SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

29 Sep 2015

Dokter Mesir Surati Raja Saudi Tentang Kejanggalan Korban Mina

Buletin online Fk-Pontren
29 Sep 2015 11:25
Sumber: Kiblat.net

Riyadh — Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan rilis resmi terkait penyebab musibah Mina, yang merenggut tujuh ratusan jiwa. Namun, berbagai analisis dan spekulasi terus bermunculan. Salah satunya, surat seorang dokter Mesir kepada Raja Saudi, Salman bin Abdul Aziz.

Abdul Hamid Fauzi Ibrahim Abu Sa’ad, nama dokter tersebut, meminta kepada raja agar jangan buru-buru mengubur jenazah korban musibah Mina sebelum dilakukan otopsi. Sebab, menurutnya ada kejanggalan yang merata pada jasad jenazah. Ia bahkan mencurigai musibah ini bukan sebuah kebetulan semata.

Berikut isi surat dokter tersebut yang kami terjemahkan darisumber ini.

“Dari warga Mesir kepada tuan Penjaga Dua Masjid Suci yang semoga dilindungi Allah.

Hari ini wahai tuanku, saya mendapatkan pengalaman tragis ketika mencari keponakanku yang hilang pasca insiden Mina yang mengerikan itu. Saya merasa tenang, setelah berkeliling mencari dari jam enam pagi hingga delapan malam, dan mendapatkan keponokanku dalam keadaan baik-baik saja, Alhamdulillah.

Namun, selama saya mencari keponakanku di seluruh rumah sakit di Mina, Arafah, Mekkah dan Jeddah dan bertanya seluruh lembaga medis tanpa terkecuali, termasuk Direktorat Kesehatan di Mekah dan berdasarkan pengalamanku 30 tahun lebih di departemen kesehatan, saya menemukan dua catatan penting yang ingin saya sampaikan kepada Anda.

Saya berpikir, satu dari dua catatan itu harus menjadi kebanggaan dan catatan lainnya harus menjadi masalah serius yang wajib diperhatikan oleh seluruh masyarakat.

Catatan Pertama:

Tingkat layanan di semua rumah sakit yang saya kunjungi, layak dibanggakan Kerajaan dan kita semua sebagai warga Arab. Yang saya maksud di sini bukan hanya bangunan dan peralatannya saja (ini sudah diketahui masyarakat luas). Tetapi yang saya maksud di sini mengenai pelayanan para petugas.
Anda, wahai tuanku, berhasil membangun warga Saudi yang paham dengan kondisi yang dialami negara mereka setelah bencana ini. Pelayanan mereka baik dan membantu dengan cinta dan kasih sayang. Saya mendapati sikap baik para petugas itu di lembaga-lembaga kesehatan, mulai dari Direktur Direktorat Urusan Kesehatan di Mekkah hingga penjaga keamanan di pintu rumah sakit.

Bukan saya saja yang merasakan pelayanan itu karena saya berprofesi dokter. Akan tetapi, saya menyaksikan sikap itu diberlakukan kepada orang-orang yang seperti saya yang mencari sanak keluarga yang hilang. Saya ucapkan selamat dari hati terdalam atas kesuksesan Anda dalam hal ini.

Catatan Kedua:

Ini yang saya pikir sangat serius yang harus kita perhatikan, teliti dan selidiki. Saya melihat mayoritas korban selamat—seperti yang saya saksikan sendiri—mengalami kondisi aneh: mulai dari amnesia, tidak ada sedikitpun goresan, memar atau luka di tubuh mereka. Ini terjadi bukan hanya pada satu atau dua korban, namun pada puluhan korban sehingga memaksa rumah sakit menulis nama pasien dengan nama majhul (tidak diketahui) karena pasien tidak mampu mengingat namanya, nama negaranya atau di mana dia berada saat ini.

Begitu juga, ada puluhan korban meninggal yang disimpan di lemari pendingin tidak ditemukan di tubuh mereka luka sedikitpun yang memungkinkan kita menilai penyebab kematian mereka. Sehingga, tim forensik harus turun tangan untuk menyelidiki penyebab kematian mereka. Saya berharap tim forensik segera turun tangan untuk menyelidiki keanehan ini dalam rangka menjaga nyawa umat Islam. Karena, insiden semacam ini dan hasilnya bertolak belakang dengan logika serta nalar, sehingga menegaskan kecurigaan seorang ahli.

Saya menduga dalam keanehan ini, adanya tangan berdosa yang meledakkan bom gas di tengah lautan jamaah haji yang berdesak-desakan sehingga mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka. Tidak hanya saya yang curiga dengan insiden ini, dokter-dokter senior di rumah sakit-sakit juga sama.

Catatan Terakhir:

Yaitu pengakuan polos dari seorang petani perempuan Mesir dari kota Dimyath (kota Mesir yang terletak di muara Delta Nil) kepadaku setelah saya bertanya: “Apa yang terjadi wahai Bu Haji?” Saat itu dia dalam keadaan setengah sadar, kemudian dia berkata, “Setelah kami melewati Muzdalifah, ada rombongan besar berjalan di belakang kami. Mereka dari Afrika, orang-orang dari negara hitam. Tiba-tiba kami bertemu dengan rombongan yang disebut dari Iran. Mereka berhenti di hadapan kami, sampai-sampai saya mengumpat mereka. Mereka membuat nilai hajiku tidak sempurna (karena berkata kasar—edt), semoga Allah mengampuniku dan mengampuni yang lain. Seketika itu saya melihat ke belakang, saya mendapati orang saling bertabrakan, saya pun pingsan kemudian saya sadar dan saya sudah berada di sini.”

Ini wahai Tuanku, kesaksian petani Mesir supaya menjadi perhatian khusus dari Anda jika kita cocokkan ini dengan foto yang menyebar mengenai kondisi korban meninggal dan jika kita memperhatikan kasus kehilangan kesadaran dan amnesia yang mereka alami. Dalam kamus medis, berdesak-desakan dan keramaian bukan penyebab hilangnya ingatan secara keseluruhan.

Tuanku Penjaga Dua Masjid Suci, ini adalah jeritan warga Muslim Mesir, yang cinta agama dan negaranya. Semoga jeritan ini sampai kepada Anda, semoga Allah menjaga Anda, negara Anda, warga Arab dan kaum Muslimin.

Saudaramu,
dr. Abdul Hamid Fauzi Ibrahim Abu Sa’ad
Mantan Penasihat Departemen Kesehatan dan Kependudukan Mesir

Alih Bahasa: Hunef Ibrahim
Editor: Hamdan

28 Sep 2015

Belajar Islam Dari Orang Jepang

Buletin online fk-pontren
Sampang, 28 September 2015
Kirimam: Ust. Syamsuri Hasan, M.Ag

"ORANG JEPANG NAIK HAJI" (harusnya kita malu) “Subarashi..! Subarashi..!” atau “Luar Biasa...! Luar Biasa...!”, itulah yang ber-ulangkali diucapkan oleh Omar-san, orang Jepang dalam kloter haji kami. Kalimat itu diucapkannya saat melihat Ka’bah. Bersama dengan Omar-san, ada 10 orang Jepang lain yang ikut haji tahun ini dari kloter haji embarkasi Jepang. Bagi Omar-san, yang baru memeluk Islam 3 tahun lalu, ini adalah kali pertamanya naik haji. Ia begitu kagum dan terkesima dengan masif-nya jumlah jamaah haji dari berbagai penjuru dunia yang datang saat bersamaan dan melaku-kan ritual haji yang sama. Ada satu kekuatan besar yang mampu membawa berjuta-juta orang secara sukarela datang ke tanah suci. Hal itulah yang membuatnya terpana di depan Ka’bah. Berangkat haji bersama orang Jepang menarik. Bagaimana tidak, selama tinggal di Jepang, saya jarang melihat orang Jepang yang beragama Islam (ataupun beragama lainnya, Kristen atau Yahudi). Kebanyakan tidak memilih agama tertentu, mereka kebanyakan menganut ajaran Shinto yang lebih bersifat budaya ketimbang agama. Sehari-hari, sebenarnya orang Jepang sudah berperilaku lebih dari orang beragama. Mereka sangat santun, sabar, bersih, tekun, disiplin, dan tertib dalam ber-masyarakat. Semua ajaran agama yang menganjur-kan kebaikan dan perilaku terpuji telah mereka terapkan tanpa harus memeluk suatu agama tertentu. Hal ini bisa di-lihat dalam kehidupan sehari-hari. Agama, datang ke dunia untuk memperbaiki akhlak, atau perilaku manusia. Sayapun bertanya pada Omar-san, apabila akhlak di masyarakat sudah baik, masih perlukah orang Jepang memeluk agama. Menurutnya..., Jepang memang sebuah masyarakat yang tertata baik dan aplikatif dari ajaran "agama-nya".. Namun pada ujungnya, manusia tetap membutuh-kan tambatan hati. Sebuah oase tempat mengadu dalam keadaan sendiri, baik suka maupun duka. Sebuah tautan kala sedang dirundung beragam masalah dan tekanan dunia. Tanpa agama, berbagai pelarian dicari oleh orang Jepang untuk mencari ketenangan hati. Jadi..., menurut Omar san, orang Jepang masih memerlukan agama. Hal itulah yang me-latarbelakangi Omar-san untuk memeluk agama. Ia mengatakan bahwa setelah beragama, ia menemukan ketenangan hati dan kedamaian jiwa. Meski demikian, banyak orang yang bertanya padanya, tidakkah sulit menjadi Islam di Jepang. Permasalahan bagi orang Jepang dalam memeluk Islam bukan pada ideologi, namun pada urusan praktikalitas ritual. Menjalankan ibadah sholat sebanyak 5 kali sehari, puasa sebulan, dan melaksanakan haji, adalah aktivitas yang sangat sulit dalam lingkungan orang Jepang. Bangsa Jepang adalah pekerja keras. Bekerja di perusahaan Jepang misal-nya..., sulit mendapat dispensasi ijin sholat pada waktunya, apalagi cuti ibadah haji. Nyaris mustahil untuk dikabul-kan. Belum lagi soal pilihan makanan halal yang amat jarang di Jepang. Namun berbeda dengan barat yang me-miliki prejudice tentang Islam, di Jepang pandangan masyarakat tentang Islam tidak seburuk di barat. Bagi orang Jepang, agama apa saja dipandang baik, karena ajaran setiap agama adalah mengarah pada kebaikan. Oleh karena itu, Islam lebih gampang diterima banyak orang Jepang. Omar-san sendiri beruntung. Ia adalah Presiden Direktur (Sachoo) sebuah perusahaan konstruksi milik sendiri. Perusahaannya tergolong besar di daerah Kasugai, Aichi-Ken, di sekitar kota Nagoya. Jadi..., ia bisa mengatur praktik ritual agama, termasuk saat ia memutuskan naik haji bersama istrinya, yang juga orang Jepang. Selain Omar-san ada Saif Takehito, diplomat Jepang di Kedutaan Besar Jepang di Dubai. Jago bahasa Arab dan ahli membaca Al Qur’an (saya saja sampai minder mendengar ia membaca Qur’an). Sementara yang lain-nya Muhammad Syarief seorang wirausaha tinggal di Tokyo. Karakter dan kultur dari orang Jepang yang baik dan santun, tercermin saat menjalankan ibadah haji. Dalam kondisi apapun, mereka tetap diam dan sabar. Persis saat mereka menghadapi bencana alam Maret lalu. Tekanan terbesar dari ibadah haji adalah soal kesabaran.
Mulai dari kedatangan di Arab, prosesi ibadah, aktifitas sehari-hari, hingga kembali ke Jepang, ujian kesabaran silih berganti. Banyak dari kita yang kadang lepas kontrol, lalu marah-marah dan malah beradu mulut dengan jamaah lain. Tapi saya melihat para jamaah haji dari Jepang memiliki kesabaran yang tinggi. Padahal mereka dihadapkan pada kondisi yang bertolak belakang dengan keadaan negaranya yang tertib dan teratur. Suatu malam di Mina, terjadi kekacauan di maktab kami, saat kembali dari melempar jumrah, tenda kami dipindahkan pengelola. Akibatnya, barang-barang semua tercecer, bahkan ada yang kehilangan. Beberapa jamaah haji dari negara lain ada yang marah-marah dan menyalahkan panitia karena tidak menjaga barangnya dan bahkan sampai ingin menuntut ganti rugi. Masya Allah...! Mereka sampai harus ditenangkan oleh semua yang ada di tenda, “Sabar haji… Sabar.. Istighfaar.. This is Hajj...”. Baru-lah kemudian mereka me-ngucapkan istighfar dan meminta maaf karena menimbulkan kekacauan di tenda. Sementara itu saya melihat Muhammad Syarief kehilangan sleeping bag-nya hanya celingak celinguk tapi diam saja tanpa protes dan mengeluh. Ia malah menggelar handuk dan tidur langsung di karpet dalam diam. Simpati jamaah di tenda kami-pun diarahkan pada dirinya. Kamipun meminjamkan-nya sleeping bag, memberinya obat dan makanan, serta menawar-kan lokasi tidur yang nyaman. Semua jamaah simpati pada kesantunan orang Jepang ini. Hal serupa saya juga perhatikan dari diri Saif Takehito. Suatu malam kita harus menunggu di Arafah hingga menjelang tengah malam. Saat itu ada kecelakaan bis sehingga semua jalan menuju Muzdalifah di-tutup. Akibatnya..., bis rombongan kita tertunda keberangkatannya ke Muzdalifah. Banyak jamaah di kelompok kami yang beradu mulut dan berdebat. Mereka merasa harus tiba di Muzdalifah sebelum tengah malam dan melakukan sholat dua rakaat, sesuai sunah Nabi. Pimpinan rombongan mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, sholat bisa dilaksanakan di Arafah. Tapi banyak jamaah yang tidak terima, perdebatan-pun terjadi bahkan cenderung memanas. Saif Takehito saya lihat hanya duduk saja di bawah pohon sambil berulangkali melafazkan nama-nama Allah (berdzikir). Saat saya tanya bagaimana pendapatnya, Saif berkata yang terjadi di luar kehendak manusia, kita tak bisa berbuat apa. Semua kehendak Allah. Jadi janganlah kita saling berbantahan, kita harus bersabar dan ikuti perintah pimpinan kita. Masya Allah, jadi malu oleh ucapan dari orang Jepang yang notabene baru memeluk Islam. Meski orang Jepang dihadapkan pada suasana yang jauh berbeda dengan negerinya, mereka ternyata bisa memahami dan tetap sabar. Mereka tidak mengeluh dan menyalah-kan keadaan. Hal tersebut memberi saya sebuah kesadaran, bahwa keber-agama-an bukan semata soal pengetahuan. Akhlak dan perilaku baik, terbentuk bukan saja dari pengetahuan, tapi lebih pada kebiasa-an. Orang Jepang sejak kecil sudah dibiasakan dan di-didik berbuat baik, sabar, dan memerhatikan kepentingan orang lain. Di sekolah, di rumah, di masyarakat, ajaran dan yang dilihat sama. Sementara banyak orang beragama yang hanya diajarkan dan diminta menghafalkan cara berbuat baik dan sabar. Itulah sebabnya dulu Nabi Muhammad Saw senantiasa berkata, “Biasakan-lah berbuat baik..., biasakan-lah berbuat baik…” Bukan menghafal perbuatan baik, tapi membiasakan berbuat baik. Tentu tujuan-nya agar kita menjadi orang baik, yang sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat

27 Sep 2015

Islam Tapi Tidak Islami

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 28 September 2015
Kiriman: Ust. Abd. Roqib, S.Ag

SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.

Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :

“Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam”.
Dan Abduh pun terdiam. 

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.

Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW.

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.

Hasilnya ?

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.

Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140.

Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.

Apa itu islam ?
Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami ?

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.

Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
“Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya”.
Itu indikator.

Atau hadits yang berbunyi :
“Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat”.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."

"Bicara yang baik atau diam”.

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara. 

Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :

“Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam”. 

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.

Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya.
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : “mengapa harus dikunci ?”

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis.
Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.
Padahal jelas-jelas kata “iman” sama akar katanya dengan aman.

Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman.
Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman. 

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :

“Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda”.

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm.
Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si bapak tersebut malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib.

Mengapa kontradiksi ini terjadi ?

Syaikh Basuni, ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir. 

Suratnya berisi pertanyaan :
“Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?”
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?") 

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.

Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya. 

Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu.

Tidak aneh dengan situasi seperti itu, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca.

Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.

Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya. 
Siapa yang salah ?

Mungkin yang salah yang membuat 'survey'... 

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama’ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama.
Wallahu'alam

25 Sep 2015

Putin, Erdogan dan Mahmoud Abbas Resmikan Masjid Terbesar Eropa di Rusia

Buletin online Fk-Pontren
Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews

Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikan masjid terbesar di Eropa yang terletak di Moskow. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ikut meresmikan masjid tersebut.

Dilansir BBC, Rabu (23/9/2015) Masjid Jum'ah tersebut bisa menampung 10.000 jemaah. Menurut keterangan tertulis dari KBRI Moskow, masjid nan megah ini diberi nama Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet.

Putin mengatakan bahwa ini akan menjadi pusat spiritualitas dan pendidikan yang nantinya akan menyatukan seluruh agama yang berbeda. Putin juga memuji para pemimpin muslim di Rusia yang tidak menoleransi tindakan ekstremisme.

"Umat muslim Rusia telah kembali setelah memberikan kontribusi besar bagi sejarah Rusia. Nilai-nilai humanis seperti juga agama lainnya yang mengajarkan keadilan, belas kasihan dan mencintai orang lain ada di Islam," ungkap Putin.

Masjid Jum'ah berdiri pada titik yang sama setelah tempat ibadah itu pernah dirubuhkan. Biaya pembangunan sepenuhnya didanai oleh donor.

Perkembangan Data Terkini Musibah Mina

Buletin online Fk-Pontren
Makkah, 25 September 2015
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat

Makkah--Musibah Mina yang terjadi pada Kamis (24/09) merenggut korban yang syahid ketika akan menuju tempat pelontaran jumarah Aqabah. Kejadian tersebut menjadi perhatian Indonesia dan dunia internasional. Ucapan belasungkawa yang tulus mengalir dari para tokoh dan ulama.

Pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di bawah komando Menteri Agama sekaligus Amirull Hajj terus melakukan kunjungan dab pemantauan setiap detiknya atas perkembangan terkini peristiwa tersebut. Prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi menjadi pedoman agar keluarga jemaah haji dan masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi lain. Menteri Agama menhimbau agar mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah berdasar pada data dan fakta, ini penting untuk menjaga situasi dan psikologi jemaah haji, keluarga dan masyarakat di Tanah Air.

Hari ini, Jumat (25/09) pemerintah kembali menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan data atas musibah Mina kemarin.

Data terkini yang dihimpun secara fakta di lapangan sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 13.00 WAS dapat disampaikan kepada masyarakat di Tanah Air.

1.    Data jemaah meninggal dunia yang sebelumnya dirilis berjumlah 2 orang, bertam­bah 1 orang yang identitasnya masih dilakukan crosschek dengan pihak terkait.

2.    Jemaah yang dilaporkan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 07.00 WAS, sebanyak 225 orang dengan data sebagai berikut:

a.    Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang

b.    Kloter SUB 48 sebanyak 19 orang

c.    Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang

3.     Jemaah cedera dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 6 orang dengan data sebagai berikut:

a.    Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

b.    Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

c.    Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

d.    Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah.

e.    Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat Klinik 107 Makkah.

f.     Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS Al Nur.

4.    PPIH Arab Saudi telah menghubungi para keluarga korban. Sebagai wakil dari pemerintah, PPIH Arab Saudi menyampaikan turut prihatin dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya para jemaah haji korban peristiwa Mina tahun 1436H/2015M.

5.    PPIH Arab Saudi terus berupaya mencari para jemaah korban peristiwa Mina saat akan melontar jumrah, dengan cara:

a.    menginventarisir data jemaah dari para Ketua Kloter yang diduga pada waktu tersebut, melintas di sekitar kejadian;

b.    melakukan penyisiran jemaah yang dirawat di seluruh rumah sakit Arab Saudi di kota Makkah.

6.    Bersama ini PPIH Arab Saudi juga menghimbau agar jemaah mematuhi jadwal melontar jumrah yang sudah diinformasikan kepada para ketua kloter, ketua regu, dan ketua rombongan. Hal ini untuk menghindari resiko akibat kepadatan jemaah.

7.    Informasi selanjutnya terkait korban peristiwa Mina akan  disampaikan sesegera mungkin. (rilis)

24 Sep 2015

Peristiwa Mina Yang Selalu Berulang

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: Dr. Imam Mawardi  dari mekkah
Dikirim: Syamsuri Hasan

PERISTIWA MINA YANG SELALU BERULANG (1)

Ada banyak yang bertanya pada saya tentang tragedi Mina. Mina memang selalu saja menelan korban, mulai terowongan Mu'aishim Mina pada tahun 1995 itu, kejadian di tempat lempar jumroh hampir setiap tahun dan saat ini adalah kejadian di jalan menuju jamarat. Secara dzahir perbaikan sarana setiap tahun semakin bagus, polisinya semakin banyak dan sistem permaktaban semakin ketat. Melihat kenyataan ini, ada pengamat banyak yang langsung berkata "inilah takdir."

Beberapa jalan menuju jamarat memang ada yang lancar walaupun padat, namun tak bisa dipungkiri bahwa di beberapa ruas jalan padatnya sungguh menyiksa karena harus berebut oksigen untuk bernafas di tengah panas terik yang menguras keringat dan tenaga. Satu saat polisi menghentikan satu rombongan besar untuk berlanjut menuju jamarat karena pertimbangan keamanan tentunya. Namun tak disangka, jamaah yang dari belakang terus mendesak dan terdesak. Sesak nafas dan kelelahan menyebabkan mereka roboh dan akhirnya meninggal. Rata-rata mereka adalah orang luar dengan tubuh tinggi besar.

Tidak di satu titik kejadian seperti ini. Sedikitnya di tiga titik, salah satunya di lantai dasar jamarat. Ada beberapa jamaah Indonesia yang juga menjadi korban. Jelasnya masih menunggu data verifikasi. Di sini diperlukan kecerdasan managemen pelaksanaan jumroh oleh pihak maktab dan keamanan. Tak luput pula diperlukan kecerdasan pembimbing jamaah yang mengerti tentang posisi keselamatan jiwa sebagai bagian terpenting kemaslahatan.

Tidak sedikit pembimbing yang ngotot memilih waktu afdlal (utama) untuk melontar jumrah, waktu yang biasanya penuh sesak manusia terutama oleh oleh orang-orang non Asia. Tak salah memilih waktu ini ketika diyakini bahwa kondisi lapangan tak meragukan menjanjikan keamanan (safety). Namun, ketika ada sinyal membahayakan, maka gunakanlah salah satu nilai maqasid bernama "hifdz al-nafs" (menjaga jiwa) harus dijadikan konsiderasi utama. Pilihlah waktu yang masih dibolehkan,
PERISTIWA MINA YANG SERING TERULANG (2)

Tahun ini tragedi Mina kembali terulang. Jumlah korban sementara sudah melewati angka 300 yang meninggal dunia, 400 orang lebih yang luka-luka. Mayat dengan wajah kelelahan bergelimpangan. Tubuh-tubuh kesakitan digotong bersama menuju rumah sakit. Sungguh keadaan ini menjadi potret yang menyedihkan; sesuatu yang sesungguhnya tak perlu terjadi andai saja semua mau tunduk pada aturan yang telah dibuat dan ajaran hukum Islam yang dipahami dengan benar dan bijak.

Pertanyaan yang menggema dan menjadi perbincangan banyak orang adalah "ini tanggung jawab siapa?" dan "siapa yang harus mengganti kerugian yang terjadi?" Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang wajar, bukan untuk mencari kambing hitam melainkan untuk mengurai masalah dan memberikan kejelasan pada publik tentang segala hal tetkait musibah ini.

Menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita melihat sejarah masa lalu, yakni sejarah haji yang terjadi pada masa para sahabat, ketika jumlah jamaah haji membludak dan tak lagi bisa ditampung fasilitas terbatas yang tidak seluas saat ini.

Ibrahim al-Nakha'i menceritakan bahwa di masa Sayyidina Umar, terjadilah desak-desakan karena ramainya jamaah di mathaf (tempat tawaf) sehingga menelan korban jiwa. Umar bin Khattab secara sigap bermusyawarah dengan masyarakat pada waktu itu untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas korban ini. Sayyidina Ali berkata bahwa diyat (denda) yang harus dibayarkan untuk korban adalah tanggung jawab semua umat muslimin atau ditanggung oleh baitul maal (lembaga keuangan negara).

Yazid bin Madzkur menceritakan fakta sejarah yang terjadi di Kufah pada masa pemerintahan Ali bin Abi thalib. Terjadilah peristiwa membanjirnya jamaah di masjid jami' Kufah. Jamaah berdesak-desakan dan akhirnya terjadilah peristiwa kematian beberapa jamaah karena peristwa itu. Banyak yang bertanya dan menuntut penyelesaian kasus ini. Khalifah Ali bin Abi thalib membayar diyat.

PERISTIWA MINA YANG SELALU TERULANG (3)

Apa makna dari kisah sejarah di atas? Pertama adalah bahwa semua umat muslimin bertanggung jawab atas peristiwa keagamaan seperti ini. Tanggung jawab yang dimaksud adalah bahwa semua umat muslim harus berkontribusi bersama untuk terlaksananya ibadah yang nyaman, aman dan penuh kekhusyukan. Peraturan-peraturan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan ibadah harus dibuat dan ditaati bersama.

Lebih dari itu, adanya aparat yang profesional di lapangan sangatlah dibutuhkan. Seringkali didapati di musim haji ini bebeapa aparat danpetugas yang kelihatan kurang serius dalam melaksanaka tugas. Yang paling tampak dalam setiap pelaksanaan haji adalah pelayanan imigrasi di bandara yang bisa memakan waktu 7 jam di badara, waktu yang sangat melelahkan. Pengaturan lalu lintas menjadi satu hal lain yang banyak mendapatkan keluhan.

Tak kalah pentingnya adalah ketaatan semua jamaah dan pengurus travel pada peraturan-peraturan yang telah dibuat. Kendala utama untuk menjadi taat pada aturan yang ada adalah karena keyakinan yang tertanam dalam diri sekelompok orang bahwa cara dan waktu ibadah yang benar adalah hanya cara dan waktu yang diyakininya. Cara dan waktu yang lain, walau ditentukan oleh otoritas pengurususan haji pemerintah saudi, dianggap salah dan tidak perlu ditaati.

Dalam konteks waktu melontar jum'rah misalnya, sesungguhnya pemerintah Saudi telah menentukan pembagian jam melontar untuk masing-masing maktab atau travel. Bahkan, dalam pelaksanaannya, setiap kelompok yang akan melontar jumrah diantar oleh petugas khusus. Sayangnya, aturan dan fasilitas ini seringkali tidak ditaati atas dasar bukan waktu yang paling utama. Jumlah jamaah yang berpikiran seperti ini banyak sekali, maka terjadilah penumpukan jamaah dan terjadilah peristiwa yang kita perbincangkan saat ini.

PERISTIWA MINA YANG SELALU TERULANG (4)

Kedua adalah bahwa negara bertanggung jawab untuk membayar diyat (denda) atas hilangnya nyawa dalam kasus yang terjadi seperti dalam kisah sejarah tersebut di atas. Nyawa dalam Islam merupakan sesuatu yang sangat dihormati dan dihargai. Urusan nyawa termasuk urusan besar yang dijadikan pesan akhir Rasulullah dalam khutbah Arafah di haji perpisahan beliau. Rasulullah bersabda: "Hanyasanya darahmu, hartamu dan kehormatanmu adalah haram (diperlakukan secara dzalim."

Kalimat tersebut oleh para pengamat muslim hak-hak asasi manusia (HAM) dianggap sebagai pondasi paling awal yang disampaikan berkenaan dengan HAM, jauh sebelum Perancis, Inggris dan Amerika berbicara teng HAM. Rasulullah menyampaikan hal ini 15 abad yang lalu, abad di mana Barat belum mendapatkan pencerahan apapun.

Banyak yang menduga bahwa liberty (kebebasan hidup), property (hak milik) and dignity (harga diri) yang dikemukakan Barat sebagai dasar HAM adalah copy paste dari sabda Rasulullah di atas. Giovanni Pico de La Mirandola, pengamat HAM abad 18 dari Italia, menyatakan bahwa Barat berhutang budi kepada Islam dalam hal HAM ini.

Nyawa dalam hukum Islam sangat diproteksi. Menghilangkan nyawa merupakan pelanggaran berat. Hilangnya nyawa berakibat lahirnya sanksi hukum, bisa jadi berupa qishash (sanksi bunuh pada pelaku) ataupun diyat (denda). Penentuan hukum ini tergantung pada konteks kejadiannya. Kalau pelakunya adalah perseorangan atau kelompok tertentu, maka penetapan hukumnya sangatlah mudah. Bagaimanakah jika hilangnya nyawa itu karena faktor alam, ketidaksengajaan sistem atau ketidaktaatan korban atas peraturan? Ini adalah pertanyaan yang membutuhkan diskusi panjang.

Berawal Jamaah Saling Dorong Saat Akan Menuju Jamarat

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: kompas.com

Mina - Jumlah korban tewas akibat insiden di Mina terus bertambah. Update terbaru pukul 18.30 WIB atau 13.30 waktu Arab Saudi, jumlah korban jiwa terhitung mencapai 453 orang dan 719 jemaah terluka.

"Jumlah korban cedera 719 orang dan untuk meninggal 453 orang," sebut Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun twitter resminya, Kamis (24/9/2015).

Kejadian ini berawal saat volume jamaah yang akan menjalankan lempar jumroh di Jamarat sangat tinggi. Sekitar pukul 07.30 waktu Arab Saudi, Jalan 204 sudah dipenuhi jamaah yang akan menuju Jamarat. Namun, di persimpangan, terjadi aksi saling dorong karena ada jemaah yang berada di bagian depan berhenti berjalan.

"Volume jemaah yang akan melakukan lempar jumroh Aqabah sangat tinggi dan saling bertemu di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223 di Mina. Jemaah saling tumpang tindih," jelas pihak Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun facebook.

"Sehingga, terjadi pertengkaran dan saling injak antara para jemaah dan sebagian besar dari mereka terjatuh. Pihak Saudi Red Crescent langsung mengambil inisiatif tindakan untuk mengendalikan situasi untuk mencegah bentrok semakin berlanjut dan menyetop arus para jemaah menuju Jamarat," imbuhnya.

Pihak Pemerintah Indonesia juga sudah mengkonfirmasi bahwa seorang WNI menjadi korban insiden ini. Namun, pemerintah melalui KJRI Jeddah masih menelusuri ada tidaknya WNI lain yang ikut menjadi korban.

Hingga saat ini, pihak Arab Saudi masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban. Para korban luka langsung dilarikan ke RS di Mina dan RS yang berada di Makkah.

Bunuh Diabetes Dengan Biji Rambutan

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: kesehatanpedia.com

Bagi Penderita Diabetes, Lakukan Cara Ini.. Terbukti 17,542 Orang Telah Sembuh

UNTUK PENGIDAP KENCING MANIS - KAJIAN TELAH MEMBUKTIKAN BAHWA OBAT TERBAIK UNTUK BEBAS DARIPADA PENYAKIT KENCING MANIS (DIABETES) ADALAH BIJI BUAH RAMBUTAN.

Penggunaan biji rambutan untuk membebaskan penderitaan kencing manis tahap 2 telah terbukti mujarab. Kajian yang dilakukan di Eropa telah membuktikan bahwa biji rambutan berhasil membebaskan 17,542 orang penderita diabetes tahap 2 diseluruh dunia pada tahun 2014. Kita rakyat Indonesia cukup bersyukur kerana memiliki buah tersebut di negara sendiri.

Cara penggunaannya.
1. Ambil 5 biji (seeds) rambutan.
2. Goreng.
3. Tumbuk hingga hancur menjadi tepung.
4. Campurkan dengan air sejuk dan minum.
5. Minumlah 2 kali dalam sehari. 

Kurangi ketergantungan kepada insulin dan obat-oabatan farmasi. Penyakit kencing manis biasanya membuat penderita merasa khawatir, apabila melihat penurunan berat badannya. Jangan khawatir, karena kehilangan berat badan tersebut, adalah cara badan memberi isyarat kepada otak, untuk kita mengubah gaya hidup dan pola makan kita sehari-hari..Konsumsilah makanan yang sehat. 

Diabetes tahap 2 bukanlah hukuman mati kepada pengidapnya. Lakukanlah dengan meminum ramuan dari biji rambutan yang tertera diatas, Insha Allah, kita akan sembuh dari diabetes.

Tragedi Mina Capai 310 Korban Meninggal

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: Kompas.com

MINA, Korban tewas akibat insiden jemaah haji yang berdesakan di Mina, Kamis (24/9/2015), kembali bertambah. Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi kini menyatakan, korban tewas setidaknya mencapai 310 orang.

Hal ini diungkap akun Twitter otoritas pertahanan sipil Arab Saudi. Selain menyebut jumlah korban tewas, akun itu juga menyatakan korban tewas berasal dari berbagai negara.

"Korban tewas berasal dari negara-negara yang berbeda," tulis akun tersebut, Kamis (24/9/2015).

Namun hingga kini belum bisa dipastikan apakah ada korban tewas yang berasal dari Indonesia. Tim Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri masih terus menelusuri lokasi untuk mencari informasi tersebut.

Fk-Pontren, Tuperware dan Himasa Juga Forum Wartawan Sampang Adakan Penyembelihan Qurban

Tuperware bersama Fk-Pontren berserta Himpunan Mahasiswa Sampang (Himasa UTM) dan juga Forum Wartawan Sampang Mengadakan kegiatan Penyembelihan qurban sekaligus pembagian daging kurban disalurkan kepada yang lebih membutuhkan. Penyembelihan qurban dilaksanakan di Kediaman P. Syamsul selaku pembina Fk-Pontren Kab. Sampang.
Beberapa mahasiswa yang mengataskan Himasa juga hadir beberapa wartawan dari media elektronik dan cetak turut hadir untuk menyaksikan pelaksanaan penyembelihan 2 ekor sapi qurban.
Harapan pembina Fk-Pontren ini semoga kegiatan ini dapat meningkatkan spiritual kita terhadap Allah Swt sebab pelaksanaan kurban ini bukan semata-mata sekedar pembagian daging kurban. Tetapi sebagai orang yang mampu agar dapat melaksanakan ibadah qurban ini dengan niat mendapat ridho-Nya.

22 Sep 2015

Kisah Mengharukan Ukasyah Dengan Rosulullah

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 22 September 2015

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum meninggal.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah, bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, tiba-tiba berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah. Tiba-tiba tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu-cucu kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi-jadinya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.

Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga tetesan air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam.

21 Sep 2015

Kisah Tukang Sol Sepatu Memberikan Uang Simpanannya Untuk Naik Haji Kepada Keluarga Miskin

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 21 September 2015

Adalah ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka,
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa?” ia menangis dalam mimpinya.
“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”

“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun. Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.

Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya.
Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namannya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, ditepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.

Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, "Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”

Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaannya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini"

Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah
Ya Allah aku rindu melihat kabah
Ijinkan aku datang.
ijinkan aku datang ya Allah.

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”

"Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.
Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.
Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan “tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.

Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.

Dalam hati saya : Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim? Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?” 
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak. Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati
kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.
Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.

“Ini masakan untuk mu”
"Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.” 
"Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”

Ya Allah disinilah Hajiku
Ya Allah disinilah Mekahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air matanya.

Fi kitab irsyadul ibad ila sabiila rosyad.

20 Sep 2015

Dialog Seorang Sufi Dengan Ir. Soekarno

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 20 September 2015

Mungkin ini adalah pertemuan sakral yg dialami oleh Prof. DR. H. Kadirun Yahya, Msc – seorang angkatan 1945, ahli sufi, ahli fisika dan pernah menjabat sebagai rektor Universitas Panca Budi, Medan - dgn Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

Ia bersama rombongan saat itu diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar bulan Juli 1965) bersama dengan Prof. Ir. Brojonegoro (alm), Prof. dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi, Admiral John Lie, Pak Sucipto Besar, Kapolri, Duta Besar Belanda.

“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3  Profesor-Profesor” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui rombongan Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Kemudian Presiden Soekarno mempersilakan rombongan tamunya untuk duduk.

“Profesor Kadirun Yahya silakan duduk dekat saya”, pinta presiden Soekarno kpd Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.

“Professor, ik horde van jou al sinds 4 jaar, maar nu pas onmoet ik jou, ik wou je eigenlijk iets vragen (saya dengar tentang engkau sdh sejak 4 tahun, tapi baru sekarang aku ketemu engkau, sebenarnya ada sesuatu yg akan aku tanyakan padamu),” kata presiden Soekarno dgn bahasa Belanda.
“Ya, tentang apa itu Bapak Presiden…?”

“Tentang sesuatu hal yg sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tapi blm ketemu jawaban yg memuaskan. Saya sudah bertanya pada semua ulama dan para intelektual yg saya anggap tahu. Tetapi semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas soalnya apa bapak Presiden?”

"Saya bertanya terlebih dahulu tentang yg lain, sebelum saya majukan pertanyaan yg sebenarnya” jawab Presiden Soekarno.
“Baik Presiden” kata Prof. Kadirun Yahya

“Manakah yg lebih tinggi, Presiden atau Jenderal atau Profesor dibanding dgn sorga ?” tanya Presiden. “Sorga” jawab Prof.Kadirun Yahya.
“Accoord (setuju)”, balas Presiden terlihat lega.

Menyusul Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas manakah yg lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat-pangkat dunia yg tadi dibanding dgn pangkat sorga?” tanyanya.

“Untuk Presiden, Jenderal, Profesor hrs berpuluh-puluh tahun berkorban dan ber-abdi pada Negara, Nusa dan Bangsa atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk mendapatkan sorga hrs berkorban untuk Allah segala-galanya. Berpuluh-puluh tahun terus menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha hrs beribu-ribu kali hidup dan ber-abdi, baru barangkali dpt masuk Nirwana," jawab Prof. Kadirun.
“Accoord”, kata Bung Karno (panggilan akrab Presiden).

“Nu heb ik je te pakken Professor (sekarang baru dapat kutangkap engkau Profesor)” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dgn senyumnya yg khas. Dan kelihatannya Bung Karno blm ingin cepat-cepat bertanya untuk yg pokok masalah. “Saya cerita sedikit dulu” kata Bung Karno.
“Silakan Bapak Presiden”.

“Saya telah banyak melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek krn banyak dosa rupanya. Sayapun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Al-Quran dan Al-Hadits bagaimana caranya supaya dgn mudah hapus dosa saya dan dpt ampunan dan bisa mati tersenyum."

"Lantas saya ketemu dgn satu Hadits yg bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut : Rasulullah berkata; Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dgn seekor anjing dan kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yg berisikan air dan memberi minum anjing yg kehausan itu. Rasul lewat dan berkata : Hai para sahabatku. Lihatlah, dgn memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Ia ahli sorga”.

“Nah Profesor, tadi engkau katakan bhw untuk mendapatkan sorga hrs berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dpt masuk sorga. Itupun barangkali. Sementara sekarang seorang wanita yg berdosa dgn sedikit saja jasa, itupun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli sorga. How do you explain it Professor?” Tanya Bung Karno lanjut. Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Ia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.

"Presiden, U zei, det U in 10 jaren’t antwoord niet hebt kunnen vinden, laten we zien ( Presiden, tadi bapak katakan dlm 10 tahun tak ketemu jawabannya, coba kita lihat), mudah-mudahan dgn bantuan Allah dlm 2 menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan”, katanya.

Keduanya adalah sama-sama eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia / fisika.

Di atas kertas Prof. Kadirun mulai menuliskan penjelasannya.
10/10 = 1 ;
“Ya” kata Presiden.
10/100 = 1/10 ; “Ya” kata Presiden.
10/1000` = 1/100 ;
“Ya” kata Presiden.
10/10.000 = 1/1000 ;
“Ya” kata Presiden.

10 / ∞ (tak terhingga) = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
1000.000 … / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
(Berapa saja + Apa saja) /∞ = 0;
“Ya” kata Presiden.
Dosa / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden.“

Nah…” lanjut Prof,
1 x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden
½ x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
1 zarah x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
“… ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengkaitkan, menggandengkan gerakannya dgn yg Maha Akbar."

"Mengikut sertakan yg Maha Besar dlm gerakan-gerakannya, maka hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yg begitu besar, yg langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yg pada saat itu juga hancur berkeping-keping. Ditorpedo oleh PAHALA yang Maha Besar itu. 1 zarah x ∞ = ∞ Dan, Dosa / ∞ = 0.
Ziedaar hetantwoord, Presiden (Itulah dia jawabannya Presiden)” jawab Profesor.

Bung Karno diam sejenak . “Geweldig (hebat)” katanya kemudian. Dan Bung Karno terlihat semakin penasaran.

Masih ada lagi pertanyaan yg ia ajukan. “Bagaimana agar dpt hubungan dgn Tuhan ?” katanya.

Profesor Kadirun Yahya pun lanjut menjawabnya. “Dgn mendapatkan frekuensi-Nya. Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dgn Tuhan."

"Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dgn frekuensi yg tdk sama, maka radio kita itu tdk akan mengeluarkan suara dari zender tsb. Begitu juga dgn Tuhan, walaupun Tuhan berada lebih dekat dari urat leher kita, tak mungkin ada kontak jika frekuensi-Nya tidak kita dapati”, jelasnya.

“Bagaimana agar dpt frekuensi-Nya, smtr kita adalah manusia kecil yg serba kekurangan ?” tanya Presiden kemudian.

“Melalui isi dada Rasulullah” jawab Prof.

“Dalam Hadits Qudsi berbunyi yg artinya : Bahwasanya Al-Quran ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka peganglah kuat-kuat akan dia” (Abi Syuraihil Khuza’ayya.r.a), lanjutnya.

Prof menyambung, “Begitu juga dalam QS.Al-Hijr : 29 – Maka setelah Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan di dalamnya sebagian Roh-Ku, rebahkanlah Dirimu bersujud kepada-Nya”.

"Nur Illahi yg terbit dari Allah sendiri adalah tali yg nyata antara Allah dgn Rasulullah. Ujung Nur Illahi itu ada dlm dada Rasulullah. Ujungnya itulah yg kita hubungi, maka jelas kita akan dpt frekuensi dari Allah SWT", kata Prof.

Prof melanjutkan, "Lihat saja sunnatullah, hanya cahaya matahari saja yg satu-satunya sampai pada matahari. Tak ada yg sampai pada matahari melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yg saringan-saringannya tak ada yg sampai matahari, walaupun ‘edelgassen’ seperti : Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dan lain-lain. Semua vacuum! 
Yang sampai pada matahari hanya cahayanya krn ia terbit darinya dan tak bercerai siang dan malam dgnnya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun, maka cahayanya pun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau matahari hilang maka cahayanyapun akan hilang. Matahari hanya dpt dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, mataharipun tak dpt dilihat”.

"Namun cahaya matahari, bukanlah matahari – cahaya matahari adalah getaran transversal dan longitudinal dari matahari sendiri (Huygens)", jelas Prof.

Prof menyimpulkan, "Dan Rasulullah adalah satu-satunya manusia akhir zaman yg mendapat Nur Illahi dlm dadanya. Mutlak jika hendak mendapatkan frekuensi Allah, ujung dari Nur itu yg berada dlm dada Rasulullah hrs dihubungi."

“Bagaimana cara menghubungkannya, smtr Rasulullah sdh wafat sekian lama ?” tanya Presiden. “

Prof menjawab, "Memperbanyak sholawat atas Nabi tentu akan mendapatkan frekuensi Beliau, yang otomatis mendapat frekuensi Allah SWT.
–Tidak kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di awang-awang – (HR. Abu Daud dan An-Nasay).

Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih : “Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku”.

Sontak Presiden berdiri. “You are wonderful” teriaknya. Sejurus kemudian, dgn merangkul kedua tangan profesor, Presidenpun bermohon : “Profesor, doakan saya supaya dpt mati dgn tersenyum di belakang

Presiden RI Jokowi Dan Para Pejabat Sosialisasi Manfaat Miras

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: Suara Rakyat
Editor: Mochamad Khotib

Entah azab apa yang akan diturunkan oleh Allah kepada Pemimpin Negara karena Di Istana negara dan kantor-kantor Menteri kini sudah bebas menyajikan minuman beralkohol yang disuplai dari minimarket terdekat.

Padahal ekonomi Indonesia saat ini sudah sangat tenggelam melebihi tragedi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Saat ini rakyat sudah sengsara juga ditambah dengan kabut asap dan persoalan-persoalan lain yang betul betul menyengsarakan rakyat miskin.

“Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo telah melakukan sosialisasi kepada pejabat di tingkat daerah untuk menjalankan misi serupa,” kata Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (18/9). 

Menurut Faizal, ada tradisi baru di lingkungan pemerintahan yaitu minum miras. 

“Tradisi mabuk alias teler berat akan menjadi budaya baru bagi pejabat negara dan hal itu mau ditularkan kepada rakyat,” ungkap Faizal. 

Lanjut Faizal, PDIP merupakan penyokong utama yang gencar mengkampanyekan perdagangan Miras secara legal di negeri ini.

Sebagaimana dikutip dari Harian Nasional, Kepala Badan Pengembangan Kebijakan Perdagangan (BP2KP) Kementerian Perdagangan (Kementerian Perdagangan) Tjahya Widayanti mengatakan, pelonggaran perdagangan miras tidak akan merusak moral bangsa. Masyarakat justru memiliki peluang usaha lebih besar.

Tapi, pengusaha tersebut harus memiliki izin pemerintah daerah (pemda) dan tidak melanggar peraturan. Distribusi miras akan fokus pada kawasan wisata. Pemda juga dapat mengizinkan perdagangan pada lokalisasi hiburan malam. Retail tetap dilarang karena rawan dibeli konsumen di bawah umur.

“Pelonggaran bukan berarti pembebasan. Kami hanya menyerahkan proses izin kepada pemda. Tapi pembatasan konsumen tetap jelas hanya untuk orang dewasa,” tuturnya.

19 Sep 2015

Pembinaan Bagi FKDT Di Kanwil Kemenag Propinsi Jatim

Buletin online Fk-Pontren
Sabtu, 19 September 2015

Kegiatan Pembinaan KKG, MGMP, FKDT dan MK2DT yang dilaksanakan oleh Kabid PD. Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur yang bertempat di Aula Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Timur pada sabtu 19 September 2015.
Acara ini dihadiri oleh peseta FKDT Kabupaten seluruh Jawa Timur dan Pengurus FKDT Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jatim bahwa lembaga Pendidikan Islam Di jatim sangat banyak sekali dengan rincian:
1. Ada 25.597 Lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah
2. Ada 6.561 Pondok Pesantren
3. Ada 38.800 TPQ di tingkat Jawa Timur.
Beliau juga mencontohkan seperti provinsi Jawa Barat bahwa dalam pendidikan Islam jawa barat telah memiliki Perda untuk Lembaga Pendidikan Islam. Namun untuk Provinsi Jawa timur masih belum ada perda yang mengatur untuk pendidikan islam. Ujar Husnul Marom dalam sambutannya. Beliau juga mengharap semoga untuk Propinsi Jawa timur bisa segera menerbitkan PERDA tentang Pendidikan Islam.
di Jawa Barat yang sudah menerbitkan Perda Pendidikan Islam didalamnya termasuk membahas tentang HR. Ustad atau guru diniyah juga membahas peraturan tentang Madin dan Pondok Pesantren juga TPQ.
Terus kapan untuk Provinsi Jawa Timur yang memiliki lembaga Pendidikan Islam terbanyak se Indonesia.

Ini Jawaban Pengurus Pusat IDAI Tentang Vaksin Imunisasi

Buletin online Fk-Pontren
Penulis:

Ketua III Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia 2002-2008Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI).Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang - Pediatri  Sosial, Magister Sains Psikologi Perkembangan.

Benarkah vaksin mengandung lemak babi ?

Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit  vaksin tertentu 15 – 20 tahun lalu,  ketika panen bibit vaksin tersebut  bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis)  haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus.

Benarkah vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?

Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah  buatan PT Bio FarmaBandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir.     

Benarkah program  imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin  agar menjadi bangsa yang lemah?

Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju  dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim.   Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan  lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak.  Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan.

Benarkah isu di buku, tabloid dan milis bahwa di Amerika banyak kematian bayi  akibat vaksin ?

Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham dataVaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan  kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 – 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada  38.787 laporan dari 4,5 juta bayi  berarti KIPI hanya 0,9 %.

Benarkah isu bahwa banyak bayi balita meninggal  pada imunisasi masal campak di Indonesia ?

Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak.

Demam, bengkak, merah setelah imunisasi membuktikan bahwa vaksin berbahaya?

Tidak berbahaya. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat.

Benarkah vaksin Program Imunisasi  di Indonesia juga dipakai oleh 36 negara Muslim?

Benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah  buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh  120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam.

 Benarkah  isu  di tabloid, milis, bahwa  program imunisasi gagal?

Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50  – 150 tahun  lalu) hanya dari 1 – 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda  dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda.

Contoh :

-          Isu vaksin cacar variola gagal,  berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 – 1880 dan Jepang tahun 1872-1892.  Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980  dunia bebas cacar variola.

-          Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %.

-          Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986

-          Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika

Benarkah program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?

Tidak benar program imunisasi gagal.  Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Bayi  balita yang belum diimunisasi lengkap bila tertular penyakit tersebut bisa sakit berat, cacat atau meninggal.

 Benarkah imunisasi  bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan balita?

Benar.  Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna.  Oleh karena itu saat  ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.  Semua negara berusaha meningkatkan cakupan agar lebih dari 90 %. Di Indonesia, setelah wabah polio 2005-2006 karena banyak bayi yang tidak diimunisasi polio, maka  menyebabkan 305 anak lumpuh permanen. Setelah digencarkan imunisasi polio, sampai saat ini tidak ada lagi kasus polio baru.

 Mengapa di  Indonesia ada buku, tabloid, milis, yang menyebarkan isu bahwa vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?

Karena di Indonesia ada orang-orang  yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari “ilmuwan” tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 – 40 tahun lalu (1970 – 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah alias bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 – 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa.

Sebaiknya semua bayi dan balita diimunisasi secara lengkap. Saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada  bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakanprogram imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %.

Badan penelitian di berbagai negara membuktikan kalau semakin banyak bayi balita tidak diimunisasi akan terjadi wabah, sakit berat, cacat atau mati. Hal ini telah terbukti di Indonesia, di mana wabah polio merebak pada tahun 2005-2006 (305 anak lumpuh permanen), wabah campak 2009 – 2010 (5.818 anak dirawat di RS, meninggal 16), dan wabah difteri 2010-2011 (816 anak di rawat di RS, 56 meninggal).

 

Bisakah  ASI, gizi, dan suplemen herbal menggantikan imunisasi ?

Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau  jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati.

Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.

Bolehkah selain diberikan imunisasi, ditambah dengan suplemen gizi dan herbal?

Boleh. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan,  dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik.

Benarkah bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap rawan tertular penyakit berbahaya ? 

Benar. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat.

Benarkah wabah akan terjadi bila banyak bayi dan balita tidak diimunisasi  ?

Benar. Itu sudah terbukti di beberapa negara Asia, Afrika dan di Indonesia.

Contoh: wabah polio 2005-2006 di Sukabumi karena banyak bayi balita tidak diimunisasi polio, dalam hitungan beberapa bulan, virus polio menyebar cepat ke Banten, Lampung, Madura, menyebabkan 305 anak lumpuh permanen.

Wabah campak di Jawa Tengah dan Jawa Barat  2010-2011 mengakibatkan  5.818 anak dirawat di rumah sakit dan 16 anak di antaranya meninggal dunia.

Wabah difteri dari Jawa Timur 2009 – 2011 menyebar ke Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, Barat, DKI Jakarta, menyebabkan 816 anak harus di rawat di rumah sakit, 54 meninggal.

ASI Dapat Menjadi Pengganti Vaksin Imunisasi

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: ilmukesmas.com

Istilah vaksinasi dan imunisasi mungkin akrab di telinga kita. Sejak SD kita mengenal istilah ini sebagai kegiatan yang berhubungan dengan kekebalan penyakit, namun ternyata banyak yang belum paham perbedaan antar keduanya, sebagian orang malah beranggapan kedua istilah ini memiliki pengertian yang sama. Benarkah?

Dalam Bahasa Indonesia, penggunaan akhiran -isasibermakna proses, sehingga kata vaksinasi maupun imunisasi menunjukkan suatu proses atau kegiatan.

Vaksin adalah bakteri dan virus yang telah dilemahkan.
Jadi vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke tubuh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu.Imun merupakan istilah lain dari kekebalan tubuh.
Jadi imunisasi adalah proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Dari pengertian tersebut bisa diketahui bahwa imunisasi merupakan istilah yang lebih umum untuk proses kekebalan tubuh, sedangkan vaksinasi adalah proses imunisasi yang khusus menggunakan vaksin saja. Artinya vaksinasi sudah adalah bagian dari imunisasi sedangkan imunisasi belum tentu merupakan vaksinasi.

“Lho, memang ada proses lain untuk mendapatkan kekebalan selain dengan vaksin?”

Ada, proses lain itu bisa secara alami seperti memberikan ASI pada bayi karena ASI juga membantu meningkatkan kekebalan bayi, bisa juga dilakukan secara buatan dengan bantuan tenaga kesehatan. Ada juga istilah imunisasi aktif dan pasif. Vaksinasi adalah contoh imunisasi aktif, disebut aktif karena dengan proses ini tubuh manusia secara langsung membuat antibodi, selain vaksinasi ada juga proses imunisasi secara pasif yaitu dengan pemberian serum (antibodi). Berbeda dengan vaksinasi, pada pemberian serum, antibodi pada seseorang atau binatang yang telah kebal terhadap suatu penyakit disuntikkan pada seseorang, dan karena yang disuntik sudah berupa antibodi maka tubuh tidak perlu belajar membuat antibodi, dan karena itu pula tubuh tidak punya kemampuan memproduksi antibodi, akibatnya orang yang diberi serum hanya kebal terhadap penyakit dalam jangka waktu tertentu saja.

