SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

18 Apr 2015

Pulau Sumatera Terkenal Sejak Zaman Rosulullah

Buletin Online Fk Pontren
Sumber: DARI BERBAGAI SUMBER
(Islamic Studies Forum for Indonesia) Kuala Lumpur, Malaysia
http://id.wikipedia.org/wiki/Syed_Muhammad_Naquib_al-Attas
hidayatullah.com

Pulau Sumatera.
Di antara sejumlah pulau di Indonesia, terdapat Pulau Sumatera. Diduga, pulau tersebut dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Bagaimana ceritanya? 

Nama Sumatera berawal dari keberadaan Kerajaan Samudera (terletak di pesisir timur Aceh).

Dimulai dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345 yang menyebut kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera.

Selanjutnya, nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang.

Berdasarkan sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, nama Sumatera berarti "Pulau Emas". Istilah Pulau Ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas), kita jumpai dalam cerita Cindua Mato dari Minangkabau.

Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut Pulau Sumatera.

Seorang musafir dari Tiongkok yang bernama I-tsing (634-713) yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti "negeri emas".

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dalam bahasa Sansekerta dengan istilah: Suwarnadwipa ("pulau emas") atau Suwarnabhumi ("tanah emas"). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi.

Naskah Budha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama "Serendib" (tepatnya: "Suwarandib"), transliterasi dari nama Suwarnadwipa.

BERSAMBUNG ----->

Tidak ada komentar:

BULETIN ONLINE