SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

22 Nov 2014

HAMPARAN BUMI ADALAH MASJID

Buletin online Fk-Pontren
22 November 2014
Oleh: KH. Sholehuddin Syam
Ketua harian FK-PONTREN



Saya cukup Takjub tatkala mendengarkan Nadwah Ilmiyyah yang disampaikan oleh Dr. Syeh Thohir Al-Buraik, seorang Muqoddim thorikoh As-Syadziliyyah sekaligus guru besar di University Al Aqhwat, Aljazair. Dalam sambutannya beliau mengulas salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir ra, bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda "aku diberi lima keistimewaan yang mana blum pernah diberikan kepada seorang pun sebelum Ku". Lalu Nabi menjelaskan dengan rinci, satu persatu dari keistimewaan tersebut yang diantaranya ialah :"Bumi dijadikan untukku sebagai Masjid (tempat bersujud) dan dalam keadaan suci dan mensucikan, barang siapa dari umatku yang waktu sholat mendapatinya, maka hendaknya ia melakukannya dimanapun ia berada" di masjid, rumah, aula, tempat bekerja bahkan di mall sekalipun, karena bumi telah dijadikan tempat bersujud kepada ALLAH. "Wajuilat liyal ardhu masjidan wa thohuron". Ada dua wakfah ( faidah ) yang bisa diambil dari hadis tersebut : pertama, kemudahan dalam melakukan ibadah sholat tanpa dituntut melakukannya di dalam masjid. Kemudahan tersebut tidaklah diberikan kepada umat-umat terdahulu, mereka tidaklah diperbolehkan ibadah sholat kecuali ditempat yang telah ditentukan seperti di dalam masjid.Konon, para nabi terdahulu dikala bepergian (safar), tidaklah diberi rukhsoh (kemudahan) melakukan ibadah sholat keculai bila sudah kembali dari safarnya, sementara sholatnya pun harus diqodlo, sesampainya ditempat pemukimannya semula. Keterangan tersebut senada dengan apa yang telah dijelaskan dalam kitab " Khosoisul Ummah" Karya Dr. Sayyid Muhammad Al Maliky Al Hasani. Kedua, sebagaiman kita bertata krama yang baik didalam masjid dengan menjaga kesopanan, kekompakan, kerapian, kekhusu'an, toleransi sesama jama'ah, dan menjauhi dosa, begitu juga kita harus mengabadikan hal tersebut dan menjadikannya sebagai" prinsip hidup" selama kita berada di muka bumi ini, karena hamparan bumi adalah masjid (tempat bersujud) yang diciptakan oleh ALLAH dalam keadaan suci dan mensucikan. Pada suatu hari, Imam abu Yazid Al Bhustomy melakukan perjalanan (nuzhah) ditemani oleh seorang muridnya, sesampainya di tengah perjalanan keduanya sepakat untuk beristirahat sekedar menghilangkan rasa penat selama menempuh perjalanan panjang, sambil menunggu sang guru beristirahat, si murid mengisi kekosongan waktu dengan mencuci pakaiannya yang dirasa cukup kotor karena telah dipakai selama menempuh perjalanan, setelah dicuci, pakaianpun dijemur di atas pagar tak jauh dari tempat pengistirahatan, melihat hal tersebut sang guru berkata" janganlah engkau menjemur pakainmu di situ !". dengan perasaan heran si murid menjawab," hamba hanyalah ingin agar pakaian itu cepat kering dan bisa dipakai lagi di waktu menempuh perjalanan". Kemudian sang guru menjelaskan ikhwal larangan menjemur pakaian, dikarenakan si murid belum sempat meminta izin pada pemilik pagar tersebut, tanpa berpikir panjang, simurid akhirnya mengambil pakaiannya lalu ia gantung di atasa batang pohon yang tak jauh dari tempat semula. Melihat hal demikian kembali sang guru menegaskan, " anankku! Janganlah engkau gantungkan pakaianmu di batang pohon itu, karena dikhawatirkan dapat mematahkan ranting yang sedang membaca tasbih pada ALLAH "sang maha pencipta". Mendengar arahan sang guru yang begitu tulus, akhirnya si murud kembali mengambil pakaiannya.kali ini hanyalah hamparan rerumputan yang bisa dijadikan pilihan terakhir untuk menjemur pakaian. Seperti kata pepatah " tak ada rotan akarpun jadi". Tak ada pilihan lain akhirnya si murid dengan terpaksa membentangkan pakaiannya di atas rerumputan. Melihat kejadian tersebut, sang guru kembali berkata: "anakku! ambilah kembali pakaianmu itu, jangan biarkan pakain itu menetupi rerumputan yang telah ditakdirkan menjadi rizki hewan yang sedang membutuhkan makanan. Subhanallah, sebuah "uswah" yang bilamana kita amalkan, akan menuntun kita untuk selalu berhati suci, dan menghargai semua ciptaan ALLAH SWT. Semoga "prinsip" hamparan bumi adalah masjid bisa mendorong kita untuk selalu berbuat kebajikan, kapanpun, kepada siapapun dan dimanapun kita berada.

Tidak ada komentar:

BULETIN ONLINE