Buletin online Fk-Pontren
Oleh: Habib Ali Thoha al-Haddad
Diceritakan bahwa pada suatu ketika ada seorang lelaki berjumpa al Habib Umar bin hafidz. Dia bertanya kepada Habib Umar "mengapakah kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan mencium tanganmu. Kamu telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah. Sepatutnya yang kita kena sembah Allah bukan mahkluk. Ini kamu mengajarkan anak muridmu perbuatan syirik. "Habib Umar mendengar dan membalas dengan senyuman kepada lelaki itu. Selepas itu habib Umar mengambil Pena yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkannya ke lantai. Orang itu pun lalu menunduk ingin mengambil pulpennya, namun Habib Umar menahannnya. Al Habib Umar berkata "apa yang akan engkau lakukan, jangan menunduk ke bawah"? Orang itu berkata " tidak, aku ingin mengambil pena ku". Lalu Habib Umar berkata: "engkau tidak boleh menunduk ke bawah menyembah pena, yang kita sembah adalah Allah". Orang itu berkata "tidak, aku bukan menyembah pulpen aku berniat mengambil pulpenku bukan untuk menyembah. Habib Umar tersenyum. Lalu berkata: "begitu pula santri-santriku. Mereka bersalaman dengan menundukkan badan bukan karena ingin menyembahku, namun mereka Cuma ingin menghormatiku sebagai guru mereka meskipun aku tidak menginginkan/meminta mereka seperti itu.
Red. Buletin online Fk-Pontren.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar