Buletin online Fk-Pontren
Dikutip dari muhadhoroh
DR. Syekh Muhammad Ismail
Di PP. Alharomain Duwe' Pote Sampang
Madura.
Khusnudzon (berprasangka baik) yakni khusnudzon kepada Allah dan sesama manusia. Para ulama mengatakan suatu perkara yang paling penting adalah khusnudzon kepada Allah Swt dan sesama manusia. Makna Khusnundzon kepada Allah Swt yakni dengan cara selalu berusaha berdoa berkeinginan untuk mengharap rahmat dari Allah Swt. Bahkan Nabi Muhammad Saw mencegah berdoa jelek untuk dirinya sendiri walaupun dalam keadaan mendapatkan musibah, keadaan sakit, dalam kesusahan atau bahkan waktu akan datangnya kematian. Nabi Muhammad Saw juga mencegah kepada umatnya yang akan menghadapi mati dan berdoa ingin mati karena tidak sabar. padahal mati sudah jelas telah ditentukan oleh Allah Swt. Tapi Nabi Muhammad Saw mengajarkan pilihan kepada kita semua. Apabila kita ditimpah musibah dan semacamnya namun ada rasa resah dalam diri kita maka oleh Nabi Muhammad Saw disuruh memilih berdoa kepada Allah "ya Allah kalau memang hidup saya lebih bagus, Maka saya minta panjangkan umurku. Tapi kalau mati lebih baik untukku maka cabutlah nyawaku dengan tanpa diakhiri fitnah dan musibah dalam agamaku". Nabi Muhammad Saw juga menyuruh kita untuk bersandar didalam mengharap rahmat dari Allah Swt. Dalam hukum fiqih, hukum ibadah diharamkan sholat diwaktu siang hari ketika matahari dalam posisi diatas kepala kita. Sebab waktu itu adalah dibukanya pintu neraka dan Api Neraka sehingga keadaan sangat panas. Karena waktu itu juga waktu marahnya Allah Swt. Sebaliknya Nabi Muhammad dalam agama menganjurkan kita untuk melakukan ibadah didalam waktu yang baik seperti hari jum'at, maka mari kita bersemangat untuk melakukan pada waktu yang baik itu. Seperti orang yang datang ke tanah mekkah dan madinah untuk bersemangat untuk beribadah. Dan seperti bulan rojab, syaban, romadhon dan bulan Haji (zdulhijjah) juga dianjurkan beribadah dengan semangat dalam melakukan ibadah dan pekerjaan yang baik. Sebenarnya ini adalah pelajaran untuk kita semua. Agar kita menjadi manusia yang selalu khusnudzon kepada Allah Swt. Didalam salah satu hadits Nabi Muhammad Saw menceritakan kepada sahabat bahwa ada 2 orang dari golongan bani isroil, orang yang pertama adalah ahli ibadah dengan ketekunan ibadahnya orang itu sampai-sampai tidak berfikir yang lain kecuali hanya beribadah dan orang yang kedua sebaliknya yakni orang yang selalu melakukan maksiat dalam kehidupannya. Dalam satu waktu datanglah orang yang ahli ibadah itu kepada orang yang hidupnya selalu melakukan maksiat. Dengan ke datang orang yang ahli ibadah itu berkata dan bersumpah kepada orang yang selalu melakukan maksiat " wallahi kamu tidak akan di ampuni oleh Allah swt." Setelah orang yang ahli ibadah itu bersumpah kepada orang yang ahli maksiat. Maka Allah mengutus salah satu malaikat-Nya. Siapa hamba-Ku yang berani memutuskan sesuatu yang bukan haknya. Yang bisa memutuskan manusia itu berdosa atau tidak dan juga yang menentukan manusia itu masuk surga atau neraka, itu semua hanya AKU (Allah Swt). Para ulama berkata bahwa manusia hanya bisa melihat masalah bagus dan jeleknya hanya dhohirnya saja. Jangan lupa bahwa seharusnya kita selalu bersikap khusnudzon. Sebab dengan kita bersikap khusnudzon bisa membawa kita menjadi orang yang asalnya jelek menjadi bagus dari orang tidak mulia menjadi orang yang mulia. Ada salah satu cerita yang masyhur di Mekkah. Dulu ada salah satu orang yang pemabuk bertemu orang alim yang hadir untuk sholat ke masjidil harom karena si pemabuk itu melihat orang alim yang sholat ke masjidil harom. maka langsung orang pemabuk itu membersihkan bajunya dan membersihkan mulutnya terus mendatangi orang alim tersebut untuk bersalaman. Tapi karena tawadu'nya sipemabuk itu tidak mencium ke tangan orang alim itu maka sipemabuk itu hanya mencium ke bajunya orang alim. mengapa sipemabuk tidak mencium tangannya orang alim itu? Karena disebabkan mulut sipemabuk itu tidak mau tangan orang alim yang biasa dipakai untuk ibadah ternodai oleh mulut yang najis dikarenakan selalu dipakai minum khomer. Sementara itu ada orang yang melihat si pemabuk dan berkata "bagimana orang pemabuk mendatangi orang alim yang sedang beribadah di masjidil harom, kamu tidak akan di ampuni oleh Allah Swt." Dan beberapa bulan kemudian sipemabuk itu bertaubat kepada Allah Swt dan orang tersebut meninggal pada waktu sujud ketika melaksanakan sholat sunnah 2 rokaat. Maka dari itu sejelek-jeleknya prilaku manusia kalau memang Allah menghendaki manusia tersebut menjadi baik maka akan menjadi orang baik bahkan seperti sipemabuk itu wafat dalam keadaan sujud kepada Allah. Sebab Allah yang Maha Bijaksana Allah Maha kuasa Allah Maha berkehendak. oleh karena itu khusnudzon sangat penting bagi kita. kapan kita mulai membiasakan berkhusnudzon sekaligus menjadikannya budaya dalam hidup kita?. semoga dengan Mauidhoh dari Guru Besar kita DR. Syekh Muhammad Isma'il Zain bisa menjadi obat bagi kita untuk menata kembali cara kita dalam menjalani hidup sehari-hari. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang bisa melaksanakan khusnudzon kepada Allah dan kepada manusia. amin yaa Robbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar