SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

22 Des 2014

SINETRON TURKI KING SULEIMAN APAKAH MENYESATKAN?

Buletin online Fk-Pontren
22 Desember 2014.

Sebentar lagi kisah Sultan Sulaiman atau yg dijuluki Sultan Sulaiman The Magnificient ditayangkan di salah satu tv nasional kita (ANTV). Awalnya saya cukup tertarik dan tak sabar menantikan kisah seorang negarawan muslim yang hebat itu ditayangkan dilayar kaca. Di zamannya Lalu saya mulai mencari tahu kisah tentang Sultan Sulaiman yang juga dijuluki Al Qanuni ini seperti terlampir di link ini: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Suleiman_I

Melihat tayangan iklan yang begitu sering menjelang kemunculannya, saya semakin tertarik dan ketika bertemu dengan salah satu pengusaha Turki saya tanyakan langsung apa pendapatnya tentang serial tv King Suleiman tersebut.

Saya terkejut karena ternyata tayangan tersebut justru menjelek-jelekkan nama besar Sultan Sulaiman dan tentu saja Islam karena yang ditampilkan justru sisi-sisi gelap dan kebobrokan. Orang Turki itu menceritakan betapa hebatnya perjuangan sang sultan yang kekuasaannya begitu luas sekaligus peletak dasar-dasar hukum Islam menjadi undang-undang kenegaraan. Namun di serial tv tersebut digambarkan sebagai sosok yang cabul, angkuh dan jauh dari nilai Islami

Semakin penasaran, saya pun mencari lebih banyak referensi dan menyaksikannya di youtube. Disana sudah diposting serialnya hingga tamat dan banyak hal yang mengusik hati saya. Adegan-adegannya pun sangat vulgar, dari ciuman, tari-tari erotis hingga (maaf) persetubuhan sang sultan pun digambarkan.

Isi tayangan tersebut sangat menodai nilai dan citra Islam dan amat telak menyerang langsung pada titik puncak kejayaan Islam di pemerintahan Kesultanan Utsmani. Mulai dari kekejian pembunuhan, pencabulan serta berbagai hal yang merusak lainnya semisal lesbian dikalangan para budak yang digilir tiap pekan oleh Sultan. Saya pikir inspirasi serial TV ini berasal dari buku yang resensinya bisa dibaca disini: http://trulyrudiono.blogspot.com/2013/05/kisah-sultan-suleiman-wanita-tertawa.html

Saya sempat menonton beberapa episode dan meskipun akan banyak sensor yang dilakukan tetap saja esensi dari tayangan tersebut justru akan lebih mendiskreditkan ajaran agama Islam yang digambarkan sebagai kerajaan yang bengis dan keji

Semoga para orang tua, pendidik, ulama serta tokoh masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan mengingat begitu meresahkan, menistakan citra Islam dan penodaan sejarah yang sangat berbahaya bagi generasi kini dan mendatang.

Episode pertama dari King Suleiman bisa anda saksikan disini: http://m.youtube.com/?#/watch?v=3qTUTbIN82w Silakan beri penilaian sendiri.

Tayangan yang meresahkan ini akan ditayangkan dan jutaan pasang mata akan memiliki persepsi baru tentang Islam yang dan sangat bertentangan dengan budaya bangsa kita.

Mari sebarkan informasi ini sebagai petisi penolakan atas ditayangkannya sinetron King Suleiman yang (bisa sangat) menyesatkan sebagai bukti kepedulian kita terhadap akhlak dan karakter anak bangsa.

6 Des 2014

Khusnudzon Kepada Allah dan Sesama Manusia

Buletin online Fk-Pontren
Dikutip dari muhadhoroh
DR. Syekh Muhammad Ismail
Di PP. Alharomain Duwe' Pote Sampang
Madura.

Khusnudzon (berprasangka baik) yakni khusnudzon kepada Allah dan sesama manusia. Para ulama mengatakan suatu perkara yang paling penting adalah khusnudzon kepada Allah Swt dan sesama manusia. Makna Khusnundzon kepada Allah Swt yakni dengan cara selalu berusaha berdoa berkeinginan untuk mengharap rahmat dari Allah Swt. Bahkan Nabi Muhammad Saw mencegah berdoa jelek untuk dirinya sendiri walaupun dalam keadaan mendapatkan musibah, keadaan sakit, dalam kesusahan atau bahkan waktu akan datangnya kematian. Nabi Muhammad Saw juga mencegah kepada umatnya yang akan menghadapi mati dan berdoa ingin mati karena tidak sabar. padahal mati sudah jelas telah ditentukan oleh Allah Swt. Tapi Nabi Muhammad Saw mengajarkan pilihan kepada kita semua. Apabila kita ditimpah musibah dan semacamnya namun ada rasa resah dalam diri kita maka oleh Nabi Muhammad Saw disuruh memilih berdoa kepada Allah "ya Allah kalau memang hidup saya lebih bagus, Maka saya minta panjangkan umurku. Tapi kalau mati lebih baik untukku maka cabutlah nyawaku dengan tanpa diakhiri fitnah dan musibah dalam agamaku". Nabi Muhammad Saw juga menyuruh kita untuk bersandar didalam mengharap rahmat dari Allah Swt. Dalam hukum fiqih, hukum ibadah diharamkan sholat diwaktu siang hari ketika matahari dalam posisi diatas kepala kita. Sebab waktu itu adalah dibukanya pintu neraka dan Api Neraka sehingga keadaan sangat panas. Karena waktu itu juga waktu marahnya Allah Swt. Sebaliknya Nabi Muhammad dalam agama menganjurkan kita untuk melakukan ibadah  didalam waktu yang baik seperti hari jum'at, maka mari kita bersemangat untuk melakukan pada waktu yang baik itu. Seperti orang yang datang ke tanah mekkah dan madinah untuk bersemangat untuk beribadah. Dan seperti bulan rojab, syaban, romadhon dan bulan Haji (zdulhijjah) juga dianjurkan beribadah dengan semangat dalam melakukan ibadah dan pekerjaan yang baik. Sebenarnya ini adalah pelajaran untuk kita semua. Agar kita menjadi manusia yang selalu khusnudzon kepada Allah Swt. Didalam salah satu hadits Nabi Muhammad Saw menceritakan kepada sahabat bahwa ada 2 orang dari golongan bani isroil, orang yang pertama adalah ahli ibadah dengan ketekunan ibadahnya orang itu sampai-sampai tidak berfikir yang lain kecuali hanya beribadah dan orang yang kedua sebaliknya yakni orang yang selalu melakukan maksiat dalam kehidupannya. Dalam satu waktu datanglah orang yang ahli ibadah itu kepada orang yang hidupnya selalu melakukan maksiat. Dengan ke datang orang yang ahli ibadah itu berkata dan bersumpah kepada orang yang selalu melakukan maksiat " wallahi kamu tidak akan di ampuni oleh Allah swt." Setelah orang yang ahli ibadah itu bersumpah kepada orang yang ahli maksiat. Maka Allah mengutus salah satu malaikat-Nya. Siapa hamba-Ku yang berani memutuskan sesuatu yang bukan haknya. Yang bisa memutuskan manusia itu berdosa atau tidak dan juga yang menentukan manusia itu masuk surga atau neraka, itu semua hanya AKU (Allah Swt). Para ulama berkata bahwa manusia hanya bisa melihat masalah bagus dan jeleknya hanya dhohirnya saja. Jangan lupa bahwa seharusnya kita selalu bersikap khusnudzon. Sebab dengan kita bersikap khusnudzon bisa membawa kita menjadi orang yang asalnya jelek menjadi bagus dari orang tidak mulia menjadi orang yang mulia. Ada salah satu cerita yang masyhur di Mekkah. Dulu ada salah satu orang yang pemabuk bertemu orang alim yang hadir untuk sholat ke masjidil harom karena si pemabuk itu melihat orang alim yang sholat ke masjidil harom. maka langsung orang pemabuk itu membersihkan bajunya dan membersihkan mulutnya terus mendatangi orang alim tersebut untuk bersalaman. Tapi karena tawadu'nya sipemabuk itu tidak mencium ke tangan orang alim itu maka sipemabuk itu hanya mencium ke bajunya orang alim. mengapa sipemabuk tidak mencium tangannya orang alim itu? Karena disebabkan mulut sipemabuk itu tidak mau tangan orang alim yang biasa dipakai untuk ibadah ternodai oleh mulut yang najis dikarenakan selalu dipakai minum khomer. Sementara itu ada orang yang melihat si pemabuk dan berkata "bagimana orang pemabuk mendatangi orang alim yang sedang beribadah di masjidil harom, kamu tidak akan di ampuni oleh Allah Swt." Dan beberapa bulan kemudian sipemabuk itu bertaubat kepada Allah Swt dan orang tersebut meninggal pada waktu sujud ketika melaksanakan sholat sunnah 2 rokaat. Maka dari itu sejelek-jeleknya prilaku manusia kalau memang Allah menghendaki manusia tersebut menjadi baik maka akan menjadi orang baik bahkan seperti sipemabuk itu wafat dalam keadaan sujud kepada Allah. Sebab Allah yang Maha Bijaksana Allah Maha kuasa Allah Maha berkehendak. oleh karena itu khusnudzon sangat penting bagi kita. kapan kita mulai membiasakan berkhusnudzon sekaligus menjadikannya budaya dalam hidup kita?. semoga dengan Mauidhoh dari Guru Besar kita DR. Syekh Muhammad Isma'il Zain bisa menjadi obat bagi kita untuk menata kembali cara kita dalam menjalani hidup sehari-hari. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang bisa melaksanakan khusnudzon kepada Allah dan kepada manusia. amin yaa Robbal ‘alamin.

