SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

22 Des 2014

SINETRON TURKI KING SULEIMAN APAKAH MENYESATKAN?

Buletin online Fk-Pontren
22 Desember 2014.

Sebentar lagi kisah Sultan Sulaiman atau yg dijuluki Sultan Sulaiman The Magnificient ditayangkan di salah satu tv nasional kita (ANTV). Awalnya saya cukup tertarik dan tak sabar menantikan kisah seorang negarawan muslim yang hebat itu ditayangkan dilayar kaca. Di zamannya Lalu saya mulai mencari tahu kisah tentang Sultan Sulaiman yang juga dijuluki Al Qanuni ini seperti terlampir di link ini: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Suleiman_I

Melihat tayangan iklan yang begitu sering menjelang kemunculannya, saya semakin tertarik dan ketika bertemu dengan salah satu pengusaha Turki saya tanyakan langsung apa pendapatnya tentang serial tv King Suleiman tersebut.

Saya terkejut karena ternyata tayangan tersebut justru menjelek-jelekkan nama besar Sultan Sulaiman dan tentu saja Islam karena yang ditampilkan justru sisi-sisi gelap dan kebobrokan. Orang Turki itu menceritakan betapa hebatnya perjuangan sang sultan yang kekuasaannya begitu luas sekaligus peletak dasar-dasar hukum Islam menjadi undang-undang kenegaraan. Namun di serial tv tersebut digambarkan sebagai sosok yang cabul, angkuh dan jauh dari nilai Islami

Semakin penasaran, saya pun mencari lebih banyak referensi dan menyaksikannya di youtube. Disana sudah diposting serialnya hingga tamat dan banyak hal yang mengusik hati saya. Adegan-adegannya pun sangat vulgar, dari ciuman, tari-tari erotis hingga (maaf) persetubuhan sang sultan pun digambarkan.

Isi tayangan tersebut sangat menodai nilai dan citra Islam dan amat telak menyerang langsung pada titik puncak kejayaan Islam di pemerintahan Kesultanan Utsmani. Mulai dari kekejian pembunuhan, pencabulan serta berbagai hal yang merusak lainnya semisal lesbian dikalangan para budak yang digilir tiap pekan oleh Sultan. Saya pikir inspirasi serial TV ini berasal dari buku yang resensinya bisa dibaca disini: http://trulyrudiono.blogspot.com/2013/05/kisah-sultan-suleiman-wanita-tertawa.html

Saya sempat menonton beberapa episode dan meskipun akan banyak sensor yang dilakukan tetap saja esensi dari tayangan tersebut justru akan lebih mendiskreditkan ajaran agama Islam yang digambarkan sebagai kerajaan yang bengis dan keji

Semoga para orang tua, pendidik, ulama serta tokoh masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan mengingat begitu meresahkan, menistakan citra Islam dan penodaan sejarah yang sangat berbahaya bagi generasi kini dan mendatang.

Episode pertama dari King Suleiman bisa anda saksikan disini: http://m.youtube.com/?#/watch?v=3qTUTbIN82w Silakan beri penilaian sendiri.

Tayangan yang meresahkan ini akan ditayangkan dan jutaan pasang mata akan memiliki persepsi baru tentang Islam yang dan sangat bertentangan dengan budaya bangsa kita.

Mari sebarkan informasi ini sebagai petisi penolakan atas ditayangkannya sinetron King Suleiman yang (bisa sangat) menyesatkan sebagai bukti kepedulian kita terhadap akhlak dan karakter anak bangsa.

6 Des 2014

Khusnudzon Kepada Allah dan Sesama Manusia

Buletin online Fk-Pontren
Dikutip dari muhadhoroh
DR. Syekh Muhammad Ismail
Di PP. Alharomain Duwe' Pote Sampang
Madura.

