SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

31 Okt 2015

Tafsir Abdul Qodir Jailani Telah Ditemukan Di Vatikan

Buletin Online Fk-Pontren
Sumber: islammoderat.com

Layouter: mochamad khotib


Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani telah ditemukan. Penemuan karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani oleh cucu ke-23-nya sendiri, Syekh Dr. Muhammad Fadhil, membuat dunia akademik dan pengamal tarekat/tasawuf terkagum-kagum. Bagaimana tidak? Naskah ini selama 800 tahun menghilang dan baru ditemukan secara utuh di Vatikan. Manuskrip yang berisi 30 Juz penuh ini tersimpan secara baik di perpustakaan.

Tak ada yang menyangka sebelumnya bahwa Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menulis kitab tafsir Al-Quran 30 juz yang mengulas ayat-ayat Al-Quran. Kita seolah-olah mempelajari samudra tasawuf dari ayat ke ayat. Dan, alhamdulillah, Tafsir Al-Jailani, yang dalam bahasa Arab telah diterbitkan oleh Markaz Al-Jailani Turki (6 jilid), kini telah berhasil diterjemahkan dalam bahasa Indonesia/Melayu menjadi 12 Jilid. Hingga hari ini, Markaz Jailani Asia Tenggara baru mencetak 2 jilid pertama.

Para salik yang berada di Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura yang berbahasa Melayu bisa mempelajari makna-makna penting tasawuf yang diajarkan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dengan mudah.

Kami sangat berterima kasih dengan perjuangan penelitian dan penyelidikan yang dilakukan oleh Syekh Dr Muhammad Fadhil dalam menyelamatkan manuskrip-manuskrip langka ini. Terutama yang berkaitan dengan Tafsir Al-Jailani. Kami terharu ketika mendengarkan langsung kisah pengkajian dan penelitiannya selama puluhan tahun.

Berikut adalah penuturan Syekh Fadhil dalam pembukaan kitab Tafsir Al-Jailani yang ditelitinya:

“Saya tumbuh besar di bawah pendidikan kakek saya Sayyid Syarif al-Alim al-Muqtada bih wa al-Quthb al-Kamil asy-Syaikh Muhammad Shiddiq Jalilaniy al-Hasaniy. Ayah saya bernama Sayyid Syarif al-Alim al-Allamah wa al-Bahr al-Fahhamah Syaikh Muhammad Faiq Jailaniy al-Hasaniy.

Setelah saya mendatangi Madinah Munawwarah dan tinggal di kota ini, saya pun mulai mencari kitab-kitab Syaikh Abdul Qadir al-Jailaniy Radhiyallahu ‘Anhu pada tahun 1977 M di Madinah al-Munawwarah dan kota-kota lainnya sampai tahun 2002 M.
Setelah tahun itu, saya menghabiskan seluruh waktu saya untuk mencari kitab-kitab sang Syaikh Radhiyallahu ‘Anhu, dan sampai hari ini saya masih terus melanjutkan pencarian itu.

Saya telah mendatangi sekitar lima puluh perpustakaan negara dan puluhan perpustakaan swasta yang terdapat di lebih dari 20 negara. Bahkan ada beberapa negara yang saya datangi sampai lebih dari dua puluh kali.

Dari proses panjang itu saya berhasil mengumpulkan tujuh belas kitab dan enam risalah yang salah satunya adalah kitab tafsir ini yang menurut saya, tidak ada bandingannya di seluruh dunia.

Dari perjalanan saya mendatangi beberapa pusat-pusat ilmu pengetahuan, saya pun mengetahui bahwa ada empat belas kitab karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailaniy yang dianggap punah. Oleh sebab itu, saya terus melakukan pencarian kitab-kitab tersebut di pelbagai perpustakaan internasional setelah kitab tafsir ini selesai dicetak dan diterbitkan, insya Allah.

Sungguh saya sangat bergembira dan bersyukur kepada Allah SWT ketika saya mengetahui bahwa jumlah lembaran tulisan karya kakek saya Syaikh Abdul Qadir al-Jailaniy radhiyallâhu ‘anhu yang berhasil saya kumpulkan mencapai 9.752 lembar. Jumlah itu tidak termasuk tulisan-tulisan yang akan kami terbitkan saat ini dan beberapa judul yang hilang. Tentu saja, semua ini membuat saya sangat gembira dan bangga tak terkira kepada kakek saya Syaikh Abdul Qadir al-Jailaniy r.a..

Ada sebuah pengalaman menakjubkan yang saya alami ketika saya mendatangi negeri Vatikan untuk mencari karya-karya sang Syaikh di perpustakaan Vatikan yang termasyhur. Ketika saya memasuki negara Vatikan, petugas imigrasi bertanya kepada saya tentang alasan saya mengunjungi Perpustakaan Vatikan.

Pertanyaan itu dijawab oleh seorang kawan asal Italia yang mendampingi saya dengan mengatakan bahwa saya sedang mencari buku-buku karya kakek saya Syaikh Abdul Qadir al-Jailaniy. Saya kaget ketika tiba-tiba saja, petugas itu langsung berdiri dan berhormat seraya berkata: “Ya

gambar ilustrasi

Fakta Menarik Seputar Santri dan Pesantren

Buletin online Fk-Pontren
Kiriman: Ahmad Naufa, Santri PP An-Nawawi Purworejo

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Mau tahu apa saja fakta-fakta menarik seputar santri dan dunia pesantren? Berikut adalah 11 ulasannya khusus untuk anda.

1. Para santri ngetel (masak) sendiri 
Masak sendiri merupakan salah satu hal yang mendewasakan dalam dunia pesantren. Tempo dulu, ketika belum ada kompor, santri masak memakai kayu bakar. Ketika musim hujan tiba, tak jarang banyak hanger atau sandal jepit yang hilang. Ke mana hilangnya, ya, jelas ke tungku untuk memasak. Namun, sekarang jarang santri yang masak sendiri, seiring dengan perkembangan jaman. Jika mencari santri memasak di dapur, silakan cari pondok yang masih salaf.

2. Makan se-lengser bersama
Inilah yang membuat apapun makanannya akan enak terasa. Santri yang memasak, ketika sudah siap saji, makanan ditiriskan di lengser atau daun pisang. Kemudian dimakan secara bersama-sama oleh 5 - 10 orang. Meski nasi dan sayur masih panas, para santri tak peduli untuk melahapnya. Soal tangan gosong atau lidah terbakar, itu soal nanti. Masalahnya, kalau tidak berani ambil resiko itu, dijamin tidak kenyang karena kalah dengan yang lain.

3. Antri mandi
Pesantren yang jumlah santrinya ribuan, ketika pagi dan sore hari akan ada pemandangan menarik di kamar mandi atau kali (sungai). Satu kamar mandi, bisa antre tiga orang. Jika tak sabar, yang ngantri akan menggedor-gedor pintu. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya buang hajat dengan pintu digedor-gedor. Berbeda dengan kamar mandi, kalau mandi di sungai antrinya petelesan celana untuk santri putra. Sungguh menggelikan.

