Buletin online Fk-Pontren
Ahad, 23 November 2014
Ahad, 23 November 2014
Suatu hari ada seorang ibu ingin meminjam uang dari anaknya yang telah hidup mapan, dengan suara direndahkan terdengar sayup-sayup disertai rasa malu ia berkata: "Nak, bolehkah ibu meminjam uang Rp. 2 Juta ...?. Ibu ada perlu ...". Nanti bulan depan setelah menerima uang pensiunan bapakmu, ibu bayar kembali. anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma, nanti saya tanya istri saya dulu?". Seakan berat untuk mengiyakan. Ketika sang anak akan beranjak pergi ia melihat dus susu anaknya dan masih ada bandrol harga Rp. 250.000,- kemudian dia merenung. Jika susu anak saya 1 dus bisa habis dalam 1 minggu maka = 1 Dus x Rp. 250.000,- x 2 Tahun = 26 Juta (selama anaknya menyusu). Dia berfikir lagi susu paling baik untuk anak adalah ASI (Air Susu Ibu) yang harganya tak terhingga dan steril, diberikan dengan penuh kasih sayang, jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar ...??? Kemudian ia berbalik dan menatap ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya tanpa pamrih, gratis. Maafkan anak durhaka ini yang tidak tahu balas budi dan aku tahu tak kan mampu membalas kebaikanmu. Segera ia mendatangi ibunya dan memeluknya. Mengecup keningnya dan memberikan uang Rp. 5 Juta dari sakunya dan berkata: " Ma, jangan berkata pinjam lagi, hartaku adalah milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu bisa membahagiakan dan berbakti padamu". sambil berkaca-kaca ada air bening dipelupuk mata ibu, ia berkata: "Nak, setiap hari mama selalu berdo'a agar kamu selalu dikaruniakan keadaan sehat dan didasar jiwa mama yang paling dalam mama akan selalu berdoa untuk kebahagiaan dan kegembiraanmu". Kisah ini menunjukkan bahwa benar kata pepatah "kasih ibu sepanjang masa". Dan jangan sampai kita ini menjadi "kasih anak sepanjang galah".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar