SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

28 Des 2015

Fk-Pontren mengadakan rapat kordinasi persiapan tentang Sampang Bersholawat

Sampang kota 28 Desember 2015
5 hari lagi Sampang Bersholawat akan dilaksanakan. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh Panitia sangat terlihat tadi pagi telah diadakan rapat gabungan antara panitia dengan para pejabat pemerintah kabupaten sampang. Seperti Dinas Sosial, kabid Protokol, kabid humas, Dinas Kesehatan, Kemenag, Polres Sampang, Satlantas Sampang, Koramil, Dishub sampang, Satpol PP sampang dan dinas, Pengurus Fk-Pontren, AUMA (Aliansi Ulama Madura) dan dinas terkait lainnya.
Dalam kegiatan rapat tersebut bapak sekda memberikan arahan kepada semua jajarannya untuk menjalin kerjasama dengan baik agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

Dalam pelaksanaan rapat yang dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Kabupaten sampang mereka juga membahas beberapa macam masalah yang berkaitan tentang kegiatan sampang bersholawat. Termasuk persiapan dalam melengkapi beberapa hal yang harus segera dipersiapkan. Sebab kegiatan insya Allah akan dilaksanakan hari sabtu malam minggu tanggal 2 januati 2016. Yang ditempatkan di gedung olahraga Indoor tenis di depan lapangan wijaya kusuma bangsa

17 Des 2015

Anak kecil yang mencintai Nabi Muhammad SAW

Buletin online Fk-Pontren

KISAH HIKMAH
=============
Anak Kecil Yang Cinta  Baginda Nabi Muhammad SAW.

Terjadi satu kisah di zaman Syeikh Abdurrohman Ad-Diba'iy. Ketika sedang berkumpul dengan orang-orang di kota Zabid (ujung kota Yaman) untuk berziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW di kota Madinah.

Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan tadi hendak bergerak ke kota Madinah, datang seorang anak kecil umur sekitar 8 tahun. Wahai syeikh aku hendak ikut ziarah ke makam Nabi SAW.

Tapi permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syeikh,

kata beliau: karena kau nanti membuat susah, orang hendak ke sini kau hendak kesana.
Lalu syeikh bertanya kepada anak kecil itu, kenapa kau sangat ingin ikut.

Lalu anak itu berkata: wahai syeikh percayalah "Aku sangat rindu dengan Rosululloh". Namun dijawabnya, ''Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.''

Maka berjalanlah rombongan tadi. Setibanya di kota Madinah tepatnya dimakamnya Sayyidina Muhammad SAW, terkejutlah Syeikh Abdurrohman Ad-Diba'iy karena melihat anak kecil itu ada dihadapannya.

''Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut.''

''Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak/peti ikut bersama rombongan ziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW.''

Kata Syeikh: "Aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama 2 minggu kau makan dan minum dari mana? tidak makan dan tidak minum.''

''Wahai syeikh sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi SAW''.

Anak kecil tadi pun bertanya: ''Wahai syeikh apakah benar tanah ini pernah di pijak Rosululloh?''

Kata syeikh: ''ya'. Kemudian anak tersebut mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut, terus anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan.

Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu di kebumikan di luar kota Madinah. Karena dia orang luar.

Kemudian kesemuanya terus mengerjakan umroh.

Saat pulang, syeikh teringat kepada anak tadi, lalu datang menziarahi makam anak itu. Ketika syeikh melihat keadaan makam itu, beliau menjadi bingung. Karena kubur itu diluar kota Madinah tapi berangsur-angsur bergeser masuk kota Madinah mendekati makam Sayyidina Muhammad Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam.

Maka menangislah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'iy.

Sampai sekarang makam tersebut masih ada (zaman syeikh Abdurrohman) dan makam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi.

''Wahai anak kecil betapa hebat dan mulianya engkau, sewaktu kecil kau rindu hendak ziarah ke makam Sayyidina Muhammad Rosululloh SAW, dan sewaktu kau wafat kau juga rindu kepada Rosululloh...''

Syeikh Abdurrohman Ad-Diba'iy pun menangis di dalam rumahnya “Aku ini adalah seorang imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai Rosululloh SAW.

Dan sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya.

Hebatnya!!! cinta anak kecil kepada Habibina Sayyidina Rosulillah Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam.

13 Des 2015

Keajaiban Sedekah

Buletin online fk-Pontren

Bersedekah Maka Harta Tidak Akan Berkurang.
Suatu ketika seorang istri Rasulullah Saw. bertanya kepada beliau, "Siapakah diantara kami yang akan menyusulmu lebih dahulu?" Beliau menjawab, "Dia yang lebih panjang tangannya." Mereka pun mengambil sepotong ranting, lalu mengukur tangan masing-masing.
Ternyata, Sudah yang lebih panjang tangannya. Setelah itu, tahulah kami bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang yang lebih dahulu menyusul beliau adalah orang yang banyak bersedekah (HR Bukhari dan Muslim).

Demikian pula dengan Zainab binti Jahsya r.a., beliaulah yang dikatakan oleh Aisyah, "Tidak ada orang yang lebih baik daripada dirinya, yang banyak bersedekah dan sering mengorbankan diri dalam bekerja agar dapat bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah."

Istri-istri Rasulullah Saw. dikenal sebagai Muslimah yang ringan tangan dan gemar berbagi. Dalam hal bersedak, seorang Muslimah selayaknya meneladani kedermawanan mereka sekaligus menyakini bahwa tidak akan miskin orang yang gemar berbagi.

Bahkan, harta itu akan dilipatgandakan oleh Allah sesuai dengan Kehendak-Nya. Rasulullah Saw. menjamin, "Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan, seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya" (HR Muslim).

11 Des 2015

Fk-Pontren Gelar Sampang Bersholawat Bersama 10 ribu santri

Buletin online Fk-Pontren

Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FK.Pontren) kab. Sampang bersama AUMA (Aliansi Ulama Madura) akan mengadakan acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema SAMPANG BERSHOLAWAT. Insya Allah acara ini akan dilaksanakan pada hari sabtu malam minggu tanggal 22 Robiul Awal 1437 H yang bertepatan pada tanggal 2 Januari 2016. Sampang bersholawat ini akan dihadiri oleh Menteri Agama dan Waqaf Prof. DR. Syekh Muhammad Musthofa al-Yaquti dari Negara Sudan.
Akan hadir juga para habaib, Ulama, Kyai, para Pejabat pemerintah daerah Provinsi Jawa timur juga para pejabat pemerintah daerah kabupaten sampang dan 500 undangan VIP sekaligus 10 ribu undangan dari Madrasah dan Pondok Pesantren se kabupaten sampang.

9 Des 2015

Terungkap Rahasia Tayamum

Buletin online fk Pontren

Teman saya bertanya kepada saya, "Kamu sering kesetrum listrik statis waktu memegang handle pintu kantor kita?"
Saya jawab, "Iya, betul sekali. Tetapi hanya waktu winter saja."
Setiap musim winter tiba, saya memang sering merasa kesetrum ketika memegang handle pintu yang terbuat dari bahan logam seperti almunium.

Ia bertanya, "Tahukah kamu mengapa hal ini tidak terjadi di musim yang lain?"
Saya jawab, "Tidak tahu."
Kata teman saya, "Karena udara sangat kering di musim winter."
Saya tanya, "Kok bisa begitu?"

Jawab dia, "Karena molekul air yang mengembun di tubuh kita akan menetralkan listrik statis yang terakumulasi di tubuh kita. Di musim winter, udara sangat kering, sehingga tidak ada molekul air di permukaan kulit kita. Elektron yang terkumpul di tubuh kita, yang kebanyakan berasal dari gesekan jaket yang kita kenakan, akan terus terakumulasi. Dan begitu tangan kita menyentuh logam yang merupakan konduktor yang baik, elektron yang terakumulasi tadi langsung "meloncat" dari tubuh kita ke logam tsb. Itu adalah fenomena "petir mini", dan ujung jarimu yang merasa seperti tersambar petir. Hal ini mirip dengan fenomena penangkal petir. Di atas ada gumpalan uap air yang kaya akan elektron. Elektron elektron itu akan "meloncat" ke bumi melalui titik titik terdekat dengan awan yang terbuat bahan konduktor yang bagus."

Saya terkesima, dan berujar, "Oooo, begitu ya, ceritanya."

Ia pun dengan semangat meneruskan kuliahnya, "Jadi, kalau kamu tidak ingin tersambar petir mini alias kesetrum listrik statis, sebelum kau memegang handle pintu, basahilah dulu tanganmu dengan air. Atau, kalau tidak ada air, salurkanlah elektron di tubuhmu ke bumi dengan menebakkan tanganmu ke tanah atau tembok."

Saya terperangah dengan kalimat terakhir itu. Saya terperanjat. Saya terkagum kagum. Saya bertakbir: Allahu Akbar!
Berpuluh - puluh tahun saya bertanya - tanya tentang tayamum sebagai pengganti wudhu, berpuluh puluh tahun naluri keingintahuan saya pendam. Hari ini, temanku yang notabene seorang atheis yang menjelaskannya dengan gamblang dengan teori listrik statis; sebuah ilmu sederhana yang sudah saya pelajari sejak bangku SD dan selalu saya dapatkan pelajaran itu di jenjang sekolah berikutnya.

Dulu, saya mengira bahwa (satu satunya) hikmah berwudhu adalah membersihkan badan dari kotoran yang menempel di tubuh kita. Tetapi saya tidak habis fikir, bagaimana bisa wudhu diganti dengan tayammum yang dilakukan dengan membasuhkan debu ke wajah dan telapak tangan? Bukankah dengan tayamum justru tangan dan wajah kita menjadi "kotor" ? Ada apa ini? Apa rahasia di balik semua ini?

Ternyata, "kotoran" yang ada di dalam tubuh kita ternyata bukan hanya debu yang menempel ke tubuh kita. Ada jenis "kotoran" yang tidak terlihat oleh mata, jauh lebih berbahaya bila tidak segera di"buang". "Kotoran" itu bernama elektron, yang apabila terlalu banyak terakumulasi di tubuh kita bisa merusak kesetimbangan sistem elektrolit cairan di dalam tubuh kita. Padahal konon lebih dari 90% tubuh kita adalah cairan.

Molekul molekul air H2O yang bersifat polar sangat mudah menyerap elektron elektron yang terakumulasi di tubuh kita. Hanya dengan mengusapkan air ke permukaan kulit saja, maka "kotoran" elektron itu dengan mudah "terbuang" dari tubuh kita. Sekarang saya faham, mengapa Rasulullah SAW pernah "mandi besar" hanya dengan menggunakan air satu ciduk saja; kurang lebih satu liter saja. Rupa - rupanya yang dibutuhkan hanyalah membasahi seluruh permukaan tubuh dengan air, tanpa harus mengguyurnya. Dan itu pulalah sebenarnya definisi syar'i wudhu dan mandi besar: hanya perlu membasuh saja, dan bukan mengguyur dengan air. Ternyata, hanya dengan membasuh kulit tubuh dengan air itulah kelebihan elektron di permukaan tubuh kita akan dinetralkan.

Dengan teori "kotoran" elektron listrik statis inilah akhirnya rahasia di balik tayamum sebagai pengganti wudhu menjadi terang benderang di mata saya; bahwa air yang dibasuhkan ke kulit tubuh akan menetralkan listrik statis di tubuh kita, dan penetralan itu bisa diganti dengan menebakkan tangan ke tanah dan mengusapkan debu wajah dan telapak tangan. Pernah ada kisah seorang sahabat bergulung gulung di tanah karena ia harus mandi besar dan tidak ada air. Ia mengira, bahwa ia harus melumuri tubuhnya dengan debu, sebab ia beranalogi dengan wudhu dan tayamum. Kalau wudhu yang mengusap hanya wajah, kepala, tangan dan kaki difanti dengan tayamum yang mengusap wajah dan telapak tangan, maka mandi janabat yang harus membasuh seluruh tubuh diganti dengan tayamum seluruh tubuh. Rasulullah pun menjelaskan bahwa tayamum untuk mandi janabah dilakukan sama persis dengan tayamum sebagai pengganti wudhu, yaitu cukup wajah dan telapak tangan saja. Ternyata, efek penetralan elektron itu cukup dengan menebakkan tangan ke tanah dan mengusapkan debu tipis ke telapak tangan dan wajah kita.