4. Terserang penyakit kulit
Penyakit kulit atau kudis, akrab bagi santri baru. Hal ini seakan menjadi "ujian" pertama bagi santri; apakah nantinya ia akan betah tinggal di pesantren atau tidak. Saking parahnya, santri yang terkena penyakit ini kadang sampai tak bisa duduk atau sulit jalan. Mau dibawa ke rumah sakit, dokter, tak jua sembuh-sembuh. Hanya waktu yang bisa menyembuhkannya, hingga badan kebal dan penyakit merasa bosan sendiri.Namun, itu dulu. Pesantren sekarang sudah banyak memiliki air bersih dan sanitasi yang memadahi.

5. Tidur di lantai berbantal pakaian kotor
Dulu tak ada ceritanya santri tidur di kasur. Tidurnya cukup merebahkan badan di lantai kamar, depan kamar atau serambi masjid. Untuk bantal, pakaian kotor dikumpulkan lalu dibungkus dengan sarung. Hal itu sudah lebih dari cukup menghilangkan kantuk karena kesibukan ngaji pagi, siang sampai malam.

6. Berebut IN atau jajanan
Sudah menjadi tradisi, ketika ada santri baru atau menerima wesel atau sehabis pulang selalu membawa aneka jajanan. Ketika si santri datang diantar orang-tua, seluruh anggota kamar akan bersikap dewasa dan melayani tamu dengan penuh penghormatan, seperti anjuran baginda nabi. 

Namun sejurus kemudian, ketika para tamu orang tua atau wali santri itu pulang, akan segera terjadi kegaduhan: berebut jajanan. Ini suatu tradisi yang lazim terjadi di pesantren-pesantren salaf, meski latar belakang santri adalah seorang yang mampu. Berebut I.N. atau jajanan ini menjadi suatu hal yang menarik dan menyenangkan.

7. Dikejar setoran
Setoran disini bukanlah setoran yang lazim terjadi antara sopir angkot dengan juragannya, namun setoran hafalan nadzaman dan syair-syair kitab. Biasanya, seminggu sekali para santri setoran hafalan tersebut kepada sang ustadz. Jika tidak memenuhi target, si santri akan dita'zir dan lebih ekstrem lagi tak bisa naik kelas.

8. Mayoran
Istilah mayoran dewasa ini jarang terdengar. Ini adalah manifestasi kekompakan atau rasa syukur santri setelah mengkhatamkan kitab. Biasanya, ada pengurus kelas yang menariki iuran lalu dibelikan daging. Daging, merupakan barang mewah bagi santri yang dengan kultur pesantren salaf rata-rata menyuruh untuk hidup senderhana, riyadlah dan tirakat. Namun, sepertinya tradisi mayoran ini sekarang lekang oleh waktu karena makanan mewah sudah ada dimana-mana
9. Ta'zir (hukuman)
Pesantren dimanapun memiliki peraturan. Jika ada santri yang melanggar, ia akan dihukum sesuai bobot pelanggarannya. Ada yang diceburkan ke kolam atau sunga, dicukur gundul atau dipajang di depan pesantren dengan mengalungkan papan bertuliskan kesalahannya. Ketika terjadi ta'ziran ini, biasanya semua santri menonton dan menyoraki. Ini pelajaran sekaligus tes mental dan melatih tanggung jawab.

10. Berebut mencium tangan kiai
Pesantren salaf mengajarkan santri untuk memuliakan ilmu dan ahlinya. Salah satu bentuk memuliakan tersebut adalah bersalaman dan mencium tangan kiai. Ini terjadi di semua pesantren-pesantren salaf, kecuali pesantren modern. Selain itu, bersalaman dan mencium tangan kiai adalah sebuah upaya ngalap berkah agar mendapat ridla dari sang kiai.

11. Tirakat
Terakhir dalam tulisan ini, adalah tirakat. Para santri biasanya meminta ijazah kepada kiai akan amalan-amalan tertentu seperti: ngrowot (tidak makan nasi), puasa, shalat jamaah, manaqib,mujahadah, dalalil dll. Amalan tersebut merupakan metode salafiyyah yang menjadi perekat masuknya ilmu ke hati. Jadi, jangan heran kalau ada santri yang makannya nasi aking (oyek, thiwul) karena itu ia sedang menjalankan misi spiritual. Bahkan, di pesantren tertentu, banyak santri yang mengamalkan ilmu kanuragan sehingga tak mempan bacok.

Demikianlah 11 fakta menarik tentang santri di pesantren yang dapat saya rangkum. Semoga, ke depan para santri terus dapat berkiprah membangun masyarakat, negara dan bangsa dalam domain agama Islam yang rahmatan lil alamin.

KISAH INSPIRATIF: Seorang Anak Membasuh Telapak Tangan Orang Tuanya

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 31 oktober 2015

Seorang pemuda melamar lowongan posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus wawancara awal.
Sekarang akan bertemu dengan seorang direktur untuk wawancara akhir.
Dari CV-nya sang direktur mengetahui bahwa prestasi akademis pemuda itu sangat baik. Dia bertanya, "Apakah Anda mendapat beasiswa di sekolah ...?"
Pemuda itu menjawab, "NO".

"Siapa yang membayar biaya sekolah ...?"
"Orangtua," jawabnya.
"Di mana mereka bekerja ......?"
"Mereka bekerja sebagai tukang cuci pakaian."

Direktur meminta pemuda itu untuk menunjukkan tangannya. Pemuda itu menunjukkan kedua tangannya yang halus dan sempurna.
"Pernahkah Anda membantu orang tua Anda mencuci pakaian?"

"Tidak pernah. Orangtua saya selalu ingin saya belajar dan membaca buku lebih banyak. Selain itu, orangtua saya bisa mencuci pakaian lebih cepat dari saya."

Direktur mengatakan, "Saya punya permintaan. Ketika Anda pulang hari ini,  pergi dan bersihkan tangan orangtua Anda.
Temui saya besok pagi."

Pemuda itu merasa sedih. Ketika ia kembali ke rumah,
ia meminta orangtuanya membiarkan dia membersihkan tangan mereka. Orangtuanya merasa aneh.
Senang..., terharu... tapi dengan perasaan campur aduk,
Mereka menunjukkan tangan mereka kepada sang anak.

Pemuda itu membersihkan tangan mereka perlahan-lahan.
Airmatanya meleleh perlahan saat ia melakukan itu.
Ini adalah pertama kalinya ia melihat ... Tangan orangtuanya begitu kusut, dan begitu banyak lecet di tangan mereka.