Jadi jelas bedanya ya. Vaksinasi adalah bagian dari imunisasi sedang imunisasi belum tentu merupakan vaksinasi karena imunisasi ada banyak macamnya.

16 Sep 2015

Raja Saudi Beri Santunan 3.8 Miliar Bagi Korban Crane Masjidil Haram

Buletin online Fk-Pontren
Sumber: Suara Madinah / abdul muis  basith/ Sekolah indonesia jeddah

Atas perintah Yang Mulia Raja Salman Bin Abdul Aziz menyampaikan rasa  tanggung jawabnya dan belasungkawa kepada korban Crane jumat Silam.

beliau mengeluarkan pernyataan bahwa :

1. Memberikan santunan 1.000.000 SR atau sekitar 3,8 Miliar Rupiah bagi korban yang wafat.

2. Memberikan santunan1.000.000 SR atau sekitar 3,8 Miliar Rupiah bagi yang cacat seumur hidup.

3. Memberikan santunan 500.000 SR bagi semua korban crane yang tidak wafat atau cacat.

4. Menegakkan hukum Qodho' bagi perusahaan Bin Laden Corporation selaku pemilik proyek raksasa perluasan masjidil Haram dan mencabut izin kerja untuk proyek mendatang.

5. Bagi yang wafat, maka 2 orang keluarganya akan dihajikan sebagai tamu kehormatan untuk tahun 1437 H atau tahun depan.

6. Memberikan Haji tamu kerajaan bagi korban yang tidak bisa melaksanakan haji tahun ini dengan haji tahun depan.

7. Memberikan visa tambahan bagi korban yang masih sakit hingga sembuh dan pulang ke negaranya.

8.Membuat tim Investigasi dan mahkamah Syariah bagi Bin Laden Corps. karena masuk dalam kategori As-Syubhat Al Jinaiyah atau Mirip tindakan pidana.

Inilah surat perintah kerajaan seputar insiden Crane di Kota Suci Makkah. Semoga Allah menerima para Jamaah haji yang wafat dan memasukkan mereka ke dalam Surga yang tinggi dan menyembuhkan yang lainnya sehingga sehat wal afiat.

15 Sep 2015

Dinkes Kab. Sampang Kembangkan Pos Kesehatan Pesantren

Buletin online Fk-Pontren
15-09-2015

Pelaksanaan Workshop Pos Kesehatan Pesantren yang dilksanakan oleh Dinas Kesehatan Kab. Sampang 15 september 2015 yang bertempat di Gedung Aula Dinkes Kab. Sampang. Dihadiri oleh Peserta dari Pondok Pesantren se Sampang.
Tujuan kegiatan ini adalah bagaimana Pondok Pesantren memiliki Pos Kesehatan Di Pesantren. Juga mewujudkan target untuk mengerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat menuju Indonesia Sehat.
Harapannya adalah bagaimana memperdayakan masyarakat pondok pesantren dalam bidang kesehatan dengan ruang lingkup pesantren sebagai pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif.
Oleh sebab itu, harapannya bagaimana kader Poskestren dapat bertugas untuk memberikan informasi tentang masalah kesehatan dan penyuluhan juga upaya pencegahan penyakit di pondok pesantren.

7 Sep 2015

Mawardi: Memasyarakatkan Tahfidzul Qur'an Di Sampang Bagi Para Santri

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 7 September 2015

Halaqoh Pondok Pesantren dilaksanakan pada tanggal 30 s.d 31 agustus 2015 lalu yang digagas oleh PD. Pontren Kankemenag kab. Sampang di Hotel Camplong yang dihadiri kurang lebih 85 Peserta dari berbagai pondok pesantren se kabupaten sampang membuat Pesantren bangga dengan adanya program baru yang di rencanakan oleh H. Mawardi, S.Ag M.Hi selaku Kasi PD. Pontren Kemenag Kab. Sampang yakni terkait tentang program Rumah Tahfidz.
Redaksi buletin online Fk-Pontren berhasil mewancarai Kasi PD. Pontren via WA kemarin 6 september 2015 tentang tindak lanjut pelaksanaan Program Rumah Tahfidz di kab. Sampang.

Red: Assalamualaikum pak kasi, Apa langkah selanjutnya dengan selesainya acara halaqoh yang melibatkan pondok pesantren se sampang?

Kasi PD. Pontren: Ada 2 rencana tindak lanjut :
1. Memgumpulkan beberapa pond psantren utk bergabung dalam pontren sampang busines centre
2. Mengembangkan rumah2 tahfidz
Jika ini didukung oleh Pondok Pesantren di sampang, maka saya yakin akan menjadi kekuatan yang luar biasa
Dan sampang bisa selangkah lebih maju dari yang lainnya.
Red: Tentang rumah tahfidz, apakah PD. Pontren sebagai fasilitator atau hanya sebatas sebagai mediator saja?

Kasi PD. Pontren: Bisa dua-dua nya ...
Tahun 2016 akan kita perbanyak kegiatan tahfidz Itu pontren sebagai fasilitator. Dan Sebagai mediator, pontren akan menggandeng beberapa stakeholder yang bergerak di bidang tahfidz, untuk berbagi program dan fasilitasnya Seperti halnya DAQU dan SAGA Community.

Red: Kira-kira kapan dimulainya program itu.? Yang pasti secara nyata dan adakah acara pembukaan kegiatan secara simbolis?

Kasi PD. Pontren: Untuk tahfidz kita mulai insyaallah tanggal 8-9 nopember 2015.

Red: Pertannyaan terakhir.
Jika program itu terbukti dan menghasilkan hafidz dan hafidhoh di sampang. Maka apa program jangka panjangnya?

Kasi PD. Pontren: Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah bagaimana memasyarakatkan tahfidzul quran bagi santri. Dengn ini pula kita berharap menjadi benteng pertahanan bagi santri kita dari segala pengaruh budaya yg tidak baik, terutama yang lagi ngetren NARKOBA. Disamping itu kita akan perbanyak beasiswa tahfidz, baik dri kemenag sendiri ataupun dari penggiat tahfidz lainnya. Dan ini sudah berjalan mulai tahun 2015.

3 Sep 2015

Kebijakan Presiden Chechnya: Polisi dan Tentara Harus Shalat Subuh Berjamaah di Masjid

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 3 September 2015

Presiden Republik Chechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov mewajibkan para polisi dan tentara menunaikan shalat Isya dan shalat Subuh di Masjid. Kebijakan yang islami ini menuai apresiasi dari masyarakat Muslim dunia.
Seperti dilansir Islamedia, Ramzan Akhmadovich Kadyrov dikenal sebagai presiden yang memiliki akar ideologi Islam yang kuat. Ia lahir di Tsentoroi, Chechen-Ingush ASSR, Chechnya pada 5 Oktober 1976 lalu.
Meski usianya baru 39 tahun dan memimpin Chechnya belum sampai 10 tahun, Ramzan Akhmadovich Kadyrov telah banyak memperlihatkan karya spektakuler. Di bawah kepemimpinanya, Chechnya menjadi negara dengan tingkat pembangunan yang membuat masyarakat internasional angkat topi. Negara yang sebelumnya hancur porak-poranda karena perang kini disulap menjadi negeri yang indah dan bersih.
Ramzan Akhmadovich Kadyrov merupakan anak dari Akhmad Kadyrov, seorang ulama sekaligus Mufti Pejuang Chechnya pada masa perang. Akhmad Kadyrov dilantik menjadi Presiden Republik Chechnya yang pertama dan mengemban amanah selama dua periode. Keluarga Kadyrov adalah keluarga yang disegani oleh masyarakat Chechnya dan pemerintah Rusia.
Jadi jangan heran jika Anda berkunjung ke Cehchnya akan melihat pemandangan yang sangat luar biasa, yaitu para polisi dan tentara berbondong-bondong menuju masjid ketika azan berkumandang. [Siyasa/Tarbiyah.net]

BULETIN ONLINE