Subhaanallaah. ... Satu lagi Allah tunjukkan kepada saya bukti kebenaran Alqur'an sebagai wahyu Allah dan bukan karangan manusia.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur" (QS AlMaidah:6)

8 Des 2015

Prof Lawrence E Yoseph : SUNGGUH KITA BERHUTANG BESAR KEPADA ORANG ISLAM

Berikut ini penemuan terbaru yang sangat mengejutkan dari
Prof Lawrence E Yoseph : SUNGGUH KITA BERHUTANG BESAR KEPADA ORANG ISLAM

Encyclopedia Americana menulis : “…Sekiranya orang2 Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yg berpusat di Hajar Aswad, tdk lg memencarkan gelombang elektromagnetik.

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yg ada. Beberapa astronot yg mengangkasa melihat suatu sinar yg teramat terang mememancar dari bumi, dan setetlah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka’bah.

Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yg berfungsi bagai mikrofon yg sdg siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph – Fl Whiple menulis : “…Sungguh kita berhutang besar kpd orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu…”Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar.

Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji & Umroh. Tulisan ini bisa menjawab fitnah & tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan ; yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad.

dikutip dari Bubblews News : http://www.bubblews.com/news/1285699-new-discoveries-about-the-ka039bah

Wallahu a’lam (hanya Allah Yang Maha Tahu).

TRADISI REBO WEKASAN

TRADISI REBO WEKASAN
(Rabu Terakhir bulan Safar)

Dalam kitab Al-Jawahir al-Khoms, Syech Kamil Fariduddin as-Syukarjanji dihalaman ke 5, disebutkan pada tiap tahun hari rabu terakhir di bulan Safar, Allah akan menurukan 320.000 bala bencana ke muka bumi. Hari itu akan menjadi hari-hari ang paling sulit diantara hari-hari dalam satu tahun.

Dalam kitab tersebut, disunahkan kita untuk mendirikan Shalat pada hari tersebut sebanyak 4 rakaat dimana tiap rakaatnya membaca surat alfatihah, dan surat al-kautsar 17 kali, kemudian al-ikhlas 4 kali, surat alfalaq dan an-nass masing-masing satu kali.

Dalam bukunya “Kanzun Najah was- Surur fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhur“, Syech Abdul Hamid al-Quds, Imam Besar Masjidil Haram mengatakan,
“Banyak Awliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.” Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun.

Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari ini.

Nah, Dalam budaya Jawa (kekhalifahan/kerajaan mataram Islam) tradisi rabu terakhir bulan safar ini di akomodir dalam tradisi Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan.

Berbagai macam aktivitas islami hadir dalam tradisi rebo wekasan di masyarakat jawa, dari mulai berkumpul untuk tahlilan (zikir bersama), berbagi makanan baik dalam bentuk gunungan maupun selamatan, sampai sholat sunnah lidaf’il balaa bersama.

Shalat sunnah memohon ampun dari bala bencana (lidaf’il balaa) selalu dilakukan oleh pengikut Jamiyyah Nahdlatul Ulama di Indonesia dan dunia. Walau dalam khasanah pemikiran NU sendiri shalat ini diterima dengan baik dan memodifikasi/meluruskan ajaran islam-kejawen yang memelencengkannya menjadi Sholat Rebo Wekasan.

KH.Hasyim Asy’arie pendiri NU juga pernah berfatwa, tidak boleh mengajak atau melakukan sholat Rebo wekasan karena hal itu tidak ada syariatnya. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) berfatwa kalau dikampung-kampung masih ada orang yang menjalankan sholat rebo wekasan, ya niatnya saja yang harus diubah. Jangan niat sholat Rebo wekasan, tapi niat sholat sunat mutlak gitu saja, atau niat sholat hajat walau hajatnya minta dijauhkan dari bala’, pokoknya jangan niat sholat Rebo wekasan karena memang nggak ada dasarnya.

Dan kepada mereka yang jadi panutan masyarakat harus menjelaskan soal ini.” Shalat sunnah lidaf’il balaa ini tak harus dilakukan di hari rabu terakhir bulan safar, tapi dimana kala ketika kita merasa firasat buruk akan adanya bala bencana. Wallahua'lam..

Semoga bermanfaat.. 
Baarakallah fiikum..

Habib Salim Al Haddar

BULETIN ONLINE