Beberapa luka lecet itu membuat mereka mengeluh sakit saat ia menyentuhnya, Ini adalah pertama kalinya pemuda itu menyadari bahwa sepasang tangan yang mencuci pakaian setiap hari inilah yang  memungkinkan dia untuk membayar biaya sekolah.
Lecet-lecet di tangan adalah harga yang harus dibayar orang tuanya untuk pendidikan, kegiatan sekolah dan masa depannya. Setelah membersihkan tangan orangtuanya,
pemuda ìtu diam-diam mencuci semua pakaian yang masih tersisa. Malam itu, orangtua dan anak berbincang untuk waktu yang sangat lama.
Keesokan paginya, pemuda itu pergi ke kantor direktur.
Direktur melihat airmata di mata pemuda itu, ketika ia bertanya:
" Apa yang telah Anda lakukan di rumah Anda kemarin ....?"
Pemuda itu menjawab,
"Saya membersihkan tangan orangtua saya, juga mencuci semua pakaian yang tersisa sampai selesai."

" Pelajaran apa yg Anda peroleh..? "

"Saya sekarang tahu apa artinya cinta dan pengorbanan orang tua saya. Tanpa orangtua saya, saya tidak akan menjadi diri saya hari ini "...

Dengan membantu orangtua saya, saya baru menyadari betapa sulit mencapai tujuan kalau dilakukan sendiri.
Saya menghargai pentingnya saling membantu dalam keluarga." Direktur mengatakan, "Inilah yang saya cari pada diri seorang manajer. Saya ingin merekrut orang yang dapat menghargai bantuan orang lain.
Orang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, Orang yang tidak menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidup."

"Anda diterima kerja."

Wahai para orang tua, Seorang anak, yang terlalu dilindungi,
dimanjakan apa pun yang ia mau,
akan mengembangkan "mentalitas hak" dan akan selalu mengutamakan dirinya sendiri. Dia akan mengabaikan upaya orangtuanya.

Jika kita menjadi orangtua yang terlalu melindungi, bukan berati mencintai anak-anak dengan cara yg benar.
Bukankah malah menghancurkan mereka...?

Boleh membiarkan anak tinggal di sebuah rumah besar,
makan makanan yang baik, belajar piano, menonton TV layar lebar. Tapi ketika Anda membersihkan rumah, ajak mereka juga melakukannya. Setelah makan, biarkan anak-anak mencuci piring dan mangkuk sendiri.

Bukan karena tidak punya uang untuk menyewa pembantu, tetapi karena ingin mencintai anak2 dengan cara yang benar.
Agar mereka mengerti, kendati orangtua mampu. Suatu hari kita akan menjadi tua dan tak berdaya. Betapa bahagia mempunyai anak yang mengerti.

Didik dan bimbinglah anak Anda agar belajar bagaimana menghargai jerih payah orang tua, juga orang orang lain dalam mencapai tujuan.

Semoga bermanfaat.

29 Okt 2015

Presiden Chechnya Hadiahi Rp12 Juta Bagi Orang Tua Menamai Muhammad Kepada Anaknya

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 29 Oktober 2015
Sumber: merdeka.com

PRESIDEN Republik Chechnya Ramzan Kadyrov dua hari lalu mengatakan, setiap orangtua menamai bayi mereka Muhammad, mengikuti nama Sang Nabi, akan diberikan hadiah uang sebesar Rp12 juta.

Inisiatif itu diumumkan untuk menandai peringatan kelahiran Nabi Muhammad kemarin, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (14/1/2014), mengutip laporan situs berita berbasis di Moskow RIA Novosti.

Di media sosial Instagram, Kadyrov mengatakan bahwa ibunya-lah yang berada di balik ide itu dan secara pribadi mensponsori amal yang akan memberikan hadiah uang tersebut.

"Hadiah ini tidak terbatas kepada siapa saja yang menamai bayinya dengan nama Muhammad," kata Kadyrov.

Dia juga menambahkan bahwa siapa saja yang menamai bayi mereka mengikuti nama dari salah satu istri nabi, anaknya dan sepuluh sahabat nabi juga akan menerima hadiah Rp12 juta.

28 Okt 2015

Kisah: Toleransi Hasan al-Bashri Dengan Tetangga Nasrani

Buletin online Fk-Pontren
Sumber : www.nu.or.id
28 Oktober 2015

Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggearkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin.

Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. "Kita tak boleh mengusik tetangga," dalihnya.

Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam tanpa mengikuti saluran yang tersedia.

Tetangga Nasrani itu tak bereaksi apa-apa tentang kejadian ini karena Hasan al-Bashri sendiri belum pernah mengabarinya. Hingga suatu ketika si tetangga menjenguk Hasan al-Bashri yang tengah sakit dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri.

"Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini," tetangga Nasrani tampak menyesal.

Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyum pendek.

Merasa tak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. "Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami."

Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, "Dua puluh tahun yang lalu."

"Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?"

"Memuliakan tetangga adalah hal yang wajib. Nabi kami mengajarkan," Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga". Anda adalah tetangga saya," tukasnya lirih.

Tetangga Nasrani itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat.

27 Okt 2015

Ini Nama-Nama Setan Yang Menggoda Manusia

Buletin online Fk Pontren
Sumber: Sarah Muroqil Ubudiyah karangan Syekh Muhammad Nawawi al Jawii hal 18 kitab terbitan Pustaka Usaha keluarga Semarang ).

SETAN JUGA PUNYA NAMA
JANGAN SAMPE DIBERI KE ANAK ANAK KITA AGAR TIDAK BERNAMA DG NAMA SYETAN

Nama-nama Setan yang menggoda dan menjerumuskan manusia :

1. Walhan, Setan yg menggoda manusia ketika berwudhu, setan ini menggoda manusia agar selalu was-was ketika berwudhu supaya mereka yang berwudhu boros menggunakan air.

2. Khanzib, Syaitan yang menggoda manusia ketika Sholat, setan ini menggoda manusia agar selalu was-was ketika Sholat, seperti ragu dalam niat sholat, atau ragu dalam hitungan raka’at sholat.

3. Zallanbur, Setan ini yang menggoda manusia di pasar, mereka menggoda pedagang untuk berbuat curang, mengurangi takaran barang, bersumpah palsu, berbohong dan lain sebagainya.

4. A’war, Setan ini bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

5. Al-Wasnan, Setan ini tugasnya memberatkan kepala dan mata orang supaya malas untuk beribadah. Dan mengajak manusia untuk melakukan maksiat.

6. Tabur, Setan yang menggoda manusia ketika ditimpa musibah, setan ini menggoda manusia agar tidak sabar ketika mendapat musibah, banyak menggerutu, banyak mengeluh dan lain sebagainya.

7. Dasim, Setan yang menggoda manusia ketika makan dan aktifitas sehari-hari lainnya, setan ini menggoda manusia agar tidak berdoa ketika makan, tidak berdoa ketika mau tidur dan tidak berdoa disetiap aktifitasnya sehari-hari. Setan ini juga menggoda suami istri untuk berselingkuh.

