SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

20 Nov 2014

RAJA DAN SEORANG PETANI

Buletin online FK-PONTREN
Sampang, 20 November 2014

OlehDiceritakan bahwa ada seorang raja dari Paris bernama Anu syirwana. Beliau berjalan-jalan mengelilingi alam pedesaan, tanpa sengaja bertemu dengan seorang petani yang sangat tua sedang menanam pohon kelapa. Kemudian sang raja menghentikan langkahnya sebentar sembari berpikir prilaku kakek tua yang aneh dan tidak masuk akal, Pasalnya ia sudah tua renta, tapi mengapa masih mau menanam pohon kelapa padahal hidupnya mungkin tidak memungkinkan ia bisa makan dari apa yang dia tanam. Lalu raja berkata:" Wahai kakek tua, ini bukan saat yang tepat bagimu untuk menanam pohon kelapa, karena ia pohon yang lambat tumbuhnya juga lambat untuk berbuah, sedangkan kamu sudah lanjut usia". Kakek tua menjawab:" wahai raja, orang-orang sebelum kita telah banyak yang menanam berbagai macam pohon, dan sekarang kita telah makan buah dari apa yang mereka dahulu tanam. Dan saya juga demikian, menanam bukan untuk saya makan buahnya, tapi untuk anak saya atau cucu saya bahkan orang-orang sesudah saya". Lalu sang raja berkata:" benar".  Dan dari kemurahan sang raja, apabila beliau mengatakan kata "banar" pada seseorang maka beliau langsung memberi imbalan dengan kadar tertentu dari emas murni lalu segera diserahkannya kepada kakek tua tersebut. Lalu berkatalah sang kakek:" wahai raja, lihatlah bagaimana tanamanku bagitu cepat berbuah". Krmudian raja berkata:"benar" untuk yang kedua kalinya. Lalu raja tetsebut memberi kakek tua tetsebut dengan imbalan yang lan. Kemudian kakek itu berkata: " wahai raja, setiap pohon berbuah satu kali dalam setahun sedangkan tanamanku berbuah dua kali dalam sekejab. Lalu berkata sang raja untuk yang ketiga kalinya:"benar", maka sang kakek diberi hadiah lagi untuk yang ketiga kalinya. Kemudian beliau cepat berlalu meneruskan perjalanannya beserta para pengawalnya sambil berkata:"tinggalkan segera kakek ini, dan jika kita masih berdiam disini maka tidak akan cukup bagi kita untuk memberi hadiah kepada kakek tua ini. Dari apa yang telah dilakukan oleh kakek tua ini, merupakan contoh yang seyogyanya bagi semua insan untuk meneladaninya sehingga semua manusia berbuat untuk manfaat bagi semuanya, sebagaimana sabda nabi: "khoirunnasi anfa'uhum linnasi". Tanpa itu semua tidak akan tertata rapi tatanan kehidupan bermasyarakat dan juga tidak akan cepat maju. Dari cerita sederhana ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa dengan berbuat baik untuk kepentingan orang banyak sangat mulia nilainya, baik dimata manusia bahkan duhadapan Alloh SWT. Maka berbuatlah sekecil apapun yang kamu bisa dari kebaikan, karena ia akan besar nilai dan manfaatnya bagi orang yang menghajatkannya. Cerita diatas mengingatkan kita betapa sulitnya mendapatkan orang yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari pada kepentingan dirinya sendiri ditengah kehidupan individualistik dan materialistik yang semakin tampak ditengah tengah kita. Semoga kita mampu meneladaninya. Amien.

Layouter: Mochamad Khotib

Tidak ada komentar:

BULETIN ONLINE