SELAMAT DATANG DI BULETIN ONLINE FK-PONTREN

15 Nov 2014

STT Nurul Jadid Pioner Pendidikan Teknologi Informasi di Pesantren

(Jum'at, 14/11/2014 11:01)
Probolinggo, NU Online
Sesuai dengan visi pendiri Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo KH. Zaini Mun’im, pesantren ini terus mengembangkan pendidikannya dengan berbagai disiplin ilmu. Baik ilmu ilmu agama maupun ilmu umum serta berbagai jenjang pendidikan mulai dari pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi.

Sejak berdiri, Pesantren Nurul Jadid terus melakukan berbagai terobosan di bidang pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya beberapa lembaga pendidikan negeri dan swasta di bawah pengelolaan Yayasan Nurul Jadid baik formal maupun non formal.

Perguruan tinggi yang telah berkhidmah saat ini dalam rangka mewadahi tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid diantaranya, IAI Nurul Jadid, Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ) dan STIKES Nurul Jadid.

Sekilas, sejarah tentang Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid. Awalnya adalah lembaga kursus komputer yang diberi nama Nurul Jadid Computer (NJC). Lembaga tersebut berdiri pada Juli 1992.

Ketua STTNJ KH Najiburrahman mengungkapkan tujuan berdirinya lembaga tersebut salah satunya untuk membekali para santri. Semua pengurus dan para tenaga pendidik yang berada Pesantren Nurul Jadid, khususnya di bidang ilmu teknologi komputer.

“Karena pada saat itu, di lingkungan Pesantren Nurul Jadid, pengetahuan tentang teknologi masih minim. Padahal pengetahuan tentang teknologi merupakan salah satu kebutuhan yang harus dimiliki oleh santri, pengurus dan para tenaga pendidik,” ungkapnya, Kamis (13/11).

Lebih lanjut Gus Najib, begitu Najiburrahman dipanggil mengatakan, setelah berdiri NJC, pada tahun 1995 lembaga kursus itu membuka program Diploma Satu (D1) Komputer Profesional.

Setahun kemudian (1996), setelah mendapat berbagai masukan dan dukungan dari masyarakat, NJC berubah status menjadi Akademik Komputer dan Manajemen Informatika (AKOMI) dengan membuka Program Diploma (D3) Jurusan Manajemen Informatika.

Lalu, pada tahun 1997, program Diploma (D3) ditiadakan, diganti dengan membuka program Sarjana Strata Satu (S1) jurusan Manajemen Informatika. Sejak itulah AKOMI berubah nama manjadi Sekolah Komputer dan Manajemen Informatika (STIKMI).

Menurut Gus Najib, konsistensi dan kerja sama yang baik antara KOPERTIS Wilayah VII, Universitas Brawijaya Malang, PT PLN Unit Pembangkit Paiton dan Yayasan Perguruan Tinggi Nurul Jadid, terbentuklah sekolah tinggi yang dapat mewadahi berbagai jurusan teknik.

Pada tahun 1999, STIKMI diubah menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ), dengan membuka dua jurusan yaitu Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Perubahan nama ini untuk memberikan peluang keleluasaan membuka prodi-prodi baru yang berbasis teknik.

Visi STTNJ adalah menjadikan kampus yang berorientasi pada pengembangan dan kemajuan teknologi yang didasari atas keimanan dan ketaqwaan. STT telah meluluskan sarjana-sarjana yang mampu menguasai teknologi, elektro dan komputer serta menjadikan kampus sebagai bank data pesantren dan keislaman di Indonesia juga menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu terbukti dengan setumpuk prestasi yang telah diraih, diantaranya STT tercatat sebagai pemenang Program Hibah Kompetisi A1 tahun 2004. Yakni, senilai Rp 500 juta. Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) Perguruan Tinggi swasta tahun 2006 senilai Rp 390 Juta. Dan pada tahun 2007 STTNJ juga mendapatkan dana bantuan Peningkatan Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi Swasta (PMPTS) sebesar Rp 500 juta.

Pada tahun 2011 dan 2013 STT NJ mendapatkan dana Program Hibah Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PHP-PTS). Tahun ini STT NJ mendapatkan dana PHP-PTS sebesar Rp. 1 Milyar.

“Prestasi ini kita raih, selain STT NJ mampu merumuskan internal manajemen dengan baik. STT NJ juga dapat memanfaatk program program sebelumnya dengan baik. Juga dilihat dari segi kualitas, mutu, pelayanan dan proses outputnya,” ujar Puket III STT NJ, M. Noer Fadli Hidayat.

Menurutnya, pengembangan yang dilakukan oleh STTNJ dalam peningkatan kualitas mahasiswa dan lulusannya antara lain meningkatkan mutu sarana dan prasarana, mutu akademik dan pembelajaran.

Pada tahun 2013 STTNJ memulai pengembangan mutu sarana dan prasarana dengan membangun gedung baru di Kampus Terpadu meliputi ruang belajar, laboratorium dan perpustakaan serta mengembangan metode pembelajaran berbasis Lab Base Education (LBE). Pada tahun 2015 STTNJ juga berencana membuka Program Studi baru yaitu Program Studi Sistem Informasi.

“Kami berharap, mereka bisa mengabdi di masyarakat sesuai dengan kompetensinya. Dan mampu mengembangkan ilmu yang ditekuninya. Serta, tetap memegang teguh nilai-nilai pesantren,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib).

Tidak ada komentar:

BULETIN ONLINE