8. Matwun, Setan yang menggoda manusia ketika manusia berbicara. Setan ini menggoda manusia untuk selalu berbohong, tidak mau jujur dan mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatannya ketika melakukan perbuatan yg salah.

9. Abyad, Setan ini yang menggoda para orang-orang alim, setan yang menggoda para nabi, para ulama, para ustadz dan pemuka-pemuka ulama lainnya.

26 Okt 2015

Kisah Ulama Besar Menyolati Jenazah Ahli Maksiat

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 26 Oktober 2015

Dikisahkan, ada seorang yang hidup bergelimang dosa meninggal di pinggiran kota Bashrah. Perilaku buruknya membuat tetangganya acuh tak acuh dengan kematiannya. Sehingga istrinya tidak mendapati orang yg mau membantu membawa jenazahnya ke masjid dan pemakaman. Terpaksa istrinya mengupahi dua orang untuk membawa jenazah tersebut.
Dibawalah jenazah tadi ke masjid. Juga tidak ada seorangpun yang bersedia menyolatinya. Orang-orang seperti pura-pura seolah tidak terjadi apa-apa.
Istrinya memutuskan untuk segera membawa jenazah suaminya ke pemakaman.
Di sebuah bukit yang lokasinya bersebelahan dengan pemakaman, ada seorang ulama besar yang terlihat seperti menunggu seseorang. Ternyata beliau ingin menyolati jenazah yang akan melewati tempat tersebut. Berita ulama besar akan menyolati jenazah di tempat itu segera tersiar ke seantero Bashrah. Orang-orang berduyun-duyun untuk juga ikut menyolati, serta penasaran jenazah siapakah yang mendapat kehormatan disholati oleh ulama besar. Setelah selesai menyolati, orang-orang heran dan takjub. Ternyata jenazah yang mereka sholati adalah orang yang mereka kenal sebagai ahli maksiat. Mereka bertanya kepada ulama tersebut,
"Apa yang membuat anda bersedia datang jauh-jauh ke tempat ini dan menyolati jenazah ini?"
"Ada yang berkata dalam mimpiku, "Datangilah bukit di sebelah pemakaman. Di sana kamu akan melihat jenazah yang pengiringnya hanya satu orang wanita. Sholatilah dia, karena dia orang yang mendapatkan ampunan." jawab ulama.
Bertambahlah ketakjuban orang-orang yang hadir di tempat itu. Ulama tadi kemudian memanggil istri almarhum dan menanyakan keseharian suaminya dan perjalanan hidupnya. Istrinya menjawab, "Dia seperti yang sudah dikenal di kota ini. Sepanjang hari dia menghabiskan waktu untuk bermaksiat dan minum arak."
"Coba anda perhatikan lagi, apakah ada amal kebaikan yang dia lakukan?" tanya ulama itu lagi.
"Iya setahuku tiga hal. Yang pertama, setiap dia sadar dari mabuknya pada waktu shubuh, dia mengganti bajunya, berwudhu dan melaksanakan shubuh berjamaah. Kemudian dia kembali mabuk dan berbuat maksiat.
Yang kedua, di rumahnya selalu ada dua atau satu anak yatim. Dia memperlakukan dengan baik anak yatim itu melebihi kepada anaknya sendiri.
Yang ketiga, jika dia sadar dari mabuknya di tengah gelap malam, dia menangis dan meratap, "Ya Allah, di bagian neraka jahanam mana Engkau akan menempatkan hambamu yang kotor dengan maksiat ini."
Sang ulama kemudian pulang, karena dia sudah mengetahui dengan jelas peristiwa aneh yang terjadi di siang hari itu.
( Ihya' Ulumiddin )

Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)


Selalu Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Buletin Online Fk Pontren

Masih ingat kisah seorang sahabat yang dikabarkan Rasulullah masuk surga karena setiap malam sebelum tidur dia selalu memaafkan kesalahan orang-orang yang berbuat salah kepadanya?.
 
Masih ingat kisahnya Bilal bin Rabbah, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah berkata kepada Bilal, “Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga?” Bilal menjawab: “Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka”.
 
Masih ingat kisah seorang Wanita yang sudah bertahun-tahun dikubur namun jasad dan wajahnya tampak seperti baru dikuburkan. Bahkan dengan senyuman yang sangat berseri di wajahnya. Ketika ditanyakan kepada ibunya, apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, sehingga mendapatkan kemulian tersebut. Amal istimewa yang selalu dilakukan selama hidupnya adalah tilawah Qur’an setiap habis sholat meskipun hanya sebentar.
 
Ada juga cerita seorang akhwat, yang terkena bencana Tsunami di Aceh saat sedang mengisi dauroh di sebuah kampus ternama di Aceh. Jasadnya tidak rusak, bahkan pakaiannya masih utuh tanpa ada yang robek. Padahal kebanyakan orang yang meninggal di lokasi yang sama dengannya mengalami luka-luka yang mengerikan. Ibu ini adalah seseorang yang senantiasa menjaga auratnya semenjak berusia baligh sampai dia meninggal dunia.
 
Masih dari Aceh, saat proses pencarian korban tsunami. Relawan-relawan yang setiap hari tugasnya berhadapan dengan mayat-mayat yang setengah membusuk, hancur dan bau dikarenakan lama terendam di air dan tertimpa reruntuhan bangunan, suatu hari mencium bau yang sangat wangi. Mereka penasaran darimana sumber bau wangi itu diantara bau busuk dari mayat-mayat yang lain. Bau wangi ini terasa sangat istimewa, seakan-akan jadi penghibur bagi mereka yang bertemankan dengan bau-bau yang menusuk hidung. Setelah lama berusaha mencarinya, mereka akhirnya menemukan sumber bau yang istimewa itu, ternyata dari salah seorang korban tsunami.
 
Tapi mayat ini amat istimewa, selain mengeluarkan bau yang wangi, jasadnya tidak rusak sedikitpun. Bahkan wajahnya dihiasi dengan senyuman kebahagiaan. Karena istimewanya mayat ini, para relawan memutuskan untuk tidak menguburkan jenazahnya di kuburan massal seperti mayat-mayat yang lain. Mereka berusaha mencari identitas korban dengan mengumumkan penemuan jenazah tersebut kepada masyarakat. Ternyata ada anggota keluarga yang mengenali jenazah tersebut dan membawa pulang jenazahnya untuk dikuburkan secara layak. Namun, sebelum anggota keluarga membawa pulang jenazah tersebut, relawan- relawan yang penasaran bertanya, apa yang telah dilakukan oleh jenazah tersebut selama hidup didunia”?. Anggota keluarganya menjelaskan, bahwa jenazah tersebut adalah seorang hafidzah yang istiqomah menjaga hafalannya. Memuraja’ah hafalannya setiap hari.
 
Belajar dari beberapa cerita diatas, hendaknya kita juga memiliki amalan istimewa yang konsisten kita lakukan setiap harinya. Kemuliaan mereka terlihat dari konsistennya mereka menjaga amalnya. Meskipun terkesan sederhana, tapi tidak banyak orang yang konsisten dan mampu melaksanakannya. Merekalah orang-orang pilihan yang memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan yang lain.
 
Sesungguhnya Surga itu memiliki banyak pintu, dan setiap orang akan memasuki pintu-pintu tersebut sesuai amal terbaiknya atau amal unggulannya selama hidup. Meskipun kita juga memiliki kesempatan memasuki surga melalui semua pintu seperti Abu Bakar As-Shiddiq, tapi yang paling penting adalah kita harus mempersiapkan amal terbaik kita dihadapan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, untuk selanjutnya kita serahkan kepada Allah untuk menilainya sembari kita memohon kepada Allah agar memasukkan kita kebarisan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan Jannah-Nya.
 
Dalam 24 jam waktu kita, begitu banyak ibadah yang bisa menjadi amalan unggulan kita. Misalnya:
Sholat berjamaah tepat pada waktunya.
Bersedekah setiap harinya.
Berwudhu sebelum tidur/selalu menjaga wudhu dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun.
Puasa senin-kamis.
Selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman, selalu tersenyum dan berwajah ceria saat bertemu orang lain.
Tilawah Qur’an setiap habis sholat, menghafal Qur’an walau cuman seayat habis sholat.
Memakai pakaian terbaik saat sholat.
Selalu mengucapkan hamdalah ketika mendapatkan nikmat Allah.
Dan sebagainya.
 
Allah mencintai amal yang kita lakukan secara konsisten (terus menerus) meskipun sedikit. Maka milikilah amalan istimewa yang hanya dirimu dan Allah saja mengetahuinya. Kerjakanlah secara konsisten walaupun amalan tersebut sederhana, tapi yakinlah tidak semua orang mampu istiqomah mengerjakannya.
 
Selamat memiliki amalan istimewa!

24 Okt 2015

TERNYATA PENULIS LAGU 17 AGUSTUS SEORANG HABIB

Buletin online Fk Pontren

Kisah Kepahlawanan para SANTRI

"Pangeran Diponegoro, Ki Hajar Dewantara, Husein al-Mutahhar, Adalah Seorang Santri"

Berikut adalah cuplikan transkip ceramah yang sangat penting untuk diketahui semua elemen bangsa, rakyat dan pejabat. Khususnya bagi para santri pondok pesantren. Disampaikan oleh KH. Achmad Chalwani Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Mursyid Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Berjan Purworejo dan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.

Yang Paling Ditakuti Penjajah; Santri dan Thariqah (Diponegoro itu Santri)

Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thariqah). Ada seorang santri yang juga penganut thariqah, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH. Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.
Di daerah eks-Karesidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen), nama KH. Nur Muhammad yang masyhur ada dua, yang satu KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi KH. Nur Muhammad Alang-alang Ombo, Pituruh, yang banyak menurunkan kyai di Purworejo.

Abdul Hamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama 5 tahun, 1825-1830 M. Abdul Hamid wafat dan dikebumikan di Makassar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah putra Sultan Hamengkubuwono ke-III dari istri Pacitan, Jawa Timur. Abdul Hamid patungnya memakai jubah dipasang di Alun-alun kota Magelang. Menjadi nama di Kodam Jawa Tengah. Terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro. Belanda resah menghadapi perang Diponegoro. Dalam kurun 5 tahun itu, uang kas Hindia Belanda habis, bahkan punya banyak hutang luar negeri.

Nama aslinya Abdul Hamid. Nama populernya Diponegoro. Adapun nama lengkapnya adalah Kyai Haji (KH) Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong. Maka jika Anda pergi ke Magelang dan melihat kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu, istilah sekarang di Bakorwil, ada 3 peningalan Diponegoro: al-Quran, tasbeh dan Taqrib (kitab Fath al-Qarib).

Kenapa al-Quran? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro seorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah. Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan bahwa Diponegoro seorang mursyid Thariqah Qadiriyyah. Selanjutnya yang ketiga, Taqrib matan Abu Syuja’, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafi'i. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka, karena bermadhab Syafi’i, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jum’atan adzan dua kali, termasuk shalat Ied-nya di Masjid, bukan di Tegalan (lapangan).

Saya sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, tolong, sejarah sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi bahwa Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka 3 tinggalan Pangeran Diponegoro ini tercermin dalam pondok-pondok pesantren.

Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Tokoh Pendidikan Nasional

Dulu ada tokoh pendidikan nasional bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Danudirja Setiabudi. Mereka yang belajar sejarah, semuanya kenal. (Leluhur) Douwes Dekker itu seorang Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk merusak bangsa kita. Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para kyai dan santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justeru bergabung dengan pergerakan bangsa kita. Bahkan kadang-kadang Douwes Dekker, semangat kebangsaannya melebihi bangsa kita sendiri.

Douwes Dekker pernah berkata dalam bukunya: “Kalau tidak ada kyai dan pondok pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan.”

Siapa yang berbicara? Douwes Dekker, orang yang belum pernah nyantri di pondok pesantren. Seumpanya yang berbicara saya, pasti ada yang berkomentar: "Hanya biar pondok pesantren laku." Tapi kalau yang berbicara orang “luar”, ini temuan apa adanya, tidak dibuat-buat. Maka, kembalilah ke pesantren.

Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) itu Santri

Tidak hanya Diponegoro anak bangsa yang dididik para ulama menjadi tokoh bangsa. Diantaranya, di Jogjakarta ada seorang kyai bernama Romo Kyai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan. Punya santri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat. Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang kyai. Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Itu sudah baik, namun belum komplit. Belum utuh. Maka nantinya, untuk rekan-rekan guru, mohon diterangkan bahwa Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani, juga punya ajaran al-Quran al-Karim.

Husein al-Mutahhar, Cucu Nabi yang Patriotis

Malah-malah, ketika Indonesia merdeka, ada sayyid warga Kauman Semarang yang mengajak bangsa kita untuk bersyukur. Sang Sayyid tersebut menyusun lagu Syukur. Dalam pelajaran Sekolah Dasar disebutkan Habib Husein al-Mutahar yang menciptakan lagu Syukur. Beliau adalah Pakdenya Habib Umar Muthahar SH Semarang. Jadi, yang menciptakan lagu Syukur yang kita semua hafal adalah seorang sayyid, cucu baginda Nabi Saw. Mari kita nyanyikan bersama-sama:

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniaMu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
Ke hadiratMu tuhan.

Itu yang menyusun cucu Nabi, Sayyid Husein Muthahar, warga Kauman Semarang. Akhirnya oleh pemerintah waktu itu diangkat menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga. Terakhir oleh pemerintah dipercaya menjadi Duta Besar di Vatikan, negara yang berpenduduk Katholik. Di Vatikan, Habib Husein tidak larut dengan kondisi, malah justeru membangun masjid. Hebat.

Malah-malah, Habib Husein Muthahar menyusun lagu yang hampir se-Indonesia hafal semua. Suatu ketika Habib Husein Muthahar sedang duduk, lalu mendengar adzan shalat Dzuhur. Sampai pada kalimat hayya 'alasshalâh, terngiang suara adzan. Sampai sehabis shalat berjamaah, masih juga terngiang. Akhirnya hatinya terdorong untuk membuat lagu yang cengkoknya mirip adzan, ada “S”nya, “A”nya, “H”nya. Kemudian pena berjalan, tertulislah:

17 Agustus tahun 45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya Bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tertap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia, tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap setia
Membela Negara kita.

Maka peran para kyai dan para sayyid tidak sedikit dalam pembinaan patriotisme bangsa. Jadi, Anda jangan ragu jika hendak mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren.

H. Moh. Hatta, Putra Seorang Kyai

Malahan, Bung Karno, ketika mau membaca teks proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta, minta didampingi putra kyai. Tampillah putra seorang kyai, dari kampung Batuampar, Mayakumbung, Sumatera Barat. Siapa beliau? H. Mohammad Hatta putra seorang kyai. Bung Hatta adalah putra Ustadz Kiai Haji Jamil, Guru Thariqah Naqsyabandiyyah Kholidiyyah. Sayang, sejarah Bung Hatta adalah putra kyai dan putra penganut thariqah tidak pernah dijelaskan di sekolah, yang diterangkan hanya Bapak Koperasi.

Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah. Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah Swt. Akhirnya, Bung Hatta menjadi wakil presiden pertama.

Pesan Penting Bagi Santri, Belajar dari Mbah Mahrus Aly

Maka, jangan berkecil hati mengirim putra-putri Anda di pondok-pesantren. Santri-santri An-Nawawi di tempat saya, saya nasehati begini: “Kamu mondok di sini nggak usah berpikir macam-macam, yang penting ngaji dan sekolah. Tak usah berpikir besok jadi apa, yang akan menjadikan Gusti Allah."

Ketika saya dulu nyantri di Lirboyo, tak berpikir mau jadi apa, yang penting ngaji, nderes (baca al-Quran), menghafalkan nadzaman kitab dan shalat jamaah. Ternyata saya juga jadi manusia, malahan bisa melenggang ke gedung MPR di Senayan. Tidak usah dipikir, yang menjadikan Gusti Allah. Tugas kita ialah melaksanakan kewajiban dari Allah Swt. Allah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, kita menuntut ilmu. Jika kewajiban dari Allah sudah dilaksanakan, maka Allah yang akan menata. Jika Allah yang menata sudah pasti sip, begitu saja. Jika yang menata kita, belum tentu sip.

Perlu putra-putri Anda dalam menuntut ilmu, berpisah dengan orangtua. KH. Mahrus Aly Lirboyo pernah dawuh: “Nek ngaji kok nempel wongtuo, ora temu-temuo.” (Jika mengaji masih bersama dengan orangtua, tidak akan cepat dewasa). Maka masukkanlah ke pesantren, biar cepat dewasa pikirannya. Itu yang ngendiko (berkata) Kyai Mahrus Lirboyo.
Semoga bermanfaat👍
Selama

22 Okt 2015

Santri dan Tukang Cukur Rambut

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 22 Oktober 2015

Satu siang, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu Zaid, seorang alumni sebuah Pesantren...

Kian lama obrolan dua orang itu kian hangat saja. Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur yang “abangan” itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.

“Kalau menurut saya, Tuhan itu tak benar-benar ada ,“ tukang cukur memulai.
“Lho kok bisa mengatakan seperti itu?” Zaid mengejar tanya.
“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya nelangsa, penuh masalah, ribet semrawut, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Tuhan itu maha Pengasih yang bakal menolong setiap hambanya,. Nah buktinya mana?”
"Hmm..." Zaid terdiam.
Dia tak langsung menjawab. Zaid tengah mencari jawaban yang pas buat si tukang cukur....

Hingga berapa lama, si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Zaid melihat seorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan...

“ Nah Pak, kalau Anda mengatakan Tuhan itu tak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tak ada.“
“ Lho, gimana sih, wong saya itu ada di sini,” tukang cukur tak mengerti.
“Kalau tukang cukur itu ada, lha kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,“ jawab Zaid sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.
“Anda ini gimana sih, dia yang di sana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan, ya sebab tak mau datang ke tempat ini, coba kalau ke sini, pasti saya rapikan,“ sergah Tukang cukur.
“Nah, seperti itu juga pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu ribet, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab si pemilik masalah itu tak mau datang menghadap Tuhannya, Allah. Coba kalau datang, berserah diri, memohon ampun dan pertolongan, Allah pasti menolongnya,” jawab Zaid mantab.

Sang Tukang cukur pun terdiam...

Selamat hari santri 22 Oktober.

21 Okt 2015

Amien Rais: Jika Tidak Mau Tahlilan, Keluar Dari Muhammadiyah Dan Aisyiyah!

Buletin Online Fk-Pontren
Sumber: Nu online

Tokoh dan mantan ketua umum Muhammadiyah Bapak H. Amien Rais adalah salah satu sesepuh yang paling berpengaruh dalam organisasi ini. Saat ini foto -foto pernyataannya soal tahlilan tersebar di jejaring sosial.

Menurutnya, Mereka yang tidak mau tahlilan keluar saja dari Muhammadiyah dan Aisyiyah. Tahlilan sendiri merupakan amalan baik yang selalu dipelihara oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Bapak KH. Din Syamsudin juga beberapa kali terlihat mengikuti tahlilan.

Tahlilan menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah kebiasaan baik yang merupakan perkara furu’ atau cabang dalam agama. Seorang muslim tidak akan menuduh kafir muslim yang lain hanya karena melaksanakan ‘tahlilan’. Karena ini bukan perkara yang berhubungan dengan Ushuluddin.

Jika di zaman sekarang ini masih ada golongan yang mengkafirkan dan membid’ahkan kaum muslimin hanya karena tahlilan maka orang tersebut tidak paham mana furu’ cabang dalam agama dan mana ushul dalam agama. Dan sudah dapat dipastikan mereka yang mudah mengkafirkan perkara furu’ hanyalah golongan sekte khawarij. Na’uzdubillah.

Wallahu Alam

14 Okt 2015

Ini loh Hebatnya Orang Jepang...

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 14 Oktober 2015

Apakah Anda tahu ?

1. Anak-anak Jepang membersihkan sekolah mereka setiap hari selama seperempat jam dengan para guru, yang menyebabkan munculnya generasi Jepang yang sederhana dan suka pada kebersihan.

2. Setiap warga negara Jepang yang memiliki anjing harus membawa tas dan tas khusus itu berguna mengambil kotoran piaraan mereka, karena mengatasi kebersihan adalah bagian dari etika orang Jepang.