5 Des 2014

6 Perkara Yang akan dirasakan Bagi Pezina

Buletin online Fk-Pontren
Dari: Ust. Iman
Pimred Majalah al-Qomar
(Alumni PP. AL-Mubarok Lanbulan)

وَرُوِيَ عَنْ رَسُولِ اللهِ اَنَّهُ قَالَ اِحْذَرُواالزِّنَا فَإِنَّ فِيْهِ سِتَّ خِصَالٍ. ثَلاَثةً فِى الدُّنْيَا وَثلَاثَةً فِى الأَخِرَةِ. فَأَمَّا الَّتِى فِى الدُّنْيَا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ الرِّزْقَ  وَيُذْهِبُ الْبَرَكَةَ وَإذِاَ خَرَجَتْ رُوْحُهُ تُحْجَبُ عَنِ اللهِ وَيَنْظُرُ إِلَى النَّارِ وَالزَّبَانِيَةِ وَأَمَّا الَّتِى تُصِيْبُهُ فِى الأَخِرَةِ فَيَنْظُرُ اللهُ اِلَيْهِ بِعَيْنِ الْغَضَبِ فَيَسْوَدُّ وَجْهُهُ وَالثَّانِيَةُ يَكُونُ حِسَابُهُ شَدِيْدًا وَالثَّالِثَةُ يُسْحَبُ فِى سِلْسَلَةٍ اِلَى النَّارِ اهـ تنقيح القول الحثيث فى شرح لباب الحديث, صـ5.

Artinya: Di riwayatkan dari Rasulullah, bahwasanya Nabi bersabda, " Takutlah kalian pada perbuatan zina. Karena  sesungguhnya didalam zina akan berakibat enam perkara. Tiga perkara akan diberikan di dunia sedangkan tiga yang lainnya akan di diberikan kelak di akhirat.".
Adapun tiga akibat yang akan didapatkan di dunia. Yaitu;
Pertama, berzina dapat mengurangi rizqi. Kedua, dapat menghilangkan keberkahan hidup.
Ketiga, ketika meninggal dunia ruhnya akan terhalang dari Allah, dan akan ia melihat Neraka Zabaniyah.
Adapun sesuatu yang akan didapat kelak di akhirat.
Pertama, Allah akan memandangnya dengan pandangan murka dan air wajahnya akan suram.
Kedua, akan diberatkan hisabnya.
Ketiga, ia  akan di rantai dan diseret ke Neraka.

BUNG KARNO DAN MAKAM IMAM BUKHARI

Buletin online Fk-Pontren
Dari: KH. Fahmi Asy'ari, M.Ag
Sampang Madura
Dewan Pembina FK-Pontren

DI Tashkent tidak ada jalan bernama Bung Karno. Tapi bukan berarti rakyat Uzbekistan ini tidak mengenal presiden pertama Republik Indonesia itu. Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno adalah penemu makam Imam Al Bukhari, seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW.

Begini ceritanya. Tahun 1961 pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke Moskow. Kayaknya Khrushchev hendak menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet.

Karena bukan orang lugu, Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu, kalau Indonesia terjebak, yang paling rugi dan menderita adalah rakyat. Bung Karno tidak mau membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun. Bung Karno pun mengajukan syarat.

Kira-kira begini kata Bung Karno, “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak.”

Khrushchev balik bertanya, “Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?”

Bung Karno menjawab, “Temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya.”

Jelas saja Khrushchev terheran-heran. Siapa lagi ini Imam Al Bukhari. Dasar orang Indonesia, ada- ada saja. Mungkin begitu sungutnya dalam hati.

Tidak mau membuang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam dimaksud. Entah berapa lama waktu yang dihabiskan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam itu, yang jelas hasilnya nihil.

Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno. “Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?”

Bung Karno tersenyum sinis. “Kalau tidak ditemukan, ya udah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda”

Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah.  Khrushchev balik kanan, memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini. Nah, akhirnya setelah bolak balik sana sini, serta mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev menemukan makam Imam kelahiran Bukhara tahun 810 Masehi
itu. Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat.

Imam Al Bukhari yang memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia itu dimakamkan di Samarkand tahun 870 M.

Khrushchev memerintahkan agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin.

Selesai renovasi, Khrushchev menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari berhasil. Sambil tersenyum Bung Karno mengatakan, “Baik, saya datang ke negara Anda.” Setelah dari Moskow, tanggal 12 Juni 1961 Bung Karno tiba di Samarkand. Sehari sebelumnya puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini di Kota Tashkent.

Subhanallah..

4 Des 2014

ANTARA SEPATU KAYU DAN GELAR

Buletin online Fk-Pontren
Kiriman:  KH. Abdullah Zubair

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.
”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati. Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.
”Nu’man.”
"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘zham (imam agung) itu?”
”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”
"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama berkaliber kuat yang di ikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah

MORAL STORY :
Seringkali manusia mewaspadai sesuatu yg dampak buruknya kecil tapi mengejar sesuatu yg tanpa sadar dampak buruknya lbh besar baginya.
Berhati2lah dalam melangkah krn kulit pisang tidaklah menggelincirkan banyak org dibandingkan jabatan, pujian dan lisan.

1 Des 2014

Pesantren Lahirkan Generasi Muda Yang Beraklak

Buletin online Fk-Pontren
(Jamaluddin Mohammad/Abdullah Alawi)
Sumber NU online.

Cirebon, Direktur Pascasarjana Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Dr. H. Arwani Syaerozi, MA menegaskan bahwa pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan nasional, terutama dalam mengawal moral.

“Tidak diragukan, pesantren menjadi benteng terakhir penjaga moralitas generasi muda,” tegas Doktor Maqasid Syari’ah dan Problematika Kemanusiaan lulusan Universitas Mohammed V Maroko pada sambutan stadium general dengan tema “Kontribusi Pesantren Dalam Pendidikan Nasional” di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon  23 November 2014.

Senada dengan Arwani Syaerozi, narasumber stadium general tersebut, Dr. H. Mashudi, M.Ag juga  menekankan pembahasan pada efek negatif yang timbul akibat tidak ada keseriusan dalam mengawal akhlak.

“Kalau generasi muda tidak dibekali dengan budi pekerti, maka di kemudian hari tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemimpin yang korup dan tidak berkarakter,” kata Asisten Direktur Pascasarjana Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara ini.

Sementara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag menganggap sistem pengajian kitab kuning merupakan salah satu ciri khas dan keunikan pendidikan pesantren. Sistem ini akan menjembatani hubungan intelektual generasi muda dengan para ulama pendahulu yang telah memberikan dedikasi terhadap kemajuan pendidikan.

“Kita harus bangga dengan sistem pendidikan pesantren, khususnya yang mampu menyelaraskan substani kitab kuning dengan realitas di mayarakat, yang mampu menyingkronkan duniawi dan ukhrowi,” kata Wakil Rektor I UNISNU Jepara ini.
 
Sementara sesepuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, KH Makhtum Hannan, mengatakan syukur ata dimulainya perkuliahan angkatan kedua pendidikan kader ulama Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Babakan Ciwaringin. “Insya allah pesantren mampu mencetak generasi muslim yang unggul,” katanya.  

Stadium general yang diikut santri Ma’had Aly dan ratusan santri putra-putri Babakan ini merupakan prosesi pembukaan angkatan kedua Pendidikan Kader Ulama di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah.  

Pada angkatan kedua ini, pendidikan kader ulama di pesantren Babakan Ciwaringin diikuti oleh 25 peserta. Pada angkatan pertama berhasil mewisuda 25 peserta dari berbagai propinsi dan daerah di tanah air.

29 Nov 2014

Atap SMPN I Sampang Ambruk

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: lintasmaduranews

Sampang, Enam atap ruangan SMPN 1 Sampang, Madura, Jawa Timur, ambruk, Sabtu (29/11/2014) pukul pukul 09.30 WIB saat berlangsung kegiatan belajar mengajar. Akibatnya, 10 siswa luka ringan, 3 siswa pingsan, dan kepsek juga luka.

"Ya benar, ada beberapa anak kami yang mengalami luka-luka, saya juga luka," kata M. Roip, Kepala SMPN 1 Sampang saat dihubungi lintasmaduranews, Sabtu (29/11/2014).

Semua korban langsung dibawa ke RSUD terdekat guna mendapatkan perawatan   dengan menggunakan ambulans, mobil milik guru dan becak.

Hasil pantauan lintasmaduranews, enam atap yang ambruk, yakni 4 atap kelas yang terdiri dari kelas VII G, kelas VII H, kelas VII I, kelas VII J dan 2 ruangan guru.

Atap SMPN 1 Sampang runtuh karena bahan bangunan atap sudah rapuh dan sudah seharusnya direhab." Sekolah itu lama ada dan saya lihat tidak pernah ada perbaikan, baik atap maupun gedung," kata Nur Hasanah, warga setempat. (sam)

200 Peserta akan hadiri Diklat "AL-LUBAB"

Buletin online Fk-Pontren
Red. Mochamad khotib
Sabtu, 29 november 2014

Sampang, Kasi Pontren Kakemenag Kab. sampang akan mengadakan kegiatan Diklat "Metode Kitab Al-Lubab cara baca kitab kuning, 6 jam langsung Praktek" Madrasah dan Pondok Pesantren se Kab. Sampang yang akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 November 2014 dan di tempatkan di Aula madrasah diniyah as syafaah, desa bundeh kec. sreseh kab. sampang. Dan akan di hadiri oleh 200 peserta dari lembaga madrsah dan Pesantren se kab. Sampang.
Ini adalah ke 3 kalinya Kakemenag Kab. Sampang mengadakan acara serupa dan hasil kerjasama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren FK-PONTREN Kab. Sampang juga dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah FKDT kec. Sreseh kab. Sampang.
Kepala Kementerian Agama Kab. Sampang dan Kasi Pontren menghadiri acara tersebut untuk membuka dan memberikan motivasi terhadap peserta.

28 Nov 2014

Beasiswa 2015/2016 di Brunai Darussalam

Buletin online Fk-Pontren
28 november 2014
Kiriman: Ust. Nurul Hadi, LC. M.Pd.I

Jika tahun lalu Anda belum mengikuti tawaran beasiswa di Brunei Darussalam, inilah kesempatan untuk mencobanya. Pemerintah Brunei Darussalam kembali membuka peluang beasiswa Brunei Darussalam 2015-2016 bagi mahasiswa internasional. Kesempatan ini salah satunya terbuka bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengenyam studi di negara minyak itu.

Seperti tahun lalu, Beasiswa Brunei Darussalam 2015-2016 memberikan beasiswa penuh untuk jenjang diploma (D3), sarjana (S1), master (S2), hingga doktor (S3). Peluang ini ditawarkan Kesultanan Brunei melalui Brunei Darussalam Government Scholarships to Foreign Students.

Tiga perguruan tinggi Brunei yang berpartisipasi dalam beasiswa ini, yaitu Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), dan Institut Teknologi Brunei (ITB). Anda bisa memilih lokasi studi di salah satu kampus ternama Brunei tersebut. 

Menariknya, sebagian besar pilihan studi bisa diikuti melalui beasiswa Pemerintah Brunei ini, seperti keperawatan, kebidanan, kesenian, sains, bisnis, ilmu kesehatan, teknik, pendidikan, filsafat, matematika, komputer, kimia, biologi, biomedis, linguistik, sejarah, antropologi, ekonomi, manajemen, keuangan, konseling, administrasi bisnis, hukum, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan banyak lagi.

Selain dibebaskan dari biaya kuliah di tiga kampus tersebut, kandidat terpilih juga akan memperoleh tunjangan bulanan (uang saku, uang buku, uang makan), tiket pesawat, tunjangan bagasi saat pulang, akomodasi, dan bebas biaya rawat jalan di rumah sakit pemerintah.

Durasi beasiswa diberikan selama empat tahun untuk jenjang S1, satu atau dua tahun untuk gelar S2, tiga tahun untuk gelar S3, dan tiga tahun untuk D3 kesehatan di UBD. Beasiswa dievaluasi setiap akhir semester untuk melihat kemajuan studi mahasiswa bersangkutan.

Persyaratan:
1. Warganegara ASEAN, OIC, atau negara anggota Commonwealth
2. Pelamar berusia 18 - 25 tahun untuk program sarjana dan tidak lebih dari 35 tahun untuk pacasarjana pada 31 Juli 2015.
3. Beasiswa tidak berlaku untuk penduduk tetap Brunei atau warganegara asing yang menetap di Brunei Darussalam.

Dokumen aplikasi:
1. Tiga lembar pasfoto ukuran paspor terbaru
2. Tiga lembar salinan ijazah beserta transkrip
3. Tiga lembar salinan Statement of Purpose (tersedia di formulir)
4. Tiga lembar salinan akte kelahiran dan paspor
5. Tiga lembar salinan SKCK (security vetting)
6. Terjemahan resmi masing-masing dokumen yang tidak menggunakan bahasa Inggris.

Pendaftaran:
Dokumen di atas dilampirkan bersama formulir aplikasi (3 buah) yang telah diisi. Dan dikirimkan ke alamat berikut:

Technical Assistance Division
Ministry of Foreign Affairs and Trade
Jalan Subok, Bandar Seri Begawan, BD2710,
Brunei Darussalam
Fax No: (673) 2230903

Formulir aplikasi beserta dokumen pendukung menggunakan kertas ukuran A4 dan diprint hanya pada satu sisi saja. Semua dokumen pendaftaran tersebut sudah harus diterima paling lambat 15 Desember 2014. Formulir aplikasi bisa diunduh di website Kementerian Luar Negeri Brunei (www.mofat.gov.bn/Pages/BDScholarship_2014_2015.aspx). Anda juga bisa mempelajari entry qualification yang tersedia untuk masing-masing jurusan di universitas Brunei.

Pertanyaan seputar beasiswa Pemerintah Brunei ini bisa ditanyakan via telepon: 00-673-2261177 atau email: scholarship@mfa.gov.bn

Pendidikan karakter, Madrasah Jagonya

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: Nu online

Jakarta, Ditengah-tengah ramainya perbincangan tentang pendidikan karakter, revolusi mental, akhlak, moral dan sejenisnya, termasuk dalam kurikulum 2013 tanpa banyak bicara sistem pendidikan madrasah menjadikan pendidikan karakter sebagai tujuan utama.

“Madrasah adalah sekolah umum berciri khas keagamaan atau keislaman dan ini bukan hanya ciri, tetapi ruh yang mampu mencetak generasi yang memiliki karakter. Kalau kurikulum 2013 mencirikan sebagai pendidikan karakter, ya masih kalah dengan pendidikan madrasah. Dari dulu juga begitu,” kata Nur Kholis Setiawan, direktur pendidikan madrasah Kementarian Agama di Jakarta, Selasa. 

Dengan pembekalan pendidikan karakter ini, ia yakin madrasah bukan hanya mampu melahirkan orang yang pinter, tetapi juga bener. “Kekurangan Indonesia kan di situ, banyak orang pinter, tapi tidak bener. Yang jual beli kasus perkara, kan doktor-doktor hukum. Yang ngrusak hutan ya doktor-doktor kehutanan. Yang ngrusak ekonomi Indonesia ya doktor-doktor ekonomi yang mengikuti liberalisme ekonomi itu,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena sistem pendidikan Indonesia belum mampu menyatukan antara ilmu dan pertanggungjawaban keilmuan. “Saya yakin madrasah mampu ke sana kalau kita tata dengan benar, kita pola dengan baik, lalu kita hadirkan program prioritas.” 

Sayangnya, masih banyak anggota masyarakat yang menganggap bahwa madrasah merupakan sekolah agama atau lembaga pendidikan agama yang belum menjadi pilihan tetapi alternatif setelah tidak diterima di sekolah favorit. Ia mengaku tidak mudah untuk menggeser persepsi ini karena masyarakat tidak bisa dipaksa, apalagi meminta mereka mengirimkan anaknya ke madrasah. 

“Yang bisa kita lakukan adalah membuktikan bahwa persepsi mereka salah, atau lebih bagusnya keliru bahwa madrasah masih dipersepsikan seperti itu,” tegasnya. 

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas madrasah adalah meningkatkan kehadiran negara melalui komitmen anggaran dan menata kelembagaan. Dari 72 ribu lembaga pendidikan madrasah yang ada di Indonesia, 91 persennya merupakan sekolah swasta yang membutuhkan banyak dukungan.
(mukafi niam)

27 Nov 2014

BELAJAR MENGHIBUR GURU

Buletin online Fk-Pontren
26 November 2014
Dari: KH. Maslul Zahid (Sampang)
Rois Majlis Al-Mahidiin

Al-Imam Ali Karromallahu Wajha berkata:
Aku adalah hamba dari seorang yang mengajariku satu huruf sekalipun.

Betapa tawadhu' beliau,  betapa pandainya beliau bersyukur pada gurunya.
Padahal beliau adalah pintu ilmu sebagaimana di sebutkan dalam hadits.

■ Yang mengajar alif dan ba' itu guru.
■ Mengajar safinah itu guru.
■ Mengajar minhaj dan seterusnya juga guru.
■ Yang mengajari kita saat masih kecil dan dewasa juga guru.
■ Mengajar di kampung, kota, dalam negeri dan luar negeri sama saja mereka tetap guru kita.
■ Jangan pernah merasa malu menjadi murid hanya karna guru yang dulu tidak sehebat guru kalian yg sekarang.

Sangat buruk prilaku murid yang memposisikan dirinya seperti juri kontes kemuliaan guru, juga mengatakan bahwa guru saya yang ini afdhol dari yang itu, yang di sana lebih baik dari yang di sini dll.

Saya pernah bertemu dengan banyak guru yang kecewa pada murid yang di didiknya bukan karna murid itu nakal atau bodoh tapi karna kurang peka menghormati guru bahkan untuk berjabat tangan dan sedikit berbasa basi pun enggan karena merasa sudah punya banyak pengikut dan berpengaruh.

Bagaimana murid bisa di bilang sukses kalau tidak punya akhlak pada guru nya?
Contohlah Imam Ali R.A yang begitu alim tetapi tawadhu' bahkan pada guru sekecil apapun dia.

Tugas murid mencintai, menghormati dan tidak meremehkan guru.
Pandai-pandai lah menjaga perasaan mereka, kalau menyakiti orang saja dosanya lebih besar dari pada menghancurkan ka'bah, bagaimana kalau kita meremehkan guru?!
Ibadah paling afdhol setelah yang fardhu adalah menyenangkan hati seorang mukmin, bagaimana besar pahala jika kita dapat menghibur hati guru?.

Faktor-faktor menyebabkan cinta kepada Allah

Buletin online Fk-Pontren
Kiriman dari:
Ustadz Nurul Hadi, Lc. M.Pd.I
Sampang Madura

Disalin dari buku kisah-kisah para salafus shaleh.

الأسباب المؤدية للحب في الله:
Faktor-faktor yang menyebabkan cinta karena Allah:

1. إعلام المحب بحبه في الله: وذلك عملا بقول رسول الله صلعم "إذا أحب أحدكم أخاه فليعلمه أنه يحبه. رواه  البخاري.
Memberitahukan kepada orang yang dicintainya bahwa dia mencintainya karena Allah: hal ini mengamalkan sabda Rasulullah, "Jika salah seorang di antara kamu mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya.

2. المبادرة بالمصافحة والسلام عند اللقاء: لقول الرسول الله صلعم: "لا تدخلوا الجنة حتى تؤمنوا،ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أو لا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم. رواه مسلم.
Segera berjabat tangan dan mengucapkan salam ketika bertemu karena sabda Rasulullah, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Bukankah aku telah mengabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.

3. تقديم الهدية في المناسبات: لقول الرسول صلعم: "تهادوا تحابوا" رواه البخاري.
Memberikan hadiah dalam beberapa kesempatan. Karena Rasulullah bersabda, "Hendaklah kalian saling memberikan hadiah niscaya kalian akan saling mencintai."

4. زيارة المحب بين فترة وأخرى: لقوله عليه الصلاة والسلام: "زر غبا تزدد حبا"
(صحيح الجامع الصغير)
Sering mengunjungi orang yang dicintai karena Rasulullah bersabda, "Sering-seringlah berkunjung niscaya akan bertambah cinta."

5. الإعتدال في الحب والبغض: لقول المصطفى صلعم: أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما، وابغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما ما. رواه الترمذي، والطبراني والبيهقي.
Cinta dan benci secara wajar karena Rasulullah,  "Cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa jadi kelak dia akan menjadi orang yang paling kamu benci dan bencilah orang yang kamu benci sewajarnya saja karena bisa jadi orang yang kamu benci itu pada suatu hari menjadi orang yang paling kamu cintai."

6. الحرص على الإيمان وفعل الطاعات وتجنب المعصية: لقول الحق تبارك وتعالى: " إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا". مريم: 96
Giat menjalankan keimanan, melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan karena Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang."

Semoga bermanfaat.

25 Nov 2014

MENGAPA ALLAH TIDAK SEGERA MENGABULKAN DOA KITA

Buletin online Fk-Pontren
Dikirim oleh: KH. Fauzan Asy'ari
Sampang.

ADA seseorang yang rajin berdoa, meminta sesuatu kepada Allah. Orangnya begitu sholeh dan ibadahnya pun baik. Tetapi do’a yang dipanjatkannya tak kunjung terkabul.Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan berlalu juga belum terkabul. Tetap dia meneruskan do’anya. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doakan, semuanya dipenuhi.Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun mendatangi seorang ustadz. Berceritalah dia mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah mendapat apa yang dia inginkan.Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah sang ustadz ke orang shalih ini, “kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak benar, suaranya fals, bagaimana?”, orang sholeh tadi menjawab, “segera saya kasih pak ustadz, gak tahanngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.”“Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana?” tanya sang ustadz lagi. Orang shalih pun segera menjawab, “wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500 rupiah, yang ini 50.000 rupiah juga berani, ustadz.”Pak ustadz pun tersenyum dan menjelaskan “begitulah nak.. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia ingin menahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedekat ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.”“Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.” lanjut sang ustadz.“Dan yakinlah..”, kata sang ustadz, “kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.”Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul sangat menyayanginya.

Layouter: mochamad khotib

24 Nov 2014

BANGSA INDONESIA, BANGSA YANG DICINTAI ROSULULLOH

Buletin online Fk-Pontren
Oleh: Habib Ali Thoha al-Haddad

(Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Tatkala Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah, tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah I. dapat jumpa dengan Nabi. Di belakang Nabi Muhammad. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh as-Sayyid Muhammad al-Maliki: "Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?" Rasulullah. pun menjawab: "Mereka adalah ummatku yang sangat aku cintai." Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: "Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?", Rasulullah. kemudian menjawab: "Mereka adalah Bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.". Akhirnya as-Sayyid Muhammad al-Maliki menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jamaah: "Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.".

23 Nov 2014

Bisakah Membalas Jasa Ibu Kita?

 Buletin online Fk-Pontren
 Ahad, 23 November 2014

Suatu hari ada seorang ibu ingin meminjam uang dari anaknya yang telah hidup mapan, dengan suara direndahkan terdengar sayup-sayup disertai rasa malu ia berkata: "Nak, bolehkah ibu meminjam uang Rp. 2 Juta ...?. Ibu ada perlu ...". Nanti bulan depan setelah menerima uang pensiunan bapakmu, ibu bayar kembali. anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma, nanti saya tanya istri saya dulu?". Seakan berat untuk mengiyakan. Ketika sang anak akan beranjak pergi ia melihat dus susu anaknya dan masih ada bandrol harga Rp. 250.000,- kemudian dia merenung. Jika susu anak saya 1 dus bisa habis dalam 1 minggu maka = 1 Dus x Rp. 250.000,- x 2 Tahun = 26 Juta (selama anaknya menyusu). Dia berfikir lagi susu paling baik untuk anak adalah ASI (Air Susu Ibu) yang harganya tak terhingga dan steril, diberikan dengan penuh kasih sayang, jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar ...??? Kemudian ia berbalik dan menatap ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya tanpa pamrih, gratis. Maafkan anak durhaka ini yang tidak tahu balas budi dan aku tahu tak kan mampu membalas kebaikanmu. Segera ia mendatangi ibunya dan memeluknya. Mengecup keningnya dan memberikan uang Rp. 5 Juta dari sakunya dan berkata: " Ma, jangan berkata pinjam lagi, hartaku adalah milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu bisa membahagiakan dan berbakti padamu". sambil berkaca-kaca ada air bening dipelupuk mata ibu, ia berkata: "Nak, setiap hari mama selalu berdo'a agar kamu selalu dikaruniakan keadaan sehat dan didasar jiwa mama yang paling dalam mama akan selalu berdoa untuk kebahagiaan dan kegembiraanmu". Kisah ini menunjukkan bahwa benar kata pepatah "kasih ibu sepanjang masa". Dan jangan sampai kita ini menjadi "kasih anak sepanjang galah".

Kedahsyatan Sholat Tahajjud

Buletin online Fk-Pontren
Oleh: Mochamad Khotib, S.Pd.I
(Sampang Madura)
Wakil Sekretaris FK-Pontren
Pimred Buletin online Fk-Pontren


Sholat Tahajud atau sholat Lail adalah sholat Sunnah yang paling berat untuk dikerjakan, sebab waktu pelaksanaannya dimana orang-orang lagi enak-enak beristirahat atau tidur dengan nyenyak. Namun sebanding dengan sangat besarnya pahala dan keafdolannya dan akan terasa perbedaan dalam menjalani hidup sehari-hari mulanya kita selalu susah dan tidak pernah mendapatkan ketenangan dalam hidup maka dengan tahajjud kedamaian akan menemani kita hingga akhir hayat. Anehnya juga ketika sholat tahajjud dilaksanakan khususnya pada malam jum'at, seakan-akan seseorang akan menghadapi musuh terberat yakni setan yang berusaha dengan sekuat mungkin untuk manusia tidak melaksanakan sholat lail. Sebenarnya setan bukan hanya menggoda manusia pada hari-hari tertentu hanya saja karena malam jum'at adalah malam yang afdhol maka godaan setan sangat dahsyat. Sholat Tahajjud bagaikan sebuah lembaga pendidikan yang bisa menjamin mereka menjadi manusia yang sukses dan bermartabat, dan juga menjadikan seseorang hidup damai. Apabila kita selalu mengerjakan sholat tahajjud maka tak lama akan merasakan perbedaan dalam hati juga fikiran. Dalam Hadits Tirmidhi Rosululloh Saw bersabda: "Paling utamanya sholat setelah sholat wajib adalah sholat Malam". Kalau kita lebih mendalam mencerna hadits tersebut. Maka tidak heran apabila sholat malam termasuk tahajjud memiliki keistimewaan tersendiri. Keampuhan dan kedahsyatan tahajjud sudah teruji dan nyata. Dalam fenomena kehidupan manusia sehari-hari ada orang yang pintar tapi selalu hidupnya diterjang oleh berbagai masalah. Orang kaya raya tetapi tak pernah mendapatkan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupannya. Orang pintar dan cerdas tapi tidak berguna dan bermanfaat bagi orang disekelilingnya. Kita kadang dengan memiliki kemampuan hanya sebutir pasir sudah berubah dalam bertingkah, kadang dengan kecerdasan yang dimiliki kita seakan-akan sudah tenang dan santai. Itu semua bisa kita lihat sehari-hari perbedaan yang bisa kita rasakan tahajudkah dia atau tidak?. Kalau iya maka kita bisa melihatnya orang tersebut bisa menjadi tokoh di tengah-tengah masyarata. Kalau tidak maka kita bisa melihat orang tersebut selalu mendapatkan ejekan dan menjadi hama bagi masyarakat sekitar. Pasti ada perbedaan orang yang pandai dengan berselimut tahajjud dengan yang tidak bertahajjud. Pernahkan kita melihat seseorang yang hidupnya biasa-biasa saja tidak memiliki pekerjaan yang mempunyai gaji tetap tapi hebatnya orang tersebut bisa hidup tenang dan damai dalam berumah tangga? Bahkan kalaupun dijelaaskan dengan akal sehat maka kita akan menjawab tidak mungkin orang tersebut bisa bertahan hidup dengan keadaan yang sederhana. Jawabnya tahajjud sebagai proposal yang terbaik untuk menggapai semua itu. Sebab sudah sangat jelas bahwa Allah berfirman dalam surat Bani Isroil:79 "Dan dimalam hari sholat lah tahajud kamu sebagai ibadah tambahan bagimu. pasti Tuhanmu akan mengangkat kamu ketempat yang terpuji(Surga)".Melaksanakan Sholat tahajjud tidak butuh kemampuan khusus juga tidak dikhususkan kepada orang-orang tertentu. Apabila kita hidup dengan kecerdasan hati maka tahajjud sebagai kendaraan terbaik menuju sebuah kehidupan yang lebih baik. Hadis Tirmidhi meriwayatkan: Aisah berkata:"sesungguhnya Nabi sholat malam sebanyak 13 rokaat, termasuk 5 rokaat witir " Jadi begitulah kehebatan Sholat Tahajjud atau Sholat Malam. Memang kita sulit meniruh sepenuhnya dengan Nabi Muhammad Saw. Tapi kita lihat bahwa Nabi Muhammad Saw melaksanakan sholat malam. Itu karena banyak rahasia yang ada dalam sholat malam itu sendiri. Hebatnya pahala dan keafdolannya, sampai-sampai Rosululloh Saw mewajibkan diri Beliau sendiri untuk sholat malam rutin selama hidupnya. Sampai -sampai Aisah, istri Nabi bertanya: " kenapa engkau begitu semangat bribadah sholat tahajud, sampai-sampai anggota badan engkau bengkak-bengkak (karena lamanya sholat)? Padahal Allah sudah mengampuni dosa-dosa dan menjamin surga pada engkau?"Nabi menjawab: "Bukankah aku seorang hamba yang bersyukur?". Nah, Nabi saja yang sudah dapat jaminan surga dari Allah masih begitu semangat menjalankan sholat malam bahkan sampai mewajibkan diri Beliau sendiri. Bahkan Nabi juga bersabda: "Menetapilah kalian dengan sholat malam.sesungguhnya sholat malam itu amalannya orang-orang sholeh sebelum kalian. Bisa mendekatkan diri kepada Allah. Bisa menghilangkan dosa. Menghilangkan kejelekan. Mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh". Kita akan menjadi orang muslim yang mulia jika menegakkan sholat malam termasuk tahajjud. Sebab itu telah disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Baihaqi "…..bahwa sesungguhnya kemulyaan seorang muslim adalah sholat waktu malam….". Sholat tahajjud bisa kita umpamakan dengan sebuah hadiah yang terbungkus dari Allah untuk kita, kalau seseoarang tersebut mau membukannya maka akan mengetahui isi dari bingkisan tersebut. Tahajjud sebuah proposal yang dalam penyampaiannya tanpa melalui pejabat atau para raja. Tahajjud hanya kita dengan Sang Agung. Perubahaan yang akan dirasakan kita jika selalu tahajjud akan sangat terasa. Walaupun dari kalangan orang awam. Sebab Allah tidak memandang jabatan, gelar atau keturunan intinya siapa saja yang tahajjud maka Allah akan menjamin orang tersebut dengan memberi keajaiban kepadanya (orang yang tahajjud). Lalu bagaimana dengan kita, yang sama sekali belum punya jaminan surga? Sudahkah kita mengerjakan sholat Tahajjud ? Maukah kita???. Semoga kita bisa mengaplikasikan tahajjud dalam sisa hidup kita di dunia. Dan menjadikan tahajjud sebagai budaya religi kita dengan Sang Maha Agung. Amin

22 Nov 2014

HAMPARAN BUMI ADALAH MASJID

Buletin online Fk-Pontren
22 November 2014
Oleh: KH. Sholehuddin Syam
Ketua harian FK-PONTREN



Saya cukup Takjub tatkala mendengarkan Nadwah Ilmiyyah yang disampaikan oleh Dr. Syeh Thohir Al-Buraik, seorang Muqoddim thorikoh As-Syadziliyyah sekaligus guru besar di University Al Aqhwat, Aljazair. Dalam sambutannya beliau mengulas salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir ra, bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda "aku diberi lima keistimewaan yang mana blum pernah diberikan kepada seorang pun sebelum Ku". Lalu Nabi menjelaskan dengan rinci, satu persatu dari keistimewaan tersebut yang diantaranya ialah :"Bumi dijadikan untukku sebagai Masjid (tempat bersujud) dan dalam keadaan suci dan mensucikan, barang siapa dari umatku yang waktu sholat mendapatinya, maka hendaknya ia melakukannya dimanapun ia berada" di masjid, rumah, aula, tempat bekerja bahkan di mall sekalipun, karena bumi telah dijadikan tempat bersujud kepada ALLAH. "Wajuilat liyal ardhu masjidan wa thohuron". Ada dua wakfah ( faidah ) yang bisa diambil dari hadis tersebut : pertama, kemudahan dalam melakukan ibadah sholat tanpa dituntut melakukannya di dalam masjid. Kemudahan tersebut tidaklah diberikan kepada umat-umat terdahulu, mereka tidaklah diperbolehkan ibadah sholat kecuali ditempat yang telah ditentukan seperti di dalam masjid.Konon, para nabi terdahulu dikala bepergian (safar), tidaklah diberi rukhsoh (kemudahan) melakukan ibadah sholat keculai bila sudah kembali dari safarnya, sementara sholatnya pun harus diqodlo, sesampainya ditempat pemukimannya semula. Keterangan tersebut senada dengan apa yang telah dijelaskan dalam kitab " Khosoisul Ummah" Karya Dr. Sayyid Muhammad Al Maliky Al Hasani. Kedua, sebagaiman kita bertata krama yang baik didalam masjid dengan menjaga kesopanan, kekompakan, kerapian, kekhusu'an, toleransi sesama jama'ah, dan menjauhi dosa, begitu juga kita harus mengabadikan hal tersebut dan menjadikannya sebagai" prinsip hidup" selama kita berada di muka bumi ini, karena hamparan bumi adalah masjid (tempat bersujud) yang diciptakan oleh ALLAH dalam keadaan suci dan mensucikan. Pada suatu hari, Imam abu Yazid Al Bhustomy melakukan perjalanan (nuzhah) ditemani oleh seorang muridnya, sesampainya di tengah perjalanan keduanya sepakat untuk beristirahat sekedar menghilangkan rasa penat selama menempuh perjalanan panjang, sambil menunggu sang guru beristirahat, si murid mengisi kekosongan waktu dengan mencuci pakaiannya yang dirasa cukup kotor karena telah dipakai selama menempuh perjalanan, setelah dicuci, pakaianpun dijemur di atas pagar tak jauh dari tempat pengistirahatan, melihat hal tersebut sang guru berkata" janganlah engkau menjemur pakainmu di situ !". dengan perasaan heran si murid menjawab," hamba hanyalah ingin agar pakaian itu cepat kering dan bisa dipakai lagi di waktu menempuh perjalanan". Kemudian sang guru menjelaskan ikhwal larangan menjemur pakaian, dikarenakan si murid belum sempat meminta izin pada pemilik pagar tersebut, tanpa berpikir panjang, simurid akhirnya mengambil pakaiannya lalu ia gantung di atasa batang pohon yang tak jauh dari tempat semula. Melihat hal demikian kembali sang guru menegaskan, " anankku! Janganlah engkau gantungkan pakaianmu di batang pohon itu, karena dikhawatirkan dapat mematahkan ranting yang sedang membaca tasbih pada ALLAH "sang maha pencipta". Mendengar arahan sang guru yang begitu tulus, akhirnya si murud kembali mengambil pakaiannya.kali ini hanyalah hamparan rerumputan yang bisa dijadikan pilihan terakhir untuk menjemur pakaian. Seperti kata pepatah " tak ada rotan akarpun jadi". Tak ada pilihan lain akhirnya si murid dengan terpaksa membentangkan pakaiannya di atas rerumputan. Melihat kejadian tersebut, sang guru kembali berkata: "anakku! ambilah kembali pakaianmu itu, jangan biarkan pakain itu menetupi rerumputan yang telah ditakdirkan menjadi rizki hewan yang sedang membutuhkan makanan. Subhanallah, sebuah "uswah" yang bilamana kita amalkan, akan menuntun kita untuk selalu berhati suci, dan menghargai semua ciptaan ALLAH SWT. Semoga "prinsip" hamparan bumi adalah masjid bisa mendorong kita untuk selalu berbuat kebajikan, kapanpun, kepada siapapun dan dimanapun kita berada.

PBNU Terima Penghargaan Perdamaian Dunia di Paraguay

Buletin online Fk-Pontren
Sabtu, 22 november 2014
Jakarta, NU Online
Dunia internasional kembali mengakui kiprah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas konsistensinya menjaga kerukunan beragama di Indonesia dan luar negeri.
Sebagai apresiasi, sebuah organisasi pemerhati perdamaian dunia, Global Peace Foundation, memberi anugerah Global Peace Interfaith Leadership Award 2014 kepada PBNU.

Penyerahan award dilakukan dalam acara Global Peace Convention yang diselenggarakan di Asuncion, Paraguay, Amerika Selatan, Sabtu (22/11) malam waktu setempat.

"Konvensi Perdamaian Dunia-nya dimulai sejak tanggal 19 (November) dan ditutup kemarin, dan puncaknya hari ini untuk penyerahan award. Alhamdulillah, PBNU tahun ini adalah penerima award perdamaian global," kata Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud yang menjadi wakil PBNU dalam menerima award tersebut.

Marsudi menjelaskan, Global Peace Foundation menetapkan beberapa kriteria penilaian untuk award perdamaian yang tahun ini mengambil tema "One Family under God"  tersebut, antara lain inovator terkemuka, baik pemerintahan, lembaga atau organisasi kemasyarakatan, masyarakat sipil, akademisi, dan masyarakat lintas agama, yang telah bekerja dan memberikan teladan dalam substansi meningkatkan kehidupan orang atau kelompok lain, serta nyata berkontribusi untuk perdamaian.

Pemenang penghargaan, kata Marsudi, juga dinilai telah menunjukkan integritas kehidupan pribadi atau kelompok dan layanan, dan memberikan contoh pengakuan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

"PBNU dinilai telah menunjukkan usaha yang luar biasa dalam memajukan kerjasama lintas agama, kemanusian, serta layanan dan perdamaian. Award ini tentu wajib disyukuri, karena di sini PBNU adalah wakil Indonesia," jelas Marsudi.

Sementara dalam konvensi perdamaian yang menjadi rangkaian acara sebelumnya, Marsudi menyampaikan pidato dengan tema "Leadership in the Promotion of Liberty, Prosperity and Integrity".
"Pidato ini menyampaikan betapa pentingnya kepemimpinan moral. Ini merupakan topik penting, tidak hanya untuk negara-negara Muslim di Asia, akan tetapi juga negara-negara lain di dunia," tegasnya.

Marsudi memaparkan, dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari kepemimpinan moral untuk mendukung kebebasan, kemakmuran, dan integritas, karena itu adalah bagian dari martabat dan sistem bangsa Indonesia yang telah sukses membangun peradaban.

"Ibaratnya, saat akan pergi ke tujuan, yaitu titik keberhasilan di dunia dan akhirat, sa'adah fiddunya wal akhirat, cara dan jalur untuk mencapainya adalah dengan menggunakan kebebasan, kemakmuran, dan integritas yang dilaksanakan oleh para pemimpin yang dikontrol oleh sistem moral," pungkas Marsudi. (Red: Mahbib Khoiron)

HUMOR: Kisah Kolom KTP Dan Orang Meninggal

Buletin online Fk-Pontren
Oleh: P. Cipung Noer ( Putra Mantan Gubernur Jawa Timur.
Teks dikirim langsung dari Amerika.

Dialog Hansip & Pak RT.

Hansip: Lapor Pak RT, barusan ada warga kita yg meninggal kebetulan tinggal seorang diri tidak punya keluarga.

Pak RT: Mari kita urus jenazahnya, Dimandikan dan disholatkan.

Hansip: Dia bukan orang Islam Pak.

Pak RT: Oh, kalau gitu bawa aja ke gereja.

Hansip: Anu pak RT, dia juga bukan kristen.

Pak RT: Ya sudah diurus di Pura aja!.

Hansip: Dia juga bukan orang Hindu.

Pak RT: Carikan biksu buat urus dia.

Hansip: Masalahnya dia juga bukan orang Budha.

Pak RT: Lha, terus apa agamanya?.

Hansip: Kolom AGAMA nya 'kosong' Pak!.

Pak RT: Oh kalau gitu bawa saja ke Mendagri. Tjahyo Kumolo biar diurus. Itu kerjaan mereka.

Editor: redaksi buletin online.

UKURAN SUKSES SEORANG AYAH

Buletin online Fk-Pontren
Oleh: KH. Maslul Zahid (Sampang)
Rois Majelis al-Mahidiin

Sahabat yang dirahmati Allah Swt. Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari Ayahnya, pada umumnya akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam. Sekitar 70% dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.
Wahai para ayah..., Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Janganlah Anda habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja sehingga waktu tiba di rumah Anda hanya memberikan "sisa-sisa" energi dan pulang hanya duduk menonton TV. Peluk anak-anak Anda, dengarkan cerita mereka, pelan-pelan ajarkan Agama kepada mereka, ajarkan mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan ajarkan mereka akhlaq yang baik. Insya Allah Anda tidak akan merugi, karena kelak anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan. Ukuran seorang Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan, juga bukan Ayah yang mampu membelikan Ferarri, Mercy atau BMW bagi anak-anaknya, melainkan seorang Ayah yang anak laki-lakinya berkata: "Aku ingin menjadi seperti Ayah" atau anak perempuannya berkata "Aku ingin seorang suami yang seperti Ayah". Satu menit waktu Anda sangat berarti bagi mereka, dan Seorang ayah lebih berharga daripada 100 orang guru di sekolah. 14 Abad lalu suri tauladan ummat manusia, Rasulullah, memberikan contoh kepada kita bagaimana kasih sayang seorang Ayah kepada anaknya. Ditengah kesibukan beliau menegakkan Islam, Rassulullah selalu menyediakan waktu bagi putrinya Fatimah Az Zahra, bermain-main dengannya sembari mengajarinya tauhid dan akhlaq. Menurut Rasulullah, pemberian utama seorang Ayah bukanlah emas, perhiasan, kendaraan atau harta benda lainnya, melainkan ahlak yang baik. Rassulullah bersabda: "Tidak ada pemberian yang lebih utama seorang ayah kepada anaknya selain budi pekerti yang baik." (HR. At-Tirmizi).

21 Nov 2014

KISAH: Ketika Sebuah Pena Terjatuh

Buletin online Fk-Pontren
Oleh: Habib Ali Thoha al-Haddad

Diceritakan bahwa pada suatu ketika ada seorang lelaki berjumpa al Habib Umar bin hafidz. Dia bertanya kepada Habib Umar "mengapakah kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan mencium tanganmu. Kamu telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah. Sepatutnya yang kita kena sembah Allah bukan mahkluk. Ini kamu mengajarkan anak muridmu perbuatan syirik. "Habib Umar mendengar dan membalas dengan senyuman kepada lelaki itu. Selepas itu habib Umar mengambil Pena yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkannya ke lantai. Orang itu pun lalu menunduk ingin mengambil pulpennya, namun Habib Umar menahannnya. Al Habib Umar berkata "apa yang akan engkau lakukan, jangan menunduk ke bawah"? Orang itu berkata " tidak, aku ingin mengambil pena ku". Lalu Habib Umar berkata: "engkau tidak boleh menunduk ke bawah menyembah pena, yang kita sembah adalah Allah". Orang itu berkata "tidak, aku bukan menyembah pulpen aku berniat mengambil pulpenku bukan untuk menyembah. Habib Umar tersenyum. Lalu berkata: "begitu pula santri-santriku. Mereka bersalaman dengan menundukkan badan bukan karena ingin menyembahku, namun mereka Cuma ingin menghormatiku sebagai guru mereka meskipun aku tidak menginginkan/meminta mereka seperti itu.

Red. Buletin online Fk-Pontren.

Manfaat Kesehatan Dalam Biji Kurma

Buletin online FK-PONTREN
Sampang, 21 November 2014
Oleh: KH. Midhat Eraqi, Lc (Sampang)

1. kalau biji kurma dibakar dan dijadikan bubuk dapat menumbuhkan bulu mata dan menajamkan penglihatan serta menghitamkan.

2. Dijadikan adonan tepung dan campur dengan minyak zaitun lalu digunakan untuk rambut maka dapat membantu menumbuhkan rambut.

3. Biji kurma yang digunakan seperti kopi dan dikonsumsi perempuan yang sedang menyusui dapat memperbanyak ASI (Air Susu Ibu).

4. Biji kurma yang digunakan seperti bukhur (dikukus diatas Dupa) bagi yang baru melahirkan dapat mengembalikan rahim seperti semula. dan dapat meringankan dari penyakit engsel/ Persendihan.

5. Membantu meringankan sakit gigi dengan cara menghancurkan biji kurma dan menempelkannya.

layouter. mochamad khotib

Keajaiban Baca Sholawat Pada Hari Jum'at

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 21 November 2014

Oleh: KH. Maslul Zahid (Sampang)
Rois Majlis al-Mahidiin

Jadikan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai suri tauladan, sebab beliau adalah pemimpin yang menghantarkan kepada kebahagiaan, yang menunjukkan kesuksesan, dan yang menghantarkan pada keberuntungan serta keberhasilan.

Jum'at Mubarok, perbanyak shalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki Al-Hasani dalam kitab beliau Dzakhair Muhammadiyah mengatakan: Syeikh Ghazali dalam Ihya' menceritakan dari sebagian kalangan arif dari al-Arif al-Mursi radliyallah anhu bahwasanya barangsiapa merutinkan shalawat ini, yaitu: Ya Allah, karuniakanlah shalawat kepada penghulu kami Muhammad hamba, nabi, dan rasul Engkau, an-nabi al-ummi, dan kepada keluarganya dan para sahabatnya, dan karuniakan pula salam kesejahteraan, sehari semalam 500 kali, maka dia tidak akan meninggal sehingga ia bertemu dengan Nabi saw. dalam keadaan terjaga.

Diceritakan dari Imam Yafii dalam kitabnya, Bustanul Fuqara bahwasanya Nabi saw. bersabda, Barangsiapa bershalawat kepadaku pada hari Jumat 1000 kali dengan shalawat ini, yaitu:

Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad an-nabi al-ummi,

maka dia akan melihat Tuhannya pada malamnya, atau melihat Nabinya, atau melihat tempatnya di surga. Jika tidak (belum) melihat, maka hendaklah dia melakukan hal itu dalam dua Jumat, atau tiga atau lima (Jumat). Dalam riwayat lain ada tambahan: wa ala alihi wa shahbihi wasallim.

Dan di dalam kitab al-Ghunyah karya al-Quthb al-Rabbani Sayyidi Abdul Qadir al-Jilani ada sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, Barangsiapa shalat dua rakaat pada malam Jumat, setiap rakaat membaca surat al-Fatihah dan Ayat Kursi sekali, serta 15 kali surat al-Ikhlas, dan di akhir shalat membaca shalawat seribu kali, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad an-nabi al-ummi, maka dia akan melihatku dalam tidur, dan tidak sempurna Jumat berikutnya kecuali ia telah melihatku, dan barangsiapa melihatku, maka baginya surga, dan diampuni baginya dosa masa lalu dan masa akan datang.

Semoga kita diberi kekuatan untuk mengisi hari ini dengan shalawat.

Jaga Persatuan, karena Perbedaan Pasti Ada Hikmahnya

Buletin online FK-Pontren
Sampang, 21 November 2014

Di akhir- akhir ini,  kita sering mendengar dan melihat begitu  banyak perbedaan yang justru melupakan semangat persatuan dan kesatuan.  Koalisi yang satu bilang "kamilah yang benar dan kami pula yang kuat",  yang satu lagi   I'tiraf "kamilah yang pro rakyat".  Keduanya tak henti hentinya membesar- besarkan perbedaan hingga lupa pada mandat yang telah diamanatkan. Dalam hadist Nabi, begitu seringnya baginda menjelaskan akan pentingnya  bahu membahu, saling menghargai, berusaha untuk mencari titik kesamaan daripada ngotot mencari kelemahan dan kekurangan.  Manusia Hidup takkan lepas dari perbedaan, yang penting bagaimana kita belajar agar  tetap bersatu dan saling menghargai pendapat orang. Imam as-Syafi'i RA, seperti yang kita ketahui,  memahami hadist yang memberi isyarat bahwa di anjurkannya "berqunut"  saat sholat subuh, sementara imam Ahmad yang kebetulan adalah santri beliau, memahami hadist lain yang  justru mengisyaratkan untuk tidak melakukan "qunut" di saat sholat subuh. perbedaan antara keduanya, tak lantas  menjadikan sang guru  itu harus mengucilkan si santri, begitu pula dengan si santri, tak lantas harus menjahui sang guru, keduanya bisa berdampingan walau terdapat garis perbedaan, hal tersebut cukup jelas tatkala keduanya kompak melaksanakan sholat  subuh bersama, sang guru menjadi imam, sedang  si murid menjadi makmum. Saat sang imam melakukan solat subuh beliau dengan sengaja meninggalkan yang ia yaqini, yaitu "berqunut" hanya untuk menghargai keyakinan si makmum,  dengan demikian, terjalinlah ikatan emosional yang baik yang dapat membuahkan suatu kekompakan dan  kebersamaan  guna  menggapai suatu tujuan.
Negeri kita yang amat  besar dan penuh aneka ragam suku, budaya dan kepecayaan, dapat meraih kemerdekaan Lantaran buah hasil dari perjuangan para pejuang-pejuangan kita yang mengedepankan pentingnya  "kebersamaan" dari pada membesar-besarkan perbedaan. Untuk itu, Yang muda haruslah belajar menghargai yang lebih tua, yang lebih tua pun harus mengasihi yang lebih muda, Ar rois (  pemerintah) harus selalu bepihak dan mengasihi pada Al- marus (rakyat), sebaliknya Al-mar'us harus mentaati kebijakan  yang diambil oleh Ar-rois (  pemerintah) sehingga terciptalah kedamaian, keamanan dan saling membangun rasa kepercayaan antara keduanya sehingga tercapailah  target "Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghofur". Sesuai dengan sunnatullah telah ditetapkan bahwa dalam setiap bentuk makhluk yang diciptakan ilahi, pasti ada yang memimpin(rois) dan ada yang dipimpin (mar'us), ada yang mengatur dan ada yang diatur, hal itu seperti pendapat al-Gholayain, agar keinginan tidak bersimpang siur yang mengakibatkan keretakan kerukunan, mengakibatkan putusnya tali kasih sayang, pudarnya persatuan, dan munculnya perselisihan.
Dalam sebuah hadis dijelaskan,"Aku berwasiat pada kalian agar bertaqwa pada Allah, serta taatlah pada pimpinan (Pemerintahan) walau kalian dipimpin oleh seorang budak yang berkulit hitam." HR. Abu Dawud dan Tirmidzi.
Dalam hadist diatas, ada dua hal penting dari wasiat baginda,
PERTAMA: Meningkatkan ketakwaan kepada Allah yang akan membawa seorang hamba menjadi beruntung dengan jaminan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
KEDUA: mentaati seorang pemimpin selama tidak memerintahkan hal-hal yang bertentangan dengan Agama, hal tersebut agar hak-hak rakyat terpenuhi, serta mampu menyatukan bermacam-macam pendapat serta mewujudkan keamanan dan kedamain, yang pada akhirnya tercapailah apa yang kita idam-idamkan yaitu negeri yang penuh damai dan Tuhan yang Maha Penganpun
(baldatun toyyibah wa-robbun ghofur).

Oleh: KH. Sholehuddin Syam
Meteng Omben Sampang Madura
-Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa, Meteng Omben Sampang Madura
-Ketua FK-PONTREN

20 Nov 2014

Jangan Panik Jika BBM Naik

Buletin online FK-Pontren
Kamis, 20 November 2014

Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalahnya.
Mereka mengatakan,
ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻏﻼ ﺍﻟﺴﻌﺮ ﻓﺴﻌﺮ ﻟﻨﺎ“
Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺴﻌﺮ ﺍﻟﻘﺎﺑﺾ ﺍﻟﺒﺎﺳﻂ ﺍﻟﺮﺍﺯﻕ ﻭﺇﻧﻲ ﻵﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻟﻘﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻜﻢ ﻳﻄﻠﺒﻨﻲ ﺑﻤﻈﻠﻤﺔ ﻓﻲ ﺩﻡ ﺃﻭ ﻣﺎﻝ“
"Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.”
(HR. Ahmad, AbuDaud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani).

Dengan memahami hal ini, setidaknya kita berusaha mengedepankan sikap tunduk kepada takdir, dalam arti tidak terlalu bingung dalam menghadapi kenaikan harga, apalagi harus stres atau bahkan shock. Semua sikap ini bukan solusi, tapi justru menambah beban dan memperparah keadaan.

Jatah rizki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang.

Meskipun, masyarakat Indonesia kini diguncang dengan kenaikan harga barang, itu sama sekali tidak akan menggeser jatah rezeki mereka.
Allah menyatakan
,ﻭَﻟَﻮْ ﺑَﺴَﻂَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻟَﺒَﻐَﻮْﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﺑِﻘَﺪَﺭٍ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﺇِﻧَّﻪُ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑَﺼِﻴﺮٌ
“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
” (QS. As-Syura: 27)

Ibnu Katsir mengatakan
,ﺃﻱ : ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺮﺯﻗﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻣﺎ ﻳﺨﺘﺎﺭﻩ ﻣﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﺻﻼﺣﻬﻢ، ﻭﻫﻮ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻴﻐﻨﻲ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺤﻖ ﺍﻟﻐﻨﻰ، ﻭﻳﻔﻘﺮ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺤﻖ ﺍﻟﻔﻘﺮ .
“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu,sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.”
(Tafsir Alquran al-Adzim,7:206)
Jaga shalat,
semahal apapun harga pangan, Allah menjamin rizki anda, Allah berfirman
,ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺃَﻫْﻠَﻚَ ﺑِﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﺍﺻْﻄَﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻟَﺎ ﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺮْﺯُﻗُﻚَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻗِﺒَﺔُ ﻟِﻠﺘَّﻘْﻮَﻯ
“Perintahkahlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam menjaga shalat. Aku tidak meminta rizki darimu, Aku yang akan memberikan rizki kepadamu. Akibat baik untuk orang yang bertaqwa.”
(QS. Thaha: 132)

Di masa silam, terjadi kenaikan harga pangan sangat tinggi. Merekapun mengadukan kondisi ini kepada salah seorang ulama di masa itu. Kita lihat, bagaimana komentar beliau?
,ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﺃﺑﺎﻟﻲ ﻭﻟﻮ ﺃﺻﺒﺤﺖ ﺣﺒﺔ ﺍﻟﺸﻌﻴﺮ ﺑﺪﻳﻨﺎﺭ ! ﻋﻠﻲَّ ﺃﻥ ﺃﻋﺒﺪﻩ ﻛﻤﺎ ﺃﻣﺮﻧﻲ، ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺮﺯﻗﻨﻲ ﻛﻤﺎ ﻭﻋﺪﻧﻲ
“Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini, sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rizkiku, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.
”الله أعلم

Berbakti Kepada Orang Tua Termasuk Jihad

Buletin online FK-PONTREN
Sampang, 20 November 2014.

وعن عبد اللَّه بن عمرو بن العاص رضي اللَّه عنهما قال: أَقْبلَ رجُلٌ إِلى نَبِيِّ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فقال: أُبايِعُكَ على الهِجرةِ وَالجِهَادِ أَبتَغِي الأَجرَ مِنَ اللَّه تعالى . قال: « فهَلْ مِنْ والدِيْكَ أَحدٌ حَيٌّ ؟ » قال : نعمْ بل كِلاهُما قال : « فَتَبْتَغِي الأَجْرَ مِنَ اللَّه تعالى؟» قال : نعمْ . قال : « فَارْجعْ إِلى والدِيْكَ ، فَأَحْسِنْ صُحْبتَهُما . متفقٌ عليه .

Dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Ada seorang lelaki menghadap Nabi s.a.w. lalu berkata: "Saya berbai'at kepada Tuan untuk ikut berhijrah serta berjihad yang saya tujukan untuk mencari pahala dari Allah Ta'ala." Beliau bertanya: "Apakah salah seorang dari kedua orangtuamu itu masih ada yang hidup?" Orang itu menjawab: "Ya, bahkan keduanya masih hidup." Beliau bersabda: "Apakah maksudmu hendak mencari pahala dari Allah Ta'ala?" Ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Kalau begitu kembali sajalah ke tempat kedua orangtuamu, lalu berbuat baiklah dalam mengawani keduanya itu."(Muttafaq 'alaih).

RAJA DAN SEORANG PETANI

Buletin online FK-PONTREN
Sampang, 20 November 2014

OlehDiceritakan bahwa ada seorang raja dari Paris bernama Anu syirwana. Beliau berjalan-jalan mengelilingi alam pedesaan, tanpa sengaja bertemu dengan seorang petani yang sangat tua sedang menanam pohon kelapa. Kemudian sang raja menghentikan langkahnya sebentar sembari berpikir prilaku kakek tua yang aneh dan tidak masuk akal, Pasalnya ia sudah tua renta, tapi mengapa masih mau menanam pohon kelapa padahal hidupnya mungkin tidak memungkinkan ia bisa makan dari apa yang dia tanam. Lalu raja berkata:" Wahai kakek tua, ini bukan saat yang tepat bagimu untuk menanam pohon kelapa, karena ia pohon yang lambat tumbuhnya juga lambat untuk berbuah, sedangkan kamu sudah lanjut usia". Kakek tua menjawab:" wahai raja, orang-orang sebelum kita telah banyak yang menanam berbagai macam pohon, dan sekarang kita telah makan buah dari apa yang mereka dahulu tanam. Dan saya juga demikian, menanam bukan untuk saya makan buahnya, tapi untuk anak saya atau cucu saya bahkan orang-orang sesudah saya". Lalu sang raja berkata:" benar".  Dan dari kemurahan sang raja, apabila beliau mengatakan kata "banar" pada seseorang maka beliau langsung memberi imbalan dengan kadar tertentu dari emas murni lalu segera diserahkannya kepada kakek tua tersebut. Lalu berkatalah sang kakek:" wahai raja, lihatlah bagaimana tanamanku bagitu cepat berbuah". Krmudian raja berkata:"benar" untuk yang kedua kalinya. Lalu raja tetsebut memberi kakek tua tetsebut dengan imbalan yang lan. Kemudian kakek itu berkata: " wahai raja, setiap pohon berbuah satu kali dalam setahun sedangkan tanamanku berbuah dua kali dalam sekejab. Lalu berkata sang raja untuk yang ketiga kalinya:"benar", maka sang kakek diberi hadiah lagi untuk yang ketiga kalinya. Kemudian beliau cepat berlalu meneruskan perjalanannya beserta para pengawalnya sambil berkata:"tinggalkan segera kakek ini, dan jika kita masih berdiam disini maka tidak akan cukup bagi kita untuk memberi hadiah kepada kakek tua ini. Dari apa yang telah dilakukan oleh kakek tua ini, merupakan contoh yang seyogyanya bagi semua insan untuk meneladaninya sehingga semua manusia berbuat untuk manfaat bagi semuanya, sebagaimana sabda nabi: "khoirunnasi anfa'uhum linnasi". Tanpa itu semua tidak akan tertata rapi tatanan kehidupan bermasyarakat dan juga tidak akan cepat maju. Dari cerita sederhana ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa dengan berbuat baik untuk kepentingan orang banyak sangat mulia nilainya, baik dimata manusia bahkan duhadapan Alloh SWT. Maka berbuatlah sekecil apapun yang kamu bisa dari kebaikan, karena ia akan besar nilai dan manfaatnya bagi orang yang menghajatkannya. Cerita diatas mengingatkan kita betapa sulitnya mendapatkan orang yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari pada kepentingan dirinya sendiri ditengah kehidupan individualistik dan materialistik yang semakin tampak ditengah tengah kita. Semoga kita mampu meneladaninya. Amien.

Layouter: Mochamad Khotib

BULETIN ONLINE