Khusnudzon (berprasangka baik) yakni khusnudzon kepada Allah dan sesama manusia. Para ulama mengatakan suatu perkara yang paling penting adalah khusnudzon kepada Allah Swt dan sesama manusia. Makna Khusnundzon kepada Allah Swt yakni dengan cara selalu berusaha berdoa berkeinginan untuk mengharap rahmat dari Allah Swt. Bahkan Nabi Muhammad Saw mencegah berdoa jelek untuk dirinya sendiri walaupun dalam keadaan mendapatkan musibah, keadaan sakit, dalam kesusahan atau bahkan waktu akan datangnya kematian. Nabi Muhammad Saw juga mencegah kepada umatnya yang akan menghadapi mati dan berdoa ingin mati karena tidak sabar. padahal mati sudah jelas telah ditentukan oleh Allah Swt. Tapi Nabi Muhammad Saw mengajarkan pilihan kepada kita semua. Apabila kita ditimpah musibah dan semacamnya namun ada rasa resah dalam diri kita maka oleh Nabi Muhammad Saw disuruh memilih berdoa kepada Allah "ya Allah kalau memang hidup saya lebih bagus, Maka saya minta panjangkan umurku. Tapi kalau mati lebih baik untukku maka cabutlah nyawaku dengan tanpa diakhiri fitnah dan musibah dalam agamaku". Nabi Muhammad Saw juga menyuruh kita untuk bersandar didalam mengharap rahmat dari Allah Swt. Dalam hukum fiqih, hukum ibadah diharamkan sholat diwaktu siang hari ketika matahari dalam posisi diatas kepala kita. Sebab waktu itu adalah dibukanya pintu neraka dan Api Neraka sehingga keadaan sangat panas. Karena waktu itu juga waktu marahnya Allah Swt. Sebaliknya Nabi Muhammad dalam agama menganjurkan kita untuk melakukan ibadah  didalam waktu yang baik seperti hari jum'at, maka mari kita bersemangat untuk melakukan pada waktu yang baik itu. Seperti orang yang datang ke tanah mekkah dan madinah untuk bersemangat untuk beribadah. Dan seperti bulan rojab, syaban, romadhon dan bulan Haji (zdulhijjah) juga dianjurkan beribadah dengan semangat dalam melakukan ibadah dan pekerjaan yang baik. Sebenarnya ini adalah pelajaran untuk kita semua. Agar kita menjadi manusia yang selalu khusnudzon kepada Allah Swt. Didalam salah satu hadits Nabi Muhammad Saw menceritakan kepada sahabat bahwa ada 2 orang dari golongan bani isroil, orang yang pertama adalah ahli ibadah dengan ketekunan ibadahnya orang itu sampai-sampai tidak berfikir yang lain kecuali hanya beribadah dan orang yang kedua sebaliknya yakni orang yang selalu melakukan maksiat dalam kehidupannya. Dalam satu waktu datanglah orang yang ahli ibadah itu kepada orang yang hidupnya selalu melakukan maksiat. Dengan ke datang orang yang ahli ibadah itu berkata dan bersumpah kepada orang yang selalu melakukan maksiat " wallahi kamu tidak akan di ampuni oleh Allah swt." Setelah orang yang ahli ibadah itu bersumpah kepada orang yang ahli maksiat. Maka Allah mengutus salah satu malaikat-Nya. Siapa hamba-Ku yang berani memutuskan sesuatu yang bukan haknya. Yang bisa memutuskan manusia itu berdosa atau tidak dan juga yang menentukan manusia itu masuk surga atau neraka, itu semua hanya AKU (Allah Swt). Para ulama berkata bahwa manusia hanya bisa melihat masalah bagus dan jeleknya hanya dhohirnya saja. Jangan lupa bahwa seharusnya kita selalu bersikap khusnudzon. Sebab dengan kita bersikap khusnudzon bisa membawa kita menjadi orang yang asalnya jelek menjadi bagus dari orang tidak mulia menjadi orang yang mulia. Ada salah satu cerita yang masyhur di Mekkah. Dulu ada salah satu orang yang pemabuk bertemu orang alim yang hadir untuk sholat ke masjidil harom karena si pemabuk itu melihat orang alim yang sholat ke masjidil harom. maka langsung orang pemabuk itu membersihkan bajunya dan membersihkan mulutnya terus mendatangi orang alim tersebut untuk bersalaman. Tapi karena tawadu'nya sipemabuk itu tidak mencium ke tangan orang alim itu maka sipemabuk itu hanya mencium ke bajunya orang alim. mengapa sipemabuk tidak mencium tangannya orang alim itu? Karena disebabkan mulut sipemabuk itu tidak mau tangan orang alim yang biasa dipakai untuk ibadah ternodai oleh mulut yang najis dikarenakan selalu dipakai minum khomer. Sementara itu ada orang yang melihat si pemabuk dan berkata "bagimana orang pemabuk mendatangi orang alim yang sedang beribadah di masjidil harom, kamu tidak akan di ampuni oleh Allah Swt." Dan beberapa bulan kemudian sipemabuk itu bertaubat kepada Allah Swt dan orang tersebut meninggal pada waktu sujud ketika melaksanakan sholat sunnah 2 rokaat. Maka dari itu sejelek-jeleknya prilaku manusia kalau memang Allah menghendaki manusia tersebut menjadi baik maka akan menjadi orang baik bahkan seperti sipemabuk itu wafat dalam keadaan sujud kepada Allah. Sebab Allah yang Maha Bijaksana Allah Maha kuasa Allah Maha berkehendak. oleh karena itu khusnudzon sangat penting bagi kita. kapan kita mulai membiasakan berkhusnudzon sekaligus menjadikannya budaya dalam hidup kita?. semoga dengan Mauidhoh dari Guru Besar kita DR. Syekh Muhammad Isma'il Zain bisa menjadi obat bagi kita untuk menata kembali cara kita dalam menjalani hidup sehari-hari. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang bisa melaksanakan khusnudzon kepada Allah dan kepada manusia. amin yaa Robbal ‘alamin.

5 Des 2014

6 Perkara Yang akan dirasakan Bagi Pezina

Buletin online Fk-Pontren
Dari: Ust. Iman
Pimred Majalah al-Qomar
(Alumni PP. AL-Mubarok Lanbulan)

وَرُوِيَ عَنْ رَسُولِ اللهِ اَنَّهُ قَالَ اِحْذَرُواالزِّنَا فَإِنَّ فِيْهِ سِتَّ خِصَالٍ. ثَلاَثةً فِى الدُّنْيَا وَثلَاثَةً فِى الأَخِرَةِ. فَأَمَّا الَّتِى فِى الدُّنْيَا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ الرِّزْقَ  وَيُذْهِبُ الْبَرَكَةَ وَإذِاَ خَرَجَتْ رُوْحُهُ تُحْجَبُ عَنِ اللهِ وَيَنْظُرُ إِلَى النَّارِ وَالزَّبَانِيَةِ وَأَمَّا الَّتِى تُصِيْبُهُ فِى الأَخِرَةِ فَيَنْظُرُ اللهُ اِلَيْهِ بِعَيْنِ الْغَضَبِ فَيَسْوَدُّ وَجْهُهُ وَالثَّانِيَةُ يَكُونُ حِسَابُهُ شَدِيْدًا وَالثَّالِثَةُ يُسْحَبُ فِى سِلْسَلَةٍ اِلَى النَّارِ اهـ تنقيح القول الحثيث فى شرح لباب الحديث, صـ5.

Artinya: Di riwayatkan dari Rasulullah, bahwasanya Nabi bersabda, " Takutlah kalian pada perbuatan zina. Karena  sesungguhnya didalam zina akan berakibat enam perkara. Tiga perkara akan diberikan di dunia sedangkan tiga yang lainnya akan di diberikan kelak di akhirat.".
Adapun tiga akibat yang akan didapatkan di dunia. Yaitu;
Pertama, berzina dapat mengurangi rizqi. Kedua, dapat menghilangkan keberkahan hidup.
Ketiga, ketika meninggal dunia ruhnya akan terhalang dari Allah, dan akan ia melihat Neraka Zabaniyah.
Adapun sesuatu yang akan didapat kelak di akhirat.
Pertama, Allah akan memandangnya dengan pandangan murka dan air wajahnya akan suram.
Kedua, akan diberatkan hisabnya.
Ketiga, ia  akan di rantai dan diseret ke Neraka.

BUNG KARNO DAN MAKAM IMAM BUKHARI

Buletin online Fk-Pontren
Dari: KH. Fahmi Asy'ari, M.Ag
Sampang Madura
Dewan Pembina FK-Pontren

DI Tashkent tidak ada jalan bernama Bung Karno. Tapi bukan berarti rakyat Uzbekistan ini tidak mengenal presiden pertama Republik Indonesia itu. Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno adalah penemu makam Imam Al Bukhari, seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW.

Begini ceritanya. Tahun 1961 pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke Moskow. Kayaknya Khrushchev hendak menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet.

Karena bukan orang lugu, Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu, kalau Indonesia terjebak, yang paling rugi dan menderita adalah rakyat. Bung Karno tidak mau membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun. Bung Karno pun mengajukan syarat.

Kira-kira begini kata Bung Karno, “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak.”

Khrushchev balik bertanya, “Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?”

Bung Karno menjawab, “Temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya.”

Jelas saja Khrushchev terheran-heran. Siapa lagi ini Imam Al Bukhari. Dasar orang Indonesia, ada- ada saja. Mungkin begitu sungutnya dalam hati.

Tidak mau membuang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam dimaksud. Entah berapa lama waktu yang dihabiskan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam itu, yang jelas hasilnya nihil.

Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno. “Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?”

Bung Karno tersenyum sinis. “Kalau tidak ditemukan, ya udah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda”

Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah.  Khrushchev balik kanan, memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini. Nah, akhirnya setelah bolak balik sana sini, serta mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev menemukan makam Imam kelahiran Bukhara tahun 810 Masehi
itu. Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat.

Imam Al Bukhari yang memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia itu dimakamkan di Samarkand tahun 870 M.

Khrushchev memerintahkan agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin.

Selesai renovasi, Khrushchev menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari berhasil. Sambil tersenyum Bung Karno mengatakan, “Baik, saya datang ke negara Anda.” Setelah dari Moskow, tanggal 12 Juni 1961 Bung Karno tiba di Samarkand. Sehari sebelumnya puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini di Kota Tashkent.

Subhanallah..

4 Des 2014

ANTARA SEPATU KAYU DAN GELAR

Buletin online Fk-Pontren
Kiriman:  KH. Abdullah Zubair

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.
”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati. Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.
”Nu’man.”
"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘zham (imam agung) itu?”
”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”
"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama berkaliber kuat yang di ikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah

MORAL STORY :
Seringkali manusia mewaspadai sesuatu yg dampak buruknya kecil tapi mengejar sesuatu yg tanpa sadar dampak buruknya lbh besar baginya.
Berhati2lah dalam melangkah krn kulit pisang tidaklah menggelincirkan banyak org dibandingkan jabatan, pujian dan lisan.

1 Des 2014

Pesantren Lahirkan Generasi Muda Yang Beraklak

Buletin online Fk-Pontren
(Jamaluddin Mohammad/Abdullah Alawi)
Sumber NU online.

Cirebon, Direktur Pascasarjana Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Dr. H. Arwani Syaerozi, MA menegaskan bahwa pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan nasional, terutama dalam mengawal moral.

“Tidak diragukan, pesantren menjadi benteng terakhir penjaga moralitas generasi muda,” tegas Doktor Maqasid Syari’ah dan Problematika Kemanusiaan lulusan Universitas Mohammed V Maroko pada sambutan stadium general dengan tema “Kontribusi Pesantren Dalam Pendidikan Nasional” di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon  23 November 2014.

Senada dengan Arwani Syaerozi, narasumber stadium general tersebut, Dr. H. Mashudi, M.Ag juga  menekankan pembahasan pada efek negatif yang timbul akibat tidak ada keseriusan dalam mengawal akhlak.

“Kalau generasi muda tidak dibekali dengan budi pekerti, maka di kemudian hari tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemimpin yang korup dan tidak berkarakter,” kata Asisten Direktur Pascasarjana Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara ini.

Sementara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag menganggap sistem pengajian kitab kuning merupakan salah satu ciri khas dan keunikan pendidikan pesantren. Sistem ini akan menjembatani hubungan intelektual generasi muda dengan para ulama pendahulu yang telah memberikan dedikasi terhadap kemajuan pendidikan.

“Kita harus bangga dengan sistem pendidikan pesantren, khususnya yang mampu menyelaraskan substani kitab kuning dengan realitas di mayarakat, yang mampu menyingkronkan duniawi dan ukhrowi,” kata Wakil Rektor I UNISNU Jepara ini.
 
Sementara sesepuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, KH Makhtum Hannan, mengatakan syukur ata dimulainya perkuliahan angkatan kedua pendidikan kader ulama Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Babakan Ciwaringin. “Insya allah pesantren mampu mencetak generasi muslim yang unggul,” katanya.  

Stadium general yang diikut santri Ma’had Aly dan ratusan santri putra-putri Babakan ini merupakan prosesi pembukaan angkatan kedua Pendidikan Kader Ulama di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah.  

Pada angkatan kedua ini, pendidikan kader ulama di pesantren Babakan Ciwaringin diikuti oleh 25 peserta. Pada angkatan pertama berhasil mewisuda 25 peserta dari berbagai propinsi dan daerah di tanah air.

BULETIN ONLINE