3. Pekerja kebersihan di Jepang disebut "insinyur kesehatan" dan mendapatkan gaji setara Rp.50 juta per bulan, dan dalam perekrutannya menjalani tes tertulis dan wawancara.

4. Jepang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti di Indonesia. Mereka sering terkena gempa bumi, tetapi itu tidak mencegah Jepang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

5. Siswa Jepang dari tahun pertama hingga tahun keenam primer harus belajar etika yang berguna kelak bila mereka berinteraksi dengan orang lain di masyarakat.

6. Masyarakat Jepang meskipun merupakan salah satu negara dengan pendapatan tertinggi di dunia, tetapi mereka tidak memiliki pembantu. Orang tua bertanggung jawab atas rumah dan anak-anaknya.

7. Tidak ada tes ujian dari tingkat pertama sampai tingkat ketiga (setara SD kelas 1 sampai SD kelas 3), karena tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan konsep dan pembentukan karakter, bukan hanya tes dan indoktrinasi.

8.Jika Anda pergi ke sebuah restoran prasmanan di Jepang, Anda akan melihat orang-orang yang hanya makan sebanyak yang mereka butuhkan. Setelah selesai makan, tidak tampak limbah apa pun. Tidak ada pula sisa-sisa makanan.

9.Tingkat keterlambatan kereta di Jepang adalah sekitar 7 detik per tahun !  Mereka menghargai nilai waktu, sangat tepat waktu untuk menit dan detik.

10. Jika anda bertanya kepada mereka" Apakah arti pelajar ?" Mereka akan menjawab : " Pelajar adalah masa depan Jepang."

12 Okt 2015

Doa Akhir Dan Awal Tahun serta Amalan Bulan Muharram

Buletin online Fk-Pontren

Kiriman: Muhammad Husni, S.Pd.I
Sumber: Diambil dari Kitab KanzunNajah wasSurur karya AsSyeikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Makky

Di bawah ini adalah doa akhir tahun serta doa awal tahun dan amalan di bulan Muharram yang Diambil dari Kitab Kanzun Najah wasSurur karya AsSyeikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Makky, silahkan di share sebanyak banyaknya. Doa Akhir & Awal Tahun serta Amalan Muharram ini dan semoga bermanfaat buat kita semua aamiin
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ
Berikut ini adalah doa akhir tahun:
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ ۞ ﻭَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ۞ ﺍﻟَّﻠﻬُﻢَّ ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠﺖُ ﻣِﻦ ﻋَﻤَﻞٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔِ ﺍﻟﻤَﺎﺿِﻴَﺔِ ۞ ﻭ ﻟَﻢ ﺗَﺮْﺿَﻪُ ﻭَ ﻧَﺴِﻴﺘُﻪُ ﻭَ ﻟَﻢ ﺗَﻨْﺴَﻪُ ۞ ﻓَﺤَﻠِﻤﺖَ ﻋَﻨِّﻲ ﻣَﻊَ ﻗُﺪْﺭَﺗِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻋُﻘُﻮﺑَﺘِﻲ ۞ ﻭَ ﺩَﻋَﻮْﺗَﻨِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺘَّﻮﺑَﺔِ ﺑَﻌْﺪَ ﺟَﺮَﺍﺀَﺗِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ۞ ﺍﻟَّﻠﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ۞ ﺍﻟَّﻠﻬُﻢَّ ﻭَ ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠْﺖُ ﻣِﻦ ﻋَﻤَﻞٍ ﺗَﺮْﺿَﺎﻩُ ۞ ﻭَ ﻭَﻋَﺪْﺗَﻨِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺜَّﻮَﺍﺏَ ﻭَ ﺍﻟﻐُﻔْﺮَﺍﻥ ۞ ﻓَﺘَﻘَﺒَّﻠْﻪُ ﻣِﻨِّﻲ ۞ ﻭَﻻ ﺗَﻘْﻄَﻊْ ﺭَﺟَﺎﺋِﻲ ﻣِﻨْﻚَ ﻳَﺎ ﻛَﺮِﻳْﻢ ۞ ﻳَﺎ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ ۞ ﻭَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ۞
Amalan Di Bulan Muharram
1- Dianjurkan untuk berpuasa di hari terakhir bulan Dzulhijah dan hari pertama bulan Muharram. Disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar bahwa As Sayyidah Hafshah isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﺁﺧِﺮَ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣِﻦْ ﺫِﻱ ﺍﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﻭَ ﺃَﻭَّﻝَ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡِ ﺟَﻌَﻠَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﻟَﻪُ ﻛَﻔَﺎﺭَﺓَ ﺧَﻤْﺴِﻴْﻦَ ﺳَﻨَﺔً ﻭَ ﺻَﻮْﻡُ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤُﺤَﺮَّﻡِ ﺑِﺼَﻮْﻡِ ﺛَﻼﺛِﻴْﻦَ ﻳَﻮْﻣﺎً .
“ Barang siapa yang berpuasa di hari terakhir bulan Dzulhijah dan di hari pertama bulan Muharram maka Allah jadikan baginya sebagai pengampunan dosa lima puluh tahun.dan puasa satu hari di bulan Muharram bagaikan puasa tiga puluh hari” .
2- Bulan Muharram adalah salah satu dari bulan yang dihormati dan dimuliakan oleh Allah (Al Ashur Al Hurum). Dan sangat dianjurkan pada bulan tersebut untuk berpuasa selama tiga hari yaitu pada hari kamis, jum’at dan sabtu. Al Ghozali meriwayatkan di dalam kitab Ihya Ulumuddin dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﺛَﻼﺛَﺔَ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﺷَﻬْﺮِ ﺣَﺮَﺍﻡٍ ﺍﻟﺨَﻤِﻴْﺲ ﻭَ ﺍﻟﺠُﻤُﻌَﺔ ﻭَ ﺍﻟﺴَّﺒْﺖ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻟَﻪُ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓَ ﺳَﺒْﻌَﻤِﺎﺋَﺔ ﻋَﺎﻡٍ .
“ Barang siapa berpuasa selama tiga hari di bulan yang dihormati oleh Allah (Al Asyhur Al Hurum) yaitu hari kamis, jum’at dan sabtu maka niscaya Allah mengganjar baginya bagaikan ibadah tujuh ratus tahun”.
3- Dianjurkan pula di hari pertama bulan Muharram membaca Ayat Kursi sebanyak tiga ratus enam puluh kali, diawali setiap kalinya dengan Basmalah. Dan seusai membaca Ayat Kursi tersebut hendaknya membaca doa berikut ini:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻮِّﻝَ ﺍﻷَﺣْﻮَﺍﻝ ۞ ﺣَﻮِّﻝْ ﺣَﺎﻟِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﺍﻷَﺣْﻮَﺍﻝِ ۞ ﺑِﺤَﻮْﻟِﻚَ ﻭَ ﻗُﻮَّﺗِﻚَ ﻳَﺎ ﻋَﺰِﻳْﺰُ ﻳَﺎ ﻣُﺘَﻌَﺎﻝ ۞ ﻭَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢ ۞
Berkata Sayyidi Ahmad Zaini Dahlan sebagaimana bersumber dari beberapa ulama: “Barang siapa yang membaca dan mengamalkan yang demikian tersebut maka di tahun itu merupakan benteng yang kokoh baginya dari syaithon”.
4- Dianjurkan pula membaca doa awal tahun dan sebelumnya doa akhir tahun (yang tersebut dalam amalan bulan Dzulhijjah). Berikut ini adalah doa awal tahun:
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ ۞ ﺍﻟﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ۞ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻼﺓً ﺗَﻤْﻠَﺄُ ﺧَﺰَﺍﺋِﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻧُﻮْﺭًﺍ ۞ ﻭَ ﺗَﻜُﻮْﻥُ ﻟَﻨَﺎ ﻭَ ﻟِﻠﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻓَﺮَﺟًﺎ ﻭَ ﻓَﺮَﺣًﺎ ﻭَ ﺳُﺮُﻭْﺭًﺍ ۞ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻟﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ۞ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻷَﺑَﺪِﻱُّ ﺍﻟﻘَﺪِﻳْﻢُ ﺍﻷَﻭَّﻝ ۞ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﻀْﻠِﻚَ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ ﻭَ ﻛَﺮِﻳْﻢِ ﺟُﻮﺩِﻙَ ﺍﻟﻌَﻤِﻴْﻢِ ﺍﻟﻤُﻌَﻮَّﻝ ۞ ﻭَ ﻫَﺬَﺍ ﻋَﺎﻡٌ ﺟَﺪِﻳْﺪٌ ﻗَﺪْ ﺃَﻗْﺒَﻞ ۞ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟﻌِﺼْﻤَﺔَ ﻓِﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻭَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺋِﻪ ۞ ﻭَ ﺍﻟﻌَﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ﺍﻷَﻣَّﺎﺭَﺓِ ﺑِﺎﻟﺴُّﻮْﺀ ۞ ﻭَ ﺍﻹِﺷْﺘِﻐَﺎﻝَ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﻘَﺮِّﺑُﻨِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺯُﻟْﻔَﻰ ۞ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟﺠَﻼﻝِ ﻭ ﺍﻹِﻛْﺮَﺍﻡِ ۞ ﻭَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢ
Berkata syaithon kepada orang yang membaca doa tersebut: “Sungguh orang ini telah membentengi dirinya dengan benteng yang kokoh”. Dan Allah mengutus dua malaikat untuk menjaganya dari gangguan syaiton dan pengikutnya
ﺩﻋﺎﺀ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻠﺤﺒﻴﺐ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﺤﺒﻴﺸﻲ
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ . ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺳﻴﻠﺘﻨﺎ ﺍﻟﻌﻈﻤﻰ ﺇﻟﻴﻚ، ﻓﻲ ﺍﺳﺘﺠﺎﺑﺔ ﻣﺎ ﺩﻋﻮﻧﺎﻩ ﻭﺗﺤﻘﻴﻖ ﻣﺎ ﺭﺟﻮﻧﺎ ﻭﻏﻔﺮ ﻣﺎ ﺟﻨﻴﻨﺎﻩ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻻﻩ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻣﺪﺓ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﻋﺎﻡ، ﻗﻠﺪﺗﻨﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻚ ﻣﺎ ﻻ ﻧﺴﺘﻄﻴﻊ ﺃﺩﺍﻩ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺣﻔﻈﺘﻨﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺳﻮﺍﺀ ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﺭﻩ ﻣﺎ ﻻ ﻧﺴﺘﻄﻴﻊ ﺩﻓﻌﻪ، ﻭﻗﺪ ﺃﻭﺩﻋﻨﺎﻩ ﻣﻦ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﻣﺎ ﺃﻧﺖ ﻋﻠﻴﻢ ﺑﻪ، ﻓﻤﺎ ﻭﻓﻘﺘﻨﺎ ﻓﻴﻦ ﻣﻦ ﺣﺴﻨﺎﺕ ﻓﺘﻘﺒﻞ ﺫﻟﻚ ﻣﻨﺎ

11 Okt 2015

Memberi Itu Indah

Buletin online Fk-Pontren
Sampang, 11 oktober 2015

Seorang guru yang bijak tengah berjalan-jalan santai bersama salah seorang di antara murid-murid nya di sebuah taman.
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bekerja di sana, yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang murid melihat kepada gurunya sambil berujar:
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”

Guru yang alim dan bijak itu menjawab:

“Muridku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yg kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang  coba kamu memasukkan beberapa  lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.

Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia langsung berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.
Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibas kan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya yang ia tinggalkan sebelum bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.
Saat ia keluarkan ternyata…....uang..!
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!

Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit dan menangis. Dia berbicara dengan suara tinggi. Ia bicara kepada Allah :

“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yang maha pengasih dan penyayang. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anak ku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan...”

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Sang murid sangat terharu dg pemandangan yg ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.
Ketika itu guru yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab:

“Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:

“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.

Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam :
Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam, adalah suatu pemberian.
Mendo’akan temanmu dibelakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.
Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.
Ini semua adalah pemberian. Supaya kesempatan memberi tidak hanya dimonopoli oleh orang-orang kaya saja.
Mari saling memberi, niscaya hidup ini kan menjadi indah.

9 Okt 2015

Motivasi Hidup Dari Sebuah Toples

Buletin online fk-Pontren
Layouter: Mochamad Khotib

Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.

Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"

Audiens menjawab: "Sudah penuh".

Ooooo tunggu......Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkan nya ke dalam topless tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"

Audiens menjawab: "Sudah penuh".

Kemudian sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dalam topless yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
"Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya."

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal dan kesehatan.

Kelereng adalah hal-hal yg penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

Pasir adalah yanhg lain dalam hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng dan bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal-hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dari hal-hal yang besar dan penting hingga hal-ha yang menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas dan mana yang menjadi pelengkap.

Jika tidak, maka hidup bukan saja tidam lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".

Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yang mau bertanya?"

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yang dituangkan tadi .....?"

Sang guru besar menjawab sebagai penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim sambil "minum kopi"... dengan saudara, tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jangan lupa sahabat lama !!"

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan... betapa indahnya hidup ini...

6 Okt 2015

Jangan Terlena Karena Jabatan

Buletin online Fk-Pontren
Layouter: Mochamad Khotib

Nu'man bin Tsabit yg dikenal dg sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI , pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang imam berkata :"Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir".

.Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah.

"Nu'man namaku", Jawab sang imam."

Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu..??" Tanya si BOCAH.

."Bukan aku yg memberi gelar itu, Masyarakat-lah yg berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku".

."Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yg kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Ulama besar yg diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena Harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial.

Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

BULETIN ONLINE