kemudian, Sudan terpecah dan Sudan Selatan merdeka. Saat Palestina disibukkan dengan pembentukan rekonsiliasi FATAH-HAMAS, Israel mengambil alih cadangan gas yang dimiliki Gaza dan berada di ZEE Gaza. Cadangan gas di atas 1 triliyun kubik. Saat Mesir sibuk dengan kudeta, Israel mencuri gas dari ZEE laut milik Mesir. Cadangan gas lebih dari 3 triliun kubik, yang membuat Mesir kini mengimpor gas dari Israel.

Demikian dengan negara-negara Teluk. Setiap kali ada isu konflik Syiah-Sunni, Iran menjajah 3 pulau milik Emirates Arab yang kaya cadangan minyak dan gas. Ketika ISIS dimunculkan, Iran mengokohkan penguasaan terhadap minyak Irak. Sama halnya dengan Indonesia. Ketika rakyatnya disibukkan dengan perilaku AHOK. China langsung menyapu bersih proyek 24 pelabuhan dan Iran Syiah menyapu bersih perkebunan di Indonesia.

Di saat umat Islam sibuk tentang haram-halalnya demokrasi. Syiah Iran menjalankan demokrasi, Hindu India berdemokrasi, Budha Thailand, Kongfuchu China berdemokrasi. Giliran umat Islam berjuang via demokrasi, umat dipusingkan dengan fatwa haram-thogut-antinasionalisme. Giliran menang: HAMAS dikudeta, IM dikudeta, FIS dikudeta. Giliran kalah, semua gigit jari. Si peneriak anti demokrasi dan penyeru golput pun, malah tiarap tak lagi bersuara. Jadi kawan, sudah terlalu lama kita dibuat tak berdaya. dalam skenario yang sistemik, terstruktur dan massif.
Mari kembali berpikir sejenak. Janganlah kita menjadi umat yang teriak-teriak ingin terbang ke langit, tapi berpijak ke bumi pun tak mampu. Jangan pula hanya sekedar teriak ingin menyatukan dunia, tapi tak satupun pulau yang kita jaga sebagai percontohan nyata. Cukupkah Jokowi, As-Sisi menjadi pelajaran. Itu pun jika masih punya akal.

1 Mei 2015

Kakek 92 Tahun Bersedekah 150 Bungkus Nasi Setiap Jumat

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: Fadila Adelin
1 Mei 2015

Usia bukan batasan untuk berhenti bersedekah. Itolah motto yang selalu ditanamkan Mbah Asrori (92) dalam hidupnya.
Usia bukan batasan untuk berhenti bersedekah. Itolah motto yang selalu ditanamkan Mbah Asrori (92) dalam hidupnya.

Kakek warga asli Semarang tersebut setiap hari Jumat selalu bersedekah nasi bungkus lengkap dengan lauk pauknya kepada orang-orang yang membutuhkan seperti pemulung, tukang becak atau siapa pun yang membutuhkan makanan.

Dengan sepeda ontel kesayangannya, Mbah Asrori berkeliling untuk membagikan nasi bungkus tersebut.

"Mbah Asrori setidaknya menyisihkan Rp 400.000 per bulan untuk bersedekah padahal penghasilan beliau juga tidak tentu," ujar Fajar Ali Imron, salah seorang tetangga Mbah Asrori kepada brilio.net Jumat (17/4)

Kakek dengan 3 anak dan 10 cucu tersebut memang hanya berprofesi sebagai guru mengaji bagi anak-anak sekitar, penghasilannya hanya sekitar Rp 800.000 perbulan. Sedekah yang dilakukan Mbah Asrori tersebut semata-mata bukan hanya karena ingin menolong mereka yang membutuhkan makan saja, namun Mbah Asrori iba melihat tetangganya yang seorang janda berjualan nasi bungkus.

Dengan membeli dagangannya Mbah Asrori dapat menolong penjual janda tersebut dan juga orang-orang yang membutuhkan makan. Menurut Fajar, lima tahun silam Mbah Asrori bahkan sudah berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dari uang hasil tabungannya.

"Sebenernya kalau dilogika dengan penghasilannya tersebut mustahil beliau bisa berangkat haji, tapi ya itulah kalau orang ikhlas bersedekah pasti ada saja rejekinya," ujar Fajar lagi

Sifat dermawan Mbah Asrori ini benar-benar patut dicontoh oleh semua orang. Mungkin penghasilannya tidak seberapa, tapi amalnya luar biasa!

BULETIN